Republika Online
Updated: Sun, 03 Mar 2013 16:42:29 GMT

Selamat Tinggal Keyboard!



Selamat Tinggal Keyboard!

Selamat Tinggal Keyboard!

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Di zaman yang telah mencium bau teknologi, menulis di kertas telah menjadi kebiasaan yang sangat kuno. Semua dilakukan secara digital. Seorang penulis akan menggunakan berbagai gadget untuk menulis, mulai dari personal computer (PC), laptop, tab, hingga smartphone.

Namun banyak juga yang mengeluhkan penggunaan keyboard di tablet yang terlalu kecil untuk ukuran jari. Menulis manual dinilai masih lebih baik daripada mengetik di smartphone.

Sayangnya belum ada teknologi saat ini yang menggabungkan kekuatan teknologi dan penulisan tangan. Sebab, teknologi yang ada belum mampu menciptakan akurasi dari tulisan tangan yang diterjemahkan ke dalam tulisan digital.

Tunggu dulu. Karlsruhe Institute of Technology (KIT) memiliki jawabannya. Mereka menciptakan sebuah gelang yang mendeteksi gerakan pergelangan tangan dan menerjemahkannya ke dalam tulisan.

Alih-alih mengandalkan layar sentuh, gelang yang diciptakan peneliti Jerman ini memungkinkan penggunanya menulis kata-kata di udara. Gerakan tangan akan dikirim secara nirkabel ke komputer.

Akurasi yang tinggi akan menerjemahkan setiap gerakan tangan yang mirip dengan huruf-huruf digital, alih-alih hanya sebuah pukulan dan gerakan asal. Hal ini untuk menghindari tulisan asal di komputer Anda.

Dilansir laman Geek.com, KIT telah membuat model setiap jenis huruf alfabet sehingga mengenali perbedaan antara menulis dan tidak. Sistem ini telah dilengkapi dengan 8 ribu kata dengan tingkat kesalahan 11 persen.

Selain disambungkan ke PC, gelang ini juga akan dikembangkan agar bisa tersambung ke smartphone. Jadi nanti jika ingin menulis sesuatu, pengguna tinggal melambai-lambaikan tangan saja tanpa harus mengetik di keyboard yang imut-imut.

Tim dari KIT menerima penghargaan dari Google Research Award dan hadiah senilai 81 ribu dolar AS untuk pengembangan sistem. Sayangnya gelang ini masih dalam tahap pengembangan dan belum dijual secara komersil.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.396 respon
  2. 66 %
    Tidak
    6.520 respon
  3.  
    10 %
    Tidak tahu
    937 respon

Total Respon: 9.853
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

Gadget

lanjut...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft