Wed, 17 Apr 2013 16:29:25 GMT | By Editor Ade Irwansyah, tabloidbintang.com

Ksatria dan Bidadari Berambut Emas, Atau: Film-film Laga Nasional yang Dibintangi Bule

Kami mengingat-ingat kembali film-film laga yang dibintangi ksatria dan bidadari berambut emas. Mari bernostalgia.


Ksatria dan Bidadari Berambut Emas, Atau: Film-film Laga Nasional yang Dibintangi Bule

KAMIS (18/4) esok siap rilis Java Heat karya Connor Allyn (trilogi Darah Garuda). Walau filmnya dicemari musibah bocor duluan di dunia maya, Java Heat tergolong istimewa.

Filmnya dibintangi dua bintang Hollywood, yakni bintang Twilight Kellan Lutz dan bintang gaek Mickey Rourke. Mengajak bintang bule dalam film laga nasional (entah produksi sendiri atau patungan dengan rumah produksi negara lain) bukanlah hal baru. Bagi generasi yang tumbuh di era 1980-an dan 1990-an pasti tekenang jagoan-jagoan bule membekuk penjahat berkulit sawo matang. Generasi yang tumbuh di era itu pasti sekali waktu pernah nonton film jagoan bule entah di bioskop, kaset video VHS, atau layar tancap.

Generasi 1980-an dan 1990-an pasti masih ingat dengan ikon jagoan laga cewek bule Cynthia Rothock (atau sering juga ditulis Cindy Rothrock). Tak ada yang bisa mengalahkan Cindy dalam soal beladiri. Cewek pirang berpotongan rambut pendek ini di setiap film laga nasional yang dibintanginya selalu berhasil membuat pria-pria babak belur.

Pertanyaannya, kenapa jagoan laga saja harus diimpor dari Amerika? Bukankah di masa itu ada bintang laga perkasa seperti Barry Prima, Advent Bangun, dan George Rudy? Well, jawabnya mudah saja. Produser film yang pedagang tak mungkin melulu mernyuguhkan barang dagangan yang itu-itu melulu. Barang dagangan yang beda, lain dengan yang sudah ada, harus juga dijajakan. Karena pada dasarnya kita ini bangsa yang inferior, menganggap yang serba asing, bule, atau dari Amerika lebih hebat, maka diimporlah bintang-bintang laga dari sana.

Tapi sayangnya, karena pada dasarnya pedagang film ingin untung banyak dengan modal sedikit, yang diajak main bukan film bukan bintang laga tenar masa itu semisal Sylvester Stallone, Chuck Norris, atau Arnold Schwarzenegger, melainkan bintang-bintang film kelas B macam Cynthia Rothrock, Frank Zagarino, atau Chris Noth yang masih lugu (pria yang di kemudian hari kita kenal sebagai Mr.Big di serial Sex and the City).

Bukan hanya bintangnya yang kelas B, film yang dihasilkan pun kemudian tak masuk hitungan film laga kelas A. Dulu sih waktu nonton di layar tancap rasanya keren saja nonton film-film Cynthia Rothrock. Tapi menonton lagi film-filmnya yang bertebaran di You Tube, filmnya tak menunjukkan kualitas untuk dibilang jempolan. Bukan saja kebanyakan akting pemainnya kaku, tapi logika cerita kerap diabaikan. Teknik sinema pun ala kadarnya. Banyak ledakan, dar der dor, tapi terlihat murahan sekaligus tanpa makna. Khas film-film kelas B.

Dari sini ketahuan ternyata walau film-film laga kita dibintangi bule-bule, kualitas yang dihasilkannya bukanlah film aksi kelas wahid. Di sini kelihatan tak terjadi transfer teknologi dan pengetahuan di antara sineas negeri ini dan negeri lain.

Semoga kesalahan generasi kemarin tak terjadi bila Java Heat kemudian sukses dan menciptakan kembali tren mengimpor bintang bule main film laga di sini.

Sambil mengiringi Java Heat yang tayang Kamis besok, kami mengingat-ingat kembali film-film laga yang dibintangi ksatria dan bidadari berambut emas. Mari bernostalgia.

Segitiga Emas (1986)Produksi: PT Parkit FilmSutradara: Arizal Pemain: Mark Sungkar, Dana Christina, Harry Capri, Kaharuddin Syah, Gillian Theresia, Wilson Peter Buku Katalog Film JB Kristanto hanya menulis sedikit sinopsis film ini. Alkisah, seorang profesor yang tengah menyelidiki alat deteksi narkotik, tewas terbunuh. Biang keladinya seorang gembong narkotik asing, yang tangan kanan Victor (Mark Sungkar). Pihak kepolisian RI kemudian meminta bantuan FBI untuk mengobrak-abrik kelompok tadi di Amerika. Tidak ada data penonton film ini tercatat di buku Katalog Film, menandakan filmnya tak masuk yang terlaris tahun itu menurut data Perfin. Tapi, seingat saya, film ini terbilang amat populer dulu. Filmnya jadi suguhan wajib bila ada layar tancap. Saya ingat menontonnya di layar tancap. Dan dulu sih kelihatan bagus banget.

Peluru dan Wanita (1987)Produksi: PT Parkit FilmSutradara: Charles Kaufman, Eddy G. Bakker Pemain: Christopher Noth, Sue Francis Pay, Frans Tumbuan, Zoraya Perucha, A Khalik Noor Nasution Saya kutipkan dulu sinopsisnya dari buku Katalog Film: Falco (Christopher Noth), pria berkebangsaan Amerika, telah meninggalkan dinasnya di CIA. Ia punya kenangan manis dan rasa bersalah terhadap Asha (Sue Francis Pay), gadis Indonesia yang dikenalnya dalam kaitan tugasnya bekerja sama dengan kepolisian Indonesia. Falco tergiring ke Jakarta kembali dibayangi pertanyaan tentang nasib Asha. Dibantu polisi Indonesia, Jack (Frans Tumbuan), Falco memerangi sindikat narkotika internasional yang membuka jaringan di Jakarta, yang ternyata didalangi Asha. Kemudian dari arsip resensi filmnya di majalah Tempo (edisi 7 Januari 1989) Putu Wijaya, yang menulis ulasannya, menulis begini: Cerita film ini memang jenis lakon sampah meskipun penulis skenario membubuhi kalimat-kalimat filosofis dengan memamerkan adegan-adegan bayangan wayang. Ceritanya lupakan saja. Namun, penampilan para pemain terjaga. Gambar-gambar serta pemilihan lokasi berhasil menampilkan sudut-sudut kumuh Jakarta. Juru kameranya gagah berani. Editing dinamis, musik pun padu. Adegan perkelahian dan kebut-kebutannya edan... Inilah sebuah hiburan dar-der-dor yang seru. Barang komoditi, dengan logika pedagang. Sebuah ulasan singkat di situs Filmcritic.com menyebut film yang di luar negeri beredar dengan judul Jakarta ini sebagai: "Simply put, this is one the worst movies you'll ever see." Tapi di kemudian hari Chris Noth menjadi Mr. Big di Sex and the City. Ia mungkin ingin melupakan pernah main film di Jakarta.

Dendam Membara (1987)Produksi: PT Rapi FilmSutradara: Arizal Pemain: Christ Mitchum, Mike Abbot, Ida IashaSukses Segitiga Emas (1986) kemudian melahirkan tren mengimpor bintang film bue main film di sini. Christ Mitchum, seorang bintang dari Hollywood diajak main film di sini. Ini film aksi dengan tema balas dendam. Dalam sinopsis di buku Katalog Film ditulis kisahnya tentang hasrat pembalasan dendam membara dalam hati Brown (Christ Mitchum). Istri dan anaknya dibunuh kawanan pembunuh bayaran. Veteran perang Vietnam yang sudah jadi warga Indonesia ini berhasil menghabisi pembunuh istri dan anaknya, bahkan menghancurkan komplotan penyelundup senjata. Ia dibantu Julia (Ida Iasha), sekretaris komplotan itu. Film ini juga edar di luar negeri dalam format home video dengan judul Final Score.

Harga Sebuah Kejujuran (1988)Produksi: PT Parkit FilmSutradara: Henky Solaiman, Robert Chapell Pemain: Ayu Azhari, William Sullivan, Ava Lazar, Christopher Noth, David Tronton, Mike AbbotTak banyak catatan soal film ini. Buku Katalog Film hanya menyebutkan sinopsis berikut: Nick (William Sullivan), petualang dari Amerika, secara tak sengaja terlibat dalam pencarian intan bernilai jutaan dollar di kota Semarang. Ada seorang diktator pula yang terbawa-bawa, meski akhirnya mati. Dalam petualangan itu Nick sempat pacaran dengan wanita penghibur, Aline (Ayu Azhari). Chris Noth ternyata menikmari main film di sini. Buktinya ia main lagi. Ayu Azhari di kemudian hari juga main film laga bareng bule, Frank Zagarino di Pemburu Teroris (Outraged Fugitive, 1994).

Pembalasan Ratu Laut Selatan (1988)Produksi: PT Soraya Intercine FilmSutradara: Tjut Djalil Pemain: Yurike Prastica, Barbara Anne Constable, Anna Sylviana, Christopher HartDi luar negeri, film ini diberi judul Lady Terminator alias versi cewek Terminator. Sebelum ada Terminatrix di Terminator 3 sineas kita sudah bikin versinya lebih dulu. Ceritanya menggabungkan legenda Nyi Roro Kidul dengan aksi modern. Film ini dibuka dengan adegan senggama Ratu Laut Selatan (Yurike Prastica). Korban pertama berhasil ditaklukkan saat senggama. Lalu muncul korban kedua. Ratu yang digambarkan budak nafsu menyeret seorang pemuda ke peraduan. Sang Ratu hendak membunuh si pemuda ketika mereka sedang senggama. Tapi kali ini si lelaki lebih lihai. Seekor belut hitam keluar dari "anu" Ratu yang berubah jadi keris di tangan lelaki sakti itu. Nyi Roro Kidul mengancam akan membalas pada keturunan seterunya. Di zaman modern kemudian kita ketemu seorang antrolog bule seksi, Tania (Barbara Constable). Ia ditarik ke dasar laut ketika melakukan penelitian. Tania kemudian dijadikan terminator Ratu Laut Kidul. Ia naik kembali ke darat dengan perangai buas dan membunuh dua lelaki yang sedang iseng di pantai, dengan bersenggama. Sang terminator Ratu Laut Kidul mencari keturunan musuh majikannya. Ditembaki, diroket dari helikopter, bahkan ditabrak panser, ia tak juga mati. Baru setelah ditikam keris yang diperkenalkan di awal film, terminator cewek ini mampus. Bukan plot yang meniru Terminator yang bikin film ini kontroversial saat edar dulu. Tapi karena filmnya dianggap sudah kelewatan memperlihatkan unsur seks di layar perak. Buku Katalog Film mencatat, setelah banyak protes masyarakat, film itu ditarik dari peredaran oleh Badan Sensor Film (BSF). Ketika disensor ulang pada tahun 1994, masa tayangnya jadi 80 menit.

Pertempuran Segitiga (1990)Produksi: PT Rapi FilmSutradara: Ackyl Anwari Pemain: Cynthia Rothrock, Zainal Abidin, Kiki AmirAlkisah, Nancy (Cynthia Rothrock) datang ke Jakarta sambil bawa komputer. Komputer ini dikatakan bisa melacak uranium. Urusan rebutan komputer ini yang menjadi inti kisah filmnya. Untuk ini diatur segala macam adegan perkelahian dan kebut-kebutan dengan mobil, otor, speedboat, helikopter, dan lain sebagainya. Setelah semua selesai baru polisi datang menangkap. Tidak jelas bagaimana kebut-kebutan maupun perkelahian di jalan tak diketahui polisi. Tapi, inilah bahasa film yang sangat diakrabi dari jenis film ini. Polisi memang selalu datang saat semua urusan ribut-ribut beres. Waktu kecil sih dulu saya berpikir, enak betul jadi polisi. Kerjanya tinggal memborgol penjahat yang sudah dibekuk jagoan.

Tiada Titik Balik (1991)Produksi: PT Rapi FilmSutradara: Ackyl Anwari Pemain: Cynthia Rothrock, Hengky Tornando, Bella Esperance Lee, Richard NortonSekali lagi Cynthia Rothrock diimpor ke tanah air. Kali ini ia berperan sebagai Kathy, seorang jago beladiri. Kathy harus menyusup ke sarang kelompok penjahat untuk menuntaskan dendam atas kematian suaminya yang dibunuh kelompok pimpinan Ludwig (Richard Norton). Dihiasi dengan banyak perkelahian, Kathy berhasil menuntut balas.

Bercinta dengan Maut (1992)Produksi: PT Soraya Intercine Film, Studio Entertainment USASutradara: Tjut Djalil Pemain: Tonya Lynn, Kristin Ann, Shahreza R, John F WaroniFilm ini masih mengambil ramuan mencampur unsur mistis dunia Timur dengan hal modern dari Barat. Kisahnya tentang sebuah cermin yang dapat membuat pemiliknya tampak cantik menggiurkan. Cermin itu milik Linda (Kristin Ann), kakak Susan (Tonya Lynn). Susan berhasil memanfaatkan cermin itu dengan tuntunan sebuah buku. Ia lalu jadi incaran pria dimanapun berada. Para lelaki itu dikencaninya, sekaligus jadi tumbal untuk cermin yang selalu menuntut darah segar pria. Berbagai kematian mengundang kecurigaan pihak berwajib. Termasuk di antaranya, Yohanes (John F. Waroni), yang tahu akan keberadaan cermin itu. Judul asing film ini Scarlett Mirror. Ketika edar, film ini terbilang laris (yang keempat terlaris di Jakarta tahun 1993).

Bidadari Berambut Emas (1992)Produksi: PT Rapi FilmSutradara: Ackyl Arnawi Pemain: Cynthia Rothrock, Billy Drago, George Rudy, Bella Eseperance LeeBidadari berambut emas kemudian ditahbiskan menjadi sebutan bagi Cynthia Rothrock. Persis seperti julukan Satria Bergitar bagi Rhoma Irama. Kisah filmnya begini, Susan Morgan (Cynthia Rothrock), juara kick boxing, yang dijuluki bidadari berambut emas dan suaminya Sonny Sumarsono (George Rudy), seorang pemain bola, secara tak terduga terlibat dalam aksi Mafia Amerika Selatan. Diego (Billy Drago), bos Mafia Argentina, menyimpan berlian curiannya dalam tas Sonny yang akan kembali ke Indonesia. Tindakan ini dilakukan untuk menyelamatkan diri sesudah aksinya di Amerika Serikat. Karena berlian itu Sonny dibunuh, dan Susan diteror. Bidadari berambut emas ini lalu bangkit untuk balas dendam.

Membela Harga Diri (1992)Produksi: PT Rapi FilmSutradara: Guy Leslie Norris, Ackyl Arawi Pemain: Cynthia Rothrock, Frans Tumbuan, Richard D, John Norton, Glenn RobertLagi-lagi Rapi Film menggandeng bidadari berambut emas main film laga produksi mereka. Kali ini, sang bidadari menjadi agen CIA. Dikisahkan, CIA menugaskan Kris Fairchild (Cynthia Rothrock) untuk membongkar kejahatan Gerald Andrews di Indonesia. Gerald bekerjasama dengan tokoh kejahatan Asia, Buntao, dalam penyelundupan intan berlian. Kris menyamar menjadi pegawai bank Andrews. Berkat bantuan teman lamanya, Preston Michaels, jago silat, kelompok penjahat itu bisa diringkus.

Pemburu Teroris (1994)Produksi: PT Rapi FilmSutradara: Norman Benny, Robert Chapell Pemain: Ayu Azhari, Frank Zagarino, Martin Nove, Frans TumbuanFilm ini tayang biasa-biasa saja tahun 1994 dengan durasi cuma 88 menit. Tapi kehebohan baru terjadi 2 tahun kemudian, awal Agustus 1996. Media heboh melaporkan tentang film The Outraged Fugitive, yang beredar di "pasar gelap" dalam bentuk video. Produksi bersama PT. Rapi Film (Indonesia) dan Amera (Amerika) ini, hanya beredar di luar negeri. Di dalam negeri, film ini diberi judul Pemburu Teroris. Yang membuat penonton "ngebet" membeli video The Outraged Fugitive, adalah penampilan panas Ayu Azhari dengan Frank Zagarino, sebagai pemeran utama. Yang saya ingat, ada adegan bercinta yang hot penuh buih sabun di bathtub. Film ini mengisahkan John Carter (Zagarino), mantan anggota marinir Amerika. Carter pergi ke beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di Indonesia, tanpa sengaja ia bertemu dengan Wolf Larsen (Martin Kove), temannya di kesatuan marinir Amerika. Carter menerima tawaran Larsen bekerja padanya. Tapi dia tidak tahu kalau Larsen penyelundup narkotik. Di sebuah diskotik, Larsen dan anak buahnya, termasuk John Carter dan Tanya (Ayu Azhari) yang pacar Larsen, bentrok dengan gangster pimpinan Tomo (Advent Bangun). Tanpa mereka sadari polisi di bawah pimpinan Kapten Karno (Frans Tumbuhan) dan asistennya Anna ( Anna Tarigan) mengintainya. Sehingga tanpa kesulitan Kapten Karno menangkap Larsen. Carter dan Tanya berhasil melarikan diri. Polisi terus memburu Carter karena menyangka ia salah satu tokoh penyelundup. Lewat satu penggebrakan, John Carter tertangkap. Di kantor polisi baru jelas kalau Larsen pimpinan sindikat narkotik. Kapten Karno menawarkan kerjasama pada Carter untuk menjebak Larsen. Taktik Karno dan Carter berhasil. Tapi di saat genting Wolf Larsen justru menggunakan Tanya sebagai "tameng hidup". Tak ada yang istimewa dalam film garapan sutradara Robert Anthony ini. Penampilan dua bintang bule, Frank Zagarino dan Martin Kove, tak membuat film ini membuat nilai lebih. Yang ada hanya adegan laga biasa. Unsur artistiknya pun sangat kurang, sehingga adegan perkelahian kurang menawan. Ayu Azhari yang digembar-gemborkan pers, justru lebih parah. Dia hanya jadi pemuas Larsen dan John Carter.

PENAMBAHAN: Versi awal artikel ini tak mencantumkan film laga Dendam Membara (1988). SEorang rekan mengingatkan saya tentang film itu. Saya kemudian menambah entri daftar ini. Penambahan dilakukan Rabu (17/4/2013), pukul 17.10 WIB.

(ade/ade)

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    575 respon
  2. 77 %
    Tidak setuju
    2.347 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    116 respon

Total Respon: 3.038
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

Berita Unik

lanjut...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft