okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Tue, 12 Nov 2013 12:15:00 GMT | By amril.amarullah, okezone.com

Hacker Indonesia vs Australia Kian Meruncing

Keberanian Anonymous Indonesia untuk menyerang berbagai situs milik pemerintah Australia tidak terlepas dari dukungan penuh dari sesama kelompok peretas di Negeri Kanguru itu, Anonymous Australia.


Hacker Indonesia vs Australia Kian Meruncing

SYDNEY _ Tuduhan atas penutupan situs web Australian Secret Intelligence Service (ASIS) kembali diarahkan ke kelompok peretas Anonymous Indonesia. Bukan tanpa alasan, beberapa waktu lalu hacker tersebut bersikeras akan melancarkan aksi serangan kepada pemerintah Negeri Kanguru.

Dilansir Business Spectator, Selasa (12/11/2013) Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia hingga kini belum bersedia memberikan pernyataan mengenai kejadian yang menimpa situs badan intelejen negaranya. Padahal, situs tersebut dilaporkan mengalami gangguan atau mati sejak Senin sore kemarin.

"Serangan yang dilancarkan oleh Anonymous Indonesia memang berlangsung dari Jumat lalu," ungkap Direktur Eksekutif kelompok riset ICT Institute Heru Sutadi.

"Anonymous Indonesia telah mengatakan rencana serangan itu kepada saya," lanjutnya.

Lebih lanjutnya, ia juga mengatakan bahwa kerusakan situs merupakan hasil dari rudal distributed denial-of-service (DDoS) yang diluncurkan oleh hactivist Indonesia. Serangan itu dilakukan sebagai kelanjutan dari ancamannya terhadap Australia untuk berhenti memata-matai negaranya melalui kedutaan besar.

Keberanian Anonymous Indonesia untuk menyerang berbagai situs milik pemerintah Australia tidak terlepas dari dukungan penuh dari sesama kelompok peretas di Negeri Kanguru itu, Anonymous Australia.

Kelompok peretas Indonesia itu juga sebelumnya sudah diberi peringatan keras oleh pemerintah Australia untuk menghentikan aksinya dalam menyerang situs negaranya. Penasaran ingin melihat seperti apa video peringatan yang ditujukan kepada Anonymous Indonesia, klik tautan ini.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.259 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.123 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    878 respon

Total Respon: 9.260
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Gadget

lanjut...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft