okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Wed, 20 Feb 2013 03:10:27 GMT | By fetra, okezone.com

Cyberbullying Bukan Masalah Sepele



Cyberbullying Bukan Masalah Sepele

JAKARTA - Perilaku intimidasi melalui dunia maya atau cyberbullying, marak terjadi khususnya di kalangan anak-anak. Norton by Symantec menekankan pentingnya kesadaran orangtua untuk menjaga dan mengawasi anaknya dari perbuatan tidak menyenangkan tersebut.

Effendy Ibrahim, Norton Internet Safety and Director, Asia, Norton by Symantec di Jakarta, Rabu (20/2/2013) mengatakan, teknologi bisa dimaksimalkan dan sebagai pendukung untuk membantu menyelesaikan masalah. Cyberbullying di internet bisa berasal dari teks maupun gambar, misalnya posting-an komentar mengenai fitnah di jejaring sosial.

Kendati demikian, menurut Effendy, solusi mengenai cyberbullying juga harus memperhatikan aspek-aspek sosial pada keluarga, seperti komunikasi antara orangtua dan anak. Roslina Verauli, Psikolog untuk anak dan keluarga di RS Pondok Indah & Pachealth mengatakan, salah satu tanda anak menjadi korban bullying ialah ia merasa tertekan atas tersebarnya informasi yang ia anggap tidak layak untuk umum.

"Dia lihat (informasi tersebut di internet), dan gak nyaman. Itu sudah menjadi kategori cyberbullying," ujar Verauli. Ia menjelaskan, ketika di dunia nyata anak menjadi korban bullying, maka cakupannya hanya di area tertentu seperti sekolah.

Sementara ketika sudah masuk ranah cyber, maka ini tidak hanya semakin meluas, tetapi juga sulit dihapus. Tidak hanya itu, informasi mengenai hal yang tidak diinginkan anak untuk di-publish juga sukar dilacak.

"Bully di dunia nyata (offline), juga berisiko menjadi korban bully online. Ini biasanya terjadi pada anak yang sendirian," tuturnya. Ia menyarankan, anak harus memiliki minimal satu teman atau semakin banyak lebih baik.

"Dampak bullying ini tidak hanya pada korban, tetapi si pelaku juga memiliki gangguan lebih berat ke depan hingga berdampak antisosial. Pelaku bisa terkena dampak (sosial) di masa depannya," jelasnya.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.292 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.212 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    887 respon

Total Respon: 9.391
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Gadget

lanjut...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft