Tue, 06 Dec 2011 18:12:41 GMT | By Editor Ade Irwansyah, tabloidbintang.com

Aksi Bugil Model Pakistan Veena Malik di Majalah India Picu Kontroversi

Mengundang kemarahan kaum Muslim konservatif dan nasionalis.


Aksi Bugil Model Pakistan Veena Malik di Majalah India Picu Kontroversi

TIDAK setiap saat ada model Pakistan berpose bugil di majalah pria.

Yang lebih mengundang kontroversi, aksi bugil itu dilakukan di majalah pria FHM edisi India terbitan Desember ini.

Aksi model bernama Veena Malik itu, dicatat Associated Press, Senin (5/12), mengundang kemarahan di negeri yang mayoritas penduduknya Muslim itu. Apa yang dilakukan Malik memicu kemarahan baik kalangan Muslim konservatif maupun nasionalis Pakistan.

Bagaimana tidak, Malik berpose bugil di majalah India dengan menujukkan tato di lengannya bertuliskan ISI yang merupakan singkatan Inter-Services Intelligence atau dinas rahasia Pakistan. Hubungan India dan Pakistan yang bertetangga tak pernah akur. Kedua negeri itu sudah tiga kali berperang. Warga India selama ini selalu mencurigai ada peran ISI di setiap aksi teroris di negaranya.

Seorang ulama konservatif Maulana Abdul Qawi mengatakan di TV Pakistan, Aaj TV, apa yang dilakukan Malik “mempermalukan semua umat Islam.”

Sementara itu, di lain pihak, dalam wawancara dengan TV Pakistan lainnya, Geo, Malik mengatakan publikasi itu melanggar kesepakatan bersama yang dibuatnya dengan FHM India. Malik diberi tahu fotonya hanya akan “menantang bukan telanjang.”

Ia juga diberi tahu bagian dari tubuhnya akan ditutupi termasuk tato ISI di lengannya.

Tujuan tato ISI di lengannya adalah untuk melucu pada warga India yang takut pada mata-mata Pakistan. “Orang India percaya, apa pun yang terjadi (di India), pasti ISi di belakangnya,” ujarnya menjelaskan.

Namun, keterangan ini kemudian dibantah pihak FHM India. Redaktur majalah itu Kabeer Sharma mengatakan Malik mengatahui segala detil pemotretan dan isi majalahnya. “Kami semua punya rekamannya,” katanya. “Veena sangat bersemangat dengan ide soal ISI itu.”

Pakistan sedikit banyak mirip Indonesia. Berpenduduk mayoritas Muslim dan lebih banyak kalangan konservatif, Pakistan juga dihuni kelas menengah yang berpandangan liberal. Untuk mengenal Pakistan kontemporer paling baik lewat film Khuda Kay Liye (2007). Baca ulasan mendalam kami soal film itu dan kaitannya dengan Pakistan kontemporer di sini.

(ade/ade)

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.693 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.457 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    631 respon

Total Respon: 6.781
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

Berita Unik

lanjut...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft