Republika Online
Updated: Mon, 02 Sep 2013 15:37:13 GMT

Indonesia akan Buat Satelit Senilai Rp 2 Triliun



Indonesia akan Buat Satelit Senilai Rp 2 Triliun

Indonesia akan Buat Satelit Senilai Rp 2 Triliun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk memantau perubahan iklim saat ini dibutuhkan teknologi antariksa. Salah satunya, satelit metrologi. Namun, hingga saat ini Indonesia belum memiliki satelit tersebut.

Menurut Kepala Lapan, Bambang Tejasukmana, Indonesia akan membuat satelit dengan kapasitas yang lebih besar, yakni mencapai 1 ton. Investasi yang dibutuhkan untuk membangun satelit ini, mencapai Rp 2 triliun. Karena anggarannya besar, saat ini pemerintah sedang mencari industri yang akan membuat satelit tersebut.

''Satelit ini, dibuat untuk penginderaan jarak jauh berbagai misi. Bisa untuk ketahanan pangan, pemantauan panen, hutan, memantau daerah aliran sungai dan lain-lain,'' kata Bambang di acara Konferensi Internasional tentang Aplikasi Teknologi Antariksa untuk Perubahan Iklim, Senin (2/9) .

Menurut Bambang, satelit tersebut ditargetkan bisa dibuat pada 2019. Saat ini, masih dalam tahapan pengembangan Lapan. Indonesia, membuat ini karena ingin mengembangkan satelit yang lbh kuat.

Bambang mengatakan Lapan ditunjuk sebagai lembaga teknis untuk pembuatan satelit ini. Tapi, ini adalah proyek nasional Indonesia. Saat ini, pemerintah masih mencari industri yang akan menjalankan proyek ini.

Lantaran kapasitasnya sudah 1 ton diperlukan investasi yang tinggi maka industri yang harus mengerjakan. Selama ini, Lapan hanya membuat satelit kapasitas kecil dengan investasi sekitar Rp 50 miliar.

''Industri nasional yang punya potensi menggarap ini, PT Len dan PT DI. Itu potensi, nanti kita pilih siapa yang akan buat satelitnya,'' ujar Bambang.

Dikatakannya, Indonesia sampai saat ini belum memiliki satelit metrologi. Jadi, satelit berkapasitas besar tersebut harus dikembangkan. Beberapa satelit yang sudah dibuat Lapan, adalah satelit Tubsad kapasitas 57 kg. Lalu, sekarang Lapan sedang membuat satu satelit lagi di Bogor.

Rencananya, satelit bernama Lapan A2 ini akan diluncurkan dengan menggunakan satelit India tahun depan. Kapasitasnya, naik sedikit dari berat satelit sebelumnya yang hanya 57 kg. Satelit ini akan dilengkapi dengan sensor untuk memantau pergerakan kapal dilaut yang dikenal dengan automatic indentification sistem (AIS).

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.739 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.592 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    652 respon

Total Respon: 6.983
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

Gadget

lanjut...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft