okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Mon, 22 Apr 2013 10:36:54 GMT | By amril.amarullah, okezone.com

Populasi Koala Kian Menurun Karena Virus



Populasi Koala Kian Menurun Karena Virus

MELBOURNE _ Hewan yang menjadi ikon Australia, yakni koala secara resmi terdaftar sebagai spesies yang terancam punah. Hal ini dilihat dari penurunan jumlah populasi yang signifikan dalam dua dekade terakhir.

Disebabkan hilangnya habitat, kekeringan berkepanjangan, dan serangan hewan lain diduga menjadi alasan penurunan populasi koala. Disamping itu, penyakit menular seksual klamidia (chlamydia) dan retrovirus koala (KoRV) yang setara dengan HIV/AIDS juga menyebabkan tingginya angka kematian koala.

Dikutip Guardian, Senin (22/4/2013), para peneliti telah menemukan vaksin yang disebut "cawan suci" untuk memahami cara kerja sistem kekebalan tubuh pada spesies tersebut. Diharapkan penemuan ini dapat mengurangi infeksi seksual pada koala. Sehingga, dapat mencegah kepunahan koala.

Sementara itu, tim gabungan peneliti dari Australian Museum dan Queensland University of Technology telah berhasil memetakan genom koala. Termasuk gen interferon gamma (IFN-g), yakni senyawa kimia pembawa pesan yang memainkan peranan penting dlaam mengelola pertahanan hewan tersebut untuk melawan kanker, virus dan bakteri intraseluler.

"Kami mengetahui bahwa gen seperti IFN-g sangat penting untuk mengendalikan infeksi klamidia pada manusia dan hewan lainnya. Mampu mengidentifikasi ini pada koala akan menjadi langkah maju yang besar untuk memahami dan mengendalikan penyakit pada spesies ini," kata pemimpin penelitian, Prof. Peter Timms.

Seperti yang diketahui, koala merupakan marsupial (binatang berkantung) terbesar di dunia yang tinggal di pepohonan. Mereka hanya mengkonsumsi daun-daun pohon eucalyptus dan banyak menghabiskan waktu untuk tidur. Saat ini diperkirakan populasi koala berjumlah 100ribu ekor setelah mengalami kepunahan selama 15 juta tahun terakhir.

Penyakit KoRV pada koala pertama kali diidentifikasi pada awal 2000 lalu dan diduga memicu kanker pada hewan ini. Analisis terbaru pada sampel DNA dari kulit koala menunjukkan bahwa penyakit ini sudah ada sejak 120 tahun yang lalu.

Wikipedia menerangkan, Koala (Phascolarctos cinereus) adalah salah satu binatang berkantung khas Australia dan merupakan wakil satu-satunya dari keluarga Phascolarctidae. Berat Koala bervariasi dari 14 kg untuk jantan selatan yang besar, sampai 5 kg untuk betina utara yang kecil.

Koala mirip dengan wombat (saudara terdekat mereka). Namun, hewan ini memiliki bulu yang lebih tebal dan lembut, telinga yang lebih besar, dan kaki-tangan yang lebih panjang dilengkapi dengan cakar yang besar serta panjang untuk membantunya memanjat.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    20 %
    Setuju
    288 respon
  2. 77 %
    Tidak setuju
    1.110 respon
  3.  
    3 %
    Tidak tahu
    43 respon

Total Respon: 1.441
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Gadget

lanjut...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft