Sun, 10 Jun 2012 23:45:28 GMT | By PlasaMSN

Fenomena Penemuan Injil Barnabas di Turki

Pemerintah Turki membatasi akses orang terhadap kitab itu.


REPUBLIKA.CO.ID--Segera setelah polisi Turki menggerebek kelompok penyelundup benda purbakala di Turki Selatan, 12 tahun lalu, sebuah kitab dibawa ke Ankara. Di ibu kota Turki ini, kitab itu langsung masuk brankas kantor Pengadilan Tinggi Turki.

Pemerintah Turki membatasi akses orang terhadap kitab itu. Hanya segelintir orang bisa melihatnya langsung. Dinas intelijen Turki pun terlibat. Mereka mengawasi siapa-siapa yang bisa mengakses kitab dan memantau perkembangan penerjemahannya.

Februari 2012, kitab misterius itu akhirnya muncul di berbagai media internasional dengan nama Injil Barnabas. Injil ini ditulis di atas kulit hewan yang berwarna cokelat kehitaman. Penulisnya menggunakan tinta dari emas dan bahasa Aramaic, bahasa yang diperkirakan bahasa ibu Yesus Kristus. Umurnya? Diperkirakan 1.500 tahun Masehi.

Otoritas Turki akhirnya memindahkan kitab itu dari brankas ke Museum Etnografi di Ankara. Apa istimewanya Injil ini? Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki Ertugul Gunay mengatakan, Injil Barnabas lebih sejalan dengan ajaran Islam ketimbang empat Injil lainnya (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes). Tentang tokoh Yesus Kristus, di dalam Injil ini digambarkan sebagai manusia biasa, bukan Tuhan. "Sejarah Kristen bisa berubah karena Injil ini," kata Ertugul dalam wawancara televisi Hurriyet.

Dia lalu mengutip salah satu ayat dalam Injil Barnabas. "Yesus berkata pada seorang pendeta. Bagaimana kami memanggil mesias (juru selamat)? Muhammad adalah nama yang diberkati," kata Ertugul, seperti dikutip dari Alarabiya.net. Tokoh Yesus, sambung Ertugul, dalam Injil ini juga me nyangkal kalau ia seorang mesias. Yesus mengatakan, kalau juru selamat itu datang dari keturunan Nabi Ismail. Artinya, datang dari bangsa Arab.

Tapi, yang paling mengejutkan mungkin soal ketertarikan Vatikan. Ertugul mengungkapkan, ketika mengetahui Injil Barnabas ada di Turki, utusan Vatikan meminta salinan Injil itu. Namun, Kedutaan Besar Vatikan di Turki membantah pernyataan Ertugul maupun laporan media lokal yang memberitakan permintaan itu.

Perdebatan antarpakar di Turki pun menyeruak soal Injil ini. Omer Faruk Harman, pakar teologi, mengatakan, butuh penelitian lebih lanjut untuk membongkar rahasia Injil Barnabas. Menurut dia, isi Injil ini sesuai dengan keyakinan umat Islam bahwa Yesus memang nabi yang diutus Allah SWT, tapi ia tetap manusia biasa. Injil ini juga menolak konsep trinitas dan peristiwa penyaliban Yesus di Bukit Golgotha. "Dalam Injil ini juga ada ramalan tentang Nabi Muhammad yang segera datang," kata Omer.

Namun, pendeta Kristen Protestan, Ihsan Ozbek, meragukan keabsahan Injil ini. Alasan dia cukup kuat. Pertama, memang benar ada murid Yesus bernama Barnabas yang hidup semasa dengan Yesus. Itu berarti, Barnabas hidup sekitar tahun 1 Masehi. Kedua, Injil Barnabas diperkirakan dibuat pada 500 Masehi atau 600 Ma sehi.

Dengan demikian, kata Ihsan, tidak mungkin Injil milik Pemerintah Turki itu ditulis oleh Barnabas. Ia menduga, Injil itu ditulis oleh murid Barnabas. "Umat Islam mungkin kecewa melihat kalau kitab ini salinan dan tidak seperti yang mereka harapkan. Bahkan, kitab ini bisa jadi bukan Injil Barnabas," kata Ihsan.

Aydogan Vatandas, wartawan harian terkemuka di Turki, Zaman, yang menulis dua buku tentang Injil Barnabas, mengatakan, kitab itu memang ditulis dalam bahasa Aramaic. Bahasa ini sekarang nyaris punah dan kemungkinan komunitas yang masih menggunakannya ada di Damaskus, Suriah.

Menurut Vatandas, dinas in telijen Turki sangat tertarik pada Injil ini. Mereka menugaskan pakar bahasa Aramaic, Hamzah Hocagil, untuk menerjemahkan sejumlah bagian Injil ini dalam pengawasan ketat. Namun, Hamzah mengungkapkan kepada wartawan kalau ia menerjemahkan Injil itu. Ini membuat militer dan intelijen Turki menghentikan proyek penerjemahan.

Dari risetnya, Vatandas belakangan menemukan kalau Injil Barnabas rupanya bukan satu versi. Ada tiga versi kitab itu yang ditulis oleh murid Barnabas.

Di pasar barang antik, bila benar ini Injil Barnabas, sudah ada yang membanderol harga nya setinggi langit. Untuk kitab Barnabas yang asli dihargai 28 juta dolar AS atau setara Rp 262 miliar, sementara salinannya seharga 1,7 juta dolar AS atau sekitar Rp 15,9 miliar. (Bersambung)

Laporan: Deden Mauli Drajat (kontributor Republika Online di Ankara)

Redaktur: M Irwan Ariefyanto

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.421 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.608 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    944 respon

Total Respon: 9.973
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

berita nasional

  • Hore! Gaji PNS, TNI & Polri Tahun Depan Naik 6%

    Pemerintah akan menaikkan gaji pokok pegawai negeri sipil (PNS), TNI dan Polri sebesar 6% pada tahun depan. Sementara gaji pensiun pokok pensiun pokok naik 4% untuk mengantisipasi laju inflasi.Hal ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dal...

  • Pemerintah Fokus Bangun Konektivitas Jalan di 2014

    Pemerintah memfokuskan pembangunan infrastruktur di 2014 pada pembangunan konektivitas nasional melalui pembangunan jalan. Hal ini dilakukan melalui dua kementerian, yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub)."Kita menyad...

  • Musim Depan, Bradl dan LCR Honda Tak Akan Bercerai

    Kabar soal berakhirnya kontrak Stefan Bradl dengan tim LCR Honda pada musim depan akhirnya terbantahkan. Lewat pernyataan yang disampaikan secara langsung, Bradl menjelaskan dirinya masih senang bekerja sama dengan pabrikan motor yang bermarkas di Mo...

  • Microsoft Tuduh Google Sengaja Blokir YouTube di Windows Phone

    Microsoft mengklaim Google sengaja memblokir aplikasi YouTube dari Windows Phone Store. Hal itu disampaikan Corporate Vice President and Deputy General Counsel for Litigation and Antitrust Microsoft, David Howard dalam postingan blognya.Howard `menud...

  • Bila Della Caroline Dibunuh, Pengacara Takut Pelaku Menghilang

    Rusdianto, pengacara keluarga Della Caroline-mantan model majalah dewasa yang meninggal belum lama ini-menilai polisi lamban menangani kasus kematian tersebut. Pasalnya, hingga saat ini, keluarga belum melihat hasil otopsi Della.Dengan begitu, menuru...

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft