okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Tue, 12 Feb 2013 05:58:08 GMT | By amril.amarullah, okezone.com

Game Kekerasan Bisa Picu Aksi Kejahatan



Game Kekerasan Bisa Picu Aksi Kejahatan

CALIFORNIA - Ilmuwan telah mempelajari dan memperdebatkan efek kekerasan media pada perilaku sejak beberapa dekade lalu. Game terkini diketahui lebih realistis dan menampilkan adegan berdarah-darah.

Dilansir Nytimes, Selasa (12/2/2013), aksi kekerasan seperti yang ditampilkan di layar kaca atau video game, kabarnya mampu memberikan dampak terhadap perilaku manusia. Ilmuwan meyakini pria muda yang melakukan tindakan penembakkan di Columbine High School, di bioskop Aurora Colorado terkait dengan "fantasi digital gelap".

Paparan kekerasan komputerisasi ini diduga memberi pelaku ide untuk mengamuk atau setidaknya memicu pelakunya untuk melakukan aksi kekejaman. Berdasarkan catatan penelitian, sebagian besar pria muda Amerika Serikat senang memainkan game berbau kekerasan, sementara wanita sedikit yang menggemari game kekerasan.

Penelitian baru dimulai untuk menjelaskan apa yang bisa dan tidak bisa dikatakan tentang efek dari game kekerasan. Bermain game diyakini mampu mendesak perilaku agresif ringan dalam jangka pendek.

Selain itu, anak-anak yang mengembangkan kebiasan bermain game menjadi sedikit lebih agresif, yang diukur dengan bentrokan dengan teman sebaya. Ini terjadi sedikitnya selama satu atau dua tahun.

"Saya tidak tahu bahwa penelitian psikologis bisa menjawab pertanyaan itu secara definitif. Kami mengumpulkan apa yang kami dapat dari data dan penelitian tentang video game," kata Michael R. Ward dari University of Texas, Arlington.

Belum diketahui apakah periode panjang seperti kebiasaan, meningkatkan kemungkinan bahwa seseorang akan melakukan kejahatan kekerasan seperti pembunuhan, pemerkosaan atau penyerangan. Bahkan, pembantaian yang dilakukan di tempat umum.

Penelitian ini dilakukan dalam beberapa kategori, seperti percobaan laboratorium jangka pendek, studi di sekolah dan studi korelasi antara waktu bermain dang agresi. Peneliti juga menganalisis antara penjualan video game dan tren tindak pidana kekerasan.

Eksperimen laboratorium mengangkat beberapa judul game seperti Call of Duty, Killzone 3, atau Battlefield 3. Dalam beberapa studi terbaru, psikolog di Iowa State University, Christopher Barlett melakukan penelitian terhadap mahasiswa yang bermain Mortal Kombat: Deadly Alliance.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    751 respon
  2. 77 %
    Tidak setuju
    3.137 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    168 respon

Total Respon: 4.056
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Gadget

lanjut...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft