Mon, 26 Mar 2012 20:06:53 GMT | By Editor Panditio Rayendra, tabloidbintang.com

Memori Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie Dalam “Buku Harian Nayla”

Suatu tantangan tersendiri memerankan sosok Nayla yang menderita Ataxia. Berperan sebagai Nayla, Chelsea sampai rela wajahnya biru-biru karena terjatuh.


Memori Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie Dalam “Buku Harian Nayla”

BUKU Harian Nayla tayang ulang. Kisah haru tentang gadis bernama Nayla kembali menghiasi layar kaca setiap pagi. Akting apik Chelsea Olivia sekali lagi berhasil membuat pemirsa berurai airmata.

Suatu tantangan tersendiri memerankan sosok Nayla yang menderita Ataxia. Berperan sebagai Nayla, Chelsea sampai rela wajahnya biru-biru karena terjatuh.

Selain itu, romansa Nayla dengan Moses (Glenn Alinskie) juga menjadi daya tarik tersendiri. Chemistry yang dipamerkan Nayla-Moses sukses menggetarkan hati penonton.

Sssttt… Ketika bemesraan sebagai Nayla-Moses, Chelsea dan Glenn belum berpacaran, lho.

Berikut kami tampilkan kembali obrolan dengan Chelsea dan Glenn terkait perannya sebagai Nayla dan Moses yang pernah kami muat 5 tahun silam.

* * *

Chelsea Olivia: Teknik Jatuh Biar Tak Memar

Buku Harian Nayla (BHN) memang mendapat respon bagus dari penonton. Baru beberapa hari tayang saja, saya sudah dipanggil Nayla. Buat saya, menyandang nama peran itu susah. Saya sendiri cukup puas dengan hasilnya karena main dengan sepenuh hati. Banyak yang bilang, tema ceritanya bagus. Saya sih nggak mikirin yang lain. Yang penting, saya benar-benar puas.

Pas baca skenarionya, saya sudah tahu yang harus dilakukan karena tokoh yang saya perankan tidak sembarangan. Ada tahapannya. Mulai pertama merasakan sakit, sedih. Ya, cukup sulit dan ribet juga. Tapi saya puas, walau belum total 100 persen. Kami nggak bisa buat BHN seperfek mungkin. Sejujurnya, saya sebelumnya sama sekali tidak tahu penyakit itu. Sebelum syuting, kami diskusi dengan perawat di rumah sakit tempat kami syuting di kawasan Cengkareng. Kebetulan ada penderita ataxia di sana. Saya dikasih tahu ataxia itu apa, akibatnya, tahapannya, cara ngomongnya. Saya sendiri belum pernah melihat langsung penderitanya. Kata perawatnya, dia kontrol ke rumah sakit itu selalu pagi hari.

Memerankan Nayla, nggak bisa sembarangan. Bisa-bisa saya disalahin para penderita ataxia (tersenyum simpul). Soal adegan setiap saat jatuh, itu sih nggak benaran. Ada tekniknya. Kadang ada matrasnya. Tapi karena suka lepas kontrol, kebawa peran dan emosi, sering lupa. Ya, sakit-sakit sedikit deh. Biru-biru. Padahal, Bang Maruli sudah ngingetin. Penderita ataxia itu kalau jatuh nggak boleh pegangan. Harus benar-benar jatuh. Wajar, take berulangkali. Saya senang dengan banyaknya respons penonton. Apalagi buat saya, itu karakter yang cukup susah. Tidak semua orang bisa (main). Saya merasa tidak sia-sia.

Buat saya, rating atau cerita sinetron bagus atau tidak, tidak terlalu mempengaruhi akting. Sebenarnya sih rating bagus bisa tambah semangat. Saya harus total karena ini profesi yang harus dipertanggungjawabkan. Soal chemistry dengan Glenn, sama dengan pemain lain. Menang nggak gampang. Harus sedekat mungkin dengan lawan main agar mainnya enak, nggak malu-malu lagi. Sejauh ini, kami saling memberi masukan. Saya akui, soal bahasa Glenn memang masih agak susah. Harus take berulang-ulang. Itu wajar dan manusiawi sekali. Selain belum lama tinggal di Indonesia, juga baru banget di dunia hiburan. Kami saling membantu.

“Saya Juga Sebal Dibilang Ratu Jiplakan”

Memang sih saya banyak dengar saya dijuluki ratunya sinetron jiplakan. Jujur, saya nggak tahu sejak awal sinetron yang saya mainkan jiplakan. Sebagai warga negara Indonesia, siapa sih yang mau main jiplakkanya orang? Kita 'kan kepengin rating bagus karena hasil karya sendiri. Tapi 'kan saya pemain. Setelah membaca skenario, ceritanya bagus dan benar-benar kuat, ya saya ambil. Saya sih profesional saja. Terserah orang mau bilang saya ini itu. Sebagai pemain, saya hanya menjalankan tuntutan peran yang diminta sutradara.

Saya bukan hanya main sinetron jiplakan saja. Kalau ada yang tidak jiplakan, pasti saya ambil juga. Saya juga nggak mau main sinetron jiplakan terus. Menurut saya, ini ketidaksengajaan saya banyak main di sinetron jiplakan. Mudah-mudahan, next-nya nggak begini lagi. Tapi saya kan juga nggak tahu itu jiplakan. Lagipula saya juga nggak tahu cerita yang disodorkan jiplakan. Saya tahunya setelah baca kritikan.

Sebenarnya sedih juga sih dikatain kayak gitu (ratu sinetron jiplakan). Tapi mau gimana lagi? Saya 'kan sebagai pemain, harus total. Tanggung jawab saya sebagai pemain sangat besar. Misalnya, saat main di Pangeran Penggoda, saya mencoba untuk nggak sama dengan peran aslinya (serial Devil Besides You). Menurut saya, jiplakannya tidak palsu, ada izinnya. Kata Pak Leo (produser), jiplakan Pangeran Penggoda dan Penyihir Cinta, resmi. Sedang Buku Harian Nayla, saya nggak tahu. Saya nggak mau penonton membanding-bandingkan saya dengan peran di cerita aslinya. Apalagi saya jadi pemeran utamanya. Makanya, saya nggak pernah mau nonton aslinya. Takutnya nanti dikira nyama-nyamain. Saya pengin dikenal sebagai Chelsea. Biarin ceritanya saja (jiplak), tapi aktingnya nggak.

Banyak kritikan di media terhadap saya, padahal banyak pemain yang juga main sinetron jiplakan. Tapi saya yang selalu dilihat karena pemeran utamanya. Makanya, kalau sinetron itu jelek, pasti berpengaruh juga sama nama saya. Saya jarang nonton teve, apalagi serial di Taiwan, Korea, dan Jepang. Pernah sekali nonton Meteor Garden karena ceritanya bagus.

Glenn Alinskie: “Saya Sudah Menjadi Bintang?”

Saya cukup puas dengan Buku Harian Nayla. Buat saya, (akting) itu sudah cukup matang ketimbang sinetron saya lainnya. Di BHN, peran saya pendiam, cool, tidak ada kesulitan memainkan peran itu. Cuma, kendala saya masih soal bahasa. Di sini (BHN), banyak dialog bahasa Indonesia yang nggak saya ngerti. Tapi, saya banyak latihan supaya lebih lancar. Banyak kesan main sinetron ini. Buat saya, BHN bisa menginspirasi orang yang sudah nggak punya semangat hidup lagi. Sampai sekarang saya belum pernah menemui penderita ataxia. Tapi, yang lain sudah pernah, seperti kanker atau leukimia. Sedih juga sih. Teman saya ada yang kena kanker. Saya salut banget. Maka itu, saya tidak pernah menjauhi orang yang menderita penyakit seperti itu.

Syuting bersama Chelsea, saya tetap profesional. Misalnya, peran saya harus sama dia atau sama siapa saja, chemistry harus dicari biar aktingnya total. Kalau nggak, jadinya aneh. Syuting memang capek, tapi kalau hasilnya bagus, kami juga bahagia. Peran di BHN beda dengan Intan dan Pangeran Penggoda. Di lokasi syuting, saya banyak belajar dari pemain-pemain senior, termasuk Chelsea. Saya masih banyak kekurangan. Soal rating bagus atau nggak, saya tetap berusaha berakting total. Menurut saya, rating cuma pemacu semangat kami sebagai pemain.

Banyak yang bilang saya sudah menjadi bintang. Not really. Saya kan masih baru, belum ada apa-apa. Masih banyak yang belum saya bisa. Dalam semua hal, akting, dialog, dan sebagainya. Untuk disebut bintang belum cocok deh, hehehe. Buat saya episode yang menarik itu, episode 15. Itu paling dahsyat! Di situ semua dapat feeling-nya, jadi bisa lebih menarik. Cuma saya nggak nonton karena syuting. Saat syuting melihat akting Chelsea, saya sering merasa sedih, berkaca-kaca. Ya, saya bayangin saja itu terjadi sama keluarga atau kita sendiri. Di Singapura, keluarga saya juga nonton. Mereka suka sih. Tapi, nggak ada komentar apa-apa. Mereka selalu mendorong saya supaya tampil lebih bagus lagi. Di tahun 2007 nanti, saya tidak punya resolusi apa-apa. Yang penting, enjoy aja dulu. Sekarang, saya lagi syuting sinetron baru lagi, Baby Doll yang karakter perannya nggak jauh beda dengan peran-peran sebelumnya. Buat saya, itu anugerah. Saya sih nggak mau ngoyo. Tapi kalau ditawarkan peran bagus, kenapa nggak diambil? BHN berkesan sekali buat saya. Dengan episode yang sedikit, tapi disukai penonton. Apalagi syutingnya setiap hari.

(Indra Kurniawan, BINTANG INDONESIA, edisi.819, Januari 2007)

(ray/gur)

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    135 respon
  2. 77 %
    Tidak setuju
    542 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    29 respon

Total Respon: 706
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

Berita Unik

lanjut...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft