okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2012, All Rights Reserved)
Updated: Fri, 21 Dec 2012 11:09:35 GMT | By amril.amarullah, okezone.com

Erik Meijer, Bule Gaul yang Sukses Besarkan 3 Operator di Indonesia



Erik Meijer, Bule Gaul yang Sukses Besarkan 3 Operator di Indonesia

JAKARTA _ Sedikit gaul. Orang bilang sok akrab. Tapi itulah Erik Meijer yang penuh dengan keramahan, sopan, mudah bergaul, smart dan sangat mengerti betul budaya dan kultur masyarakat Indonesia.

Gaya bicaranya ceplas-ceplos dan sesekali disertai tawa. Bahkan ia pun tak sungkan melepas canda atau mengejek siapa saja yang dijadikan lawan bicaranya, termasuk Okezone.com ketika bertandang ke kantornya di Jalan Merdeka Barat, Jakarta.

Bule kelahiran Belanda, 6 September 1970 ini terbilang sukses malang melintang di dunia telekomunikasi di Indonesia. Meski santai, humoris namun tetap tegas dengan perkataan dan ucapannya yang membuat orang begitu terkesan ketika berbincang bersama Erik.

Terlebih, suami dari aktris Maudy Koesnadi ini memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik, tidak lagi terbata-bata, bukan layaknya orang bule yang baru menginjakkan kakinya di Indonesia.

Sehingga, ketika Okezone berbincang khusus di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, Director and Chief Commercial Officer Indosat itu, tidak mengalami kesulitan mencerna setiap pertanyaan yang diajukan. Bahkan, di ruangan yang cukup luas itu, seperti tidak ada pembatas, pintu pun terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin bertamu.

Lalu, bagaimana celoteh pria beranak satu ini menceritakan pengalaman bisa berlama-lama di Indonesia hingga menjadi WNI. Menurutnya, semua dari kebetulan. Bagaimana tidak, awalnya hanya ditugaskan selama dua pekan oleh sebuah perusahaan operator Belanda bernama KPN Royal Dutch Telecom pada 1991.

Namun keinginannya untuk serius berkarir di industri telekomunikasi, Erik melanjutkan pendidikan Executive Program dalam Marketing Telecommunication di INSEAD, Prancis. Hingga akhirya membawa Erik ditugaskan kembali oleh operator Belanda tersebut untuk mengembangkan bisnis, menjalin kerjasama, dan pemasaran di Indonesia pada 1993.

"Saya waktu itu dikirim ke sini dari operator Belanda dengan tujuan membuat bisnis plan untuk mencari investasi-investasi. Setelah beli saham di Telkomsel, saya akhirnya dimasukkan oleh telkom Belanda itu ke Telkomsel. Tujuannya karena saya harus bertanggung jawab, jangan haya membuat bisnis plan saja di sini. Jadi awalnya saya dikirim hanya untuk dua minggu, tapi masih ada disini hingga hampir 20 tahun," urai Erik Meijer.

Dari Telkomsel, karir Erik di industri telekomunikasi Indonesia dimulai. Sejak 1995 hingga 2006 memperkuat Telkomsel, Erik mengemban tugas untuk bagian penjualan dan pemasaran. Sebelum hengkang dari operator plat merah itu, Erik menjabat sebagai Vice President Marketing & CRM.

Karirnya yang cemerlang membawa Erik berlabuh di Bakrie Telecom pada awal 2007 dan menjabat sebagai Deputy President Director. Saat menjadi sosok penting di Bakrie Telecom, Erik juga turut serta berperan di berbagai Grup Bakrie termasuk sebagai President Director of Bakrie Connectivity, sebuah perusahaan yang fokus menyampaikan produk Broadband Wireless Access dan jasa di Indonesia.

Setelah lima tahun memperkuat Bakrie Telecom, akhirnya Erik berpindah peraduan ke salah satu operator terbesar di Indonesia, Indosat. Pada Mei 2012, ayah dari Eddy Maliq Meijer ini resmi menjabat sebagai Director and Chief Comercial Officer Indosat.

"Setelah Telkomsel, Bakrie Telecom, akhirnya saya kembali ke pelukan orang-orang Indosat. Dari dulu bos saya memang selalu orang Indosat juga, seperti Rudiantara dan Hasnul Suhaemi, yang waktu itu dikirim juga sebagai Direktur Niaga di Telkomsel. Memang dunia berputar, sekarang saya justru ada di Indosat," ungkapnya.

Memiliki karir yang cukup lama di Indonesia, akhirnya Erik membangun biduk rumah tangga dengan aktris cantik Maudy Koesnaedi pada 2002. " Keuntungan saat saya dikirim ke sini masih single, belum berkeluarga. Jadi belum ada tuntutan. Sehingga, setelah sekira sembilan tahun di Indonesia, saya akhirnya mendapat jodoh orang Indonesia asli dan menikah di sini," tuturnya.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.374 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.456 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    923 respon

Total Respon: 9.753
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Gadget

lanjut...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft