Thu, 29 Mar 2012 02:08:35 GMT | By Editor Renny Y. Adystiani, tabloidbintang.com

Stanley Thornton, “Bayi” Berusia 31 Tahun

Lelaki 31 tahun itu sehari-hari berprofesi sebagai petugas keamanan, dengan wajah garang dan berwibawa. Namun ketika tugasnya selesai dan Thornton kembali ke rumah, dia berubah menjadi seorang bayi yang manja, senang main boneka, bahkan tidur di boks bayi.


Stanley Thornton, “Bayi” Berusia 31 Tahun

ANAK-anak identik dengan keceriaan tanpa batas, seolah tak pernah ada masalah dalam hidup.

Tak sedikit pula pakar kesehatan yang menyarankan agar sisi inner child diri seseorang harus selalu dipertahankan, agar stress hilang dan pikiran selalu gembira layaknya kanak-kanak.

Stanley Thornton termasuk salah satu orang yang menganut prinsip ini, walau Thornton mewujudkannya dengan cukup ekstrim.

Lelaki 31 tahun itu sehari-hari berprofesi sebagai petugas keamanan, dengan wajah garang dan berwibawa, siap menjegal para kriminil yang akan melancarkan aksi jahatnya.

Namun ketika tugasnya selesai dan Thornton kembali ke rumah, dia berubah menjadi seorang bayi yang manja, senang main boneka, bahkan tidur di boks bayi.

Banyak orang yang menyebutnya mengalami gangguan jiwa, sebagian lagi menyebut Thornton mengalami penyimpangan seksual. Namun bagi Thornton, ini hanya cara untuk menghilangkan rasa stress sebagai orang dewasa.

Oddity Central memberitakan, kebiasaan ini dimulai saat Thornton berusia 13 tahun. Ketika itu, lelaki bertubuh tambun ini mengalami kekerasan oleh orang tuanya.

Karena sering merasa ketakutan, tak jarang Thornton mengompol saat tidur, hingga akhirnya Thornton harus memakai diaper. Di situlah titik balik gaya hidup Thornton yang merasa nyaman jika diperlakukan sebagai bayi. Kebiasaan mengompol dan memakai diaper terus berlangsung hingga memasuki usia 20.

Setiap hari, Thornton diasuh oleh Sandra Diaz, rekan sekamar sekaligus baby sitter si bayi besar itu. Secara sukarela, Diaz mengasuh Thornton dengan melakukan berbagai kegiatan layaknya seorang ibu. Menyuapi Thornton dengan piring dan sendok makan bayi hanyalah salah satunya.

“Saya menyayanginya seperti saya menyayangi keponakan saya,” tutur Diaz dalam wawancaranya bersama stasiun televisi TLC.

“Dia seperti anak yang kehilangan ibunya, kemudian saya datang sebagai ibu pengganti dan menjaganya setiap hari,” lanjutnya.

Thornton bukan satu-satunya orang yang mengalami kondisi bayi dewasa. Di tahun 2000, dia membuat sebuah website yang membuat para ‘bayi besar’ lainnya untuk menemukan ibu pengasuh.

Thornton menepis dugaan yang menyebut kebiasaan unik ini sebagai penyimpangan seksual, karena dia –dan bayi-bayi besar lainnya- sama sekali tidak memiliki ketertarikan seksual kepada para pengasuh. Termasuk juga Thornton dengan Diaz.

“Saya senang diperlakukan seperti bayi, mendapatkan kasih sayang, rasa aman dan nyaman,” ungkap Thornton.

(rere/gur)

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.330 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.326 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    906 respon

Total Respon: 9.562
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

Berita Unik

lanjut...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft