Republika Online
Updated: Wed, 02 Oct 2013 22:37:12 GMT

Cloud Computing Solusi Mempertahankan Bisnis Saat Krisis



Cloud Computing Solusi Mempertahankan Bisnis Saat Krisis

Cloud Computing Solusi Mempertahankan Bisnis Saat Krisis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri teknologi informasi (TI) di Indonesia terkena imbas melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sebab, bisnis dan investasi di bidang TI sangat berkaitan erat dengan kurs nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Nilai beli perangkat dan infrastruktur TI pun meninggi. Akibatnya, belanja modal alias capital expenditure (Capex) yang dikeluarkan perusahaan dan usaha kecil menengah (UKM) dalam menggunakan produk TI kian membesar. Beberapa perusahaan mulai melirik infrastruktur TI yang lebih hemat dan efisien. Sementara bagi UKM membangun infrastruktur TI terasa memberatkan.

Kondisi di atas bukan tidak bisa disiasati. President Director PT Supra Primatama Nusantara (Biznet Networks), Adi Kusma mengatakan, teknologi cloud computing dapat menjadi solusi bagi perusahaan dan UKM dalam menggunakan teknologi informasi.

"Dalam situasi saat ini (depresiasi rupiah), cloud computing bisa menjadi solusi dalam menekan angka Capex. Karena pembelian infrastruktur TI sangat dipengaruhi kurs dolar AS," ujarnya, di Jakarta, Rabu (2/10).

Adi menuturkan, sosialisasi cloud computing dan pemanfaatannya, merupakan potensi bisnis di saat krisis nilai tukar. Sejatinya, kata Adi, cloud computing mulai popular di Indonesia pada 2010. Bahkan secara tidak langsung, teknologi cloud computing telah digunakan jauh sebelumnya di Indonesia. Contohnya beberapa platform sosial media dan online game di Indonesia, sudah mengadaptasi sistem cloud computing.

Dijelaskan Adi, Cloud computing atau komputasi awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis Internet (awan). Teknologi ini merupakan layanan hosting berbasis virtualisasi, yang memungkinkan akses data dari manapun, termasuk melalui Internet publik.

"Cloud dapat menyimpan big data, baik enterprise data (data klien, produk, transaksi perdagangan) maupun sosial data seperti konten, teks, audio, video, dan gambar, bercampur menjadi satu. Sehingga membuat perusahan dan UKM dapat menyimpan data mereka tanpa harus membeli server atau infrastruktur TI yang mahal," kata Adi memaparkan.

Adi memperkirakan di masa mendatang akan semakin banyak perusahaan dan konsumen yang menggunakan layanan cloud computing. Terlebih semakin banyaknya pengguna ponsel pintar dan komputer tablet di Indonesia. "Sebagian besar dari mereka akan memilih provider yang mampu mengakomodasi kebutuhan end to end, dari perangkat sampai infrastruktur. Dan yang paling penting adalah isu keamanan data user," sebutnya.

Biznet Cloud bisa menjadi salah satu pilihan tepat. Adi berujar sebagai salah satu operator telekomunikasi dan multimedia terkemuka di Indonesia, mereka memberi penambahan tools disisi firewall, untuk meningkatkan sistem keamanan.

Adapun layanan Biznet Cloud Server dengan kapasitas terendah saat ini adalah memori 1 Gigabyte (GB) dan 100 GB storage dengan tarif Rp 2,25 juta per bulan dan yang terbesar adalah memori 32 Gigabyte (GB) dan 100 GB storage dengan tarif Rp 14,5 juta per bulan. Apabila kapasitas yang diperlukan lebih besar dari yang telah disediakan, sistem Biznet Cloud dapat dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Sejak diluncurkan 2010 jumlah pelanggan Biznet Cloud semakin bertambah jumlahnya. Beberapa di antaranya seperti Startup company, perusahaan UKM, content provider, airlines dan e-commerce mempercayakan datanya pada layanan tersebut.

Worldwide Partner Conference yang beberapa pekan lalu diselenggarakan di Houston, Texas, AS, menyebut hasil riset Microsoft mengenai perkembangan dan keuntungan yang dapat diraih dari cloud computing.
Riset tersebut menyatakan cloud computing berpotensi menghasilkan profit 1,6 kali lebih besar dibanding cara konvensional seperti menyimpan dalam data storage, serta mampu meningkatkan bisnis hingga 2,4 kali lebih cepat.

Diprediksi pada 2015 terdapat 915 jenis pekerjaan baru yang berhubungan dengan cloud computing. Pada tahun ini, cloud computing di Indonesia tumbuh 70 persen dibanding 2012, kebanyakan dari mereka adalah perusahaan dan pebisnis.

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    5.237 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.262 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    461 respon

Total Respon: 6.960
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

Gadget

lanjut...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft