okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)
Updated: Mon, 26 Dec 2011 18:17:16 GMT | By tyo, okezone.com

Botol Plastik Bisa Dijadikan Lampu Tenaga Surya



Botol Plastik Bisa Dijadikan Lampu Tenaga Surya

MANILA - Sekitar 25.000 rumah keluarga berpenghasilan rendah, di Filipina, telah menyala setelah diterapkannya rancangan bola lampu tenaga surya, yang terbuat dari botol plastik.

Sebuah yayasan bernama My Shelter Foundation, sekira 6 bulan lalu meluncurkan proyek The Liter of Light. Organisasi non pemerintah yang bermaskas di Filipina ini, menargetkan untuk dapat menyediakan cahaya untuk 1 juta rumah, yang masih belum memiliki listrik, serta untuk mereka yang dalam ambang pemutusan listrik.

Diwartakan The Guardian, Senin (26/12/2011), rancangan ini menggunakan botol plastik yang diisi larutan air yang telah diberi pemutih, lalu dimasukkan ke lubang di atap besi rumah-rumah di kota kumuh tersebut. Kemudian, botol tersebut akan memantulkan cahaya matahari setara 55 watt, ke dalam ruangan. yang kemudian dibiaskan setara dengan 55W sinar matahari ke dalam ruangan. Selama siang hari, setidaknya. Dibutuhkan lima menit untuk membuat, dengan peralatan seperti palu, paku, lempengan logam, amplas dan epoksi.

"Sebelum kita memiliki lampu botol, jalan setapak ke rumah kami begitu gelap dan masuk ke dalam hanya membuatnya lebih gelap. Anak-anak tidak lagi takut - mereka bahagia. sekarang dan mereka tertawa karena mereka dapat bermain di siang hari bukannya bermain di jalanan," ujar Eduardo Carillo, seorang warga di salah satu daerah Metro Manila.

Ide untuk menggunakan botol plastik sebagai sumber cahaya bukan hal baru, ide tersebut sebelumnya telah dikembangkan Alfredo Moser, di Brazil, pada 2002. Tetapi dengan bantuan sekelompok mahasiswa MIT, bola lampu tenaga matahari yang digunakan di Filipina telah dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan lokal.

"Tantangannya adalah bagaimana negara berkembang menciptakan caranya sendiri, untuk membatasi emisi karbon. Karena kami tidak mampu untuk mengimpor solusi yang sudah dipatenkan atau diproduksi oleh negara maju dan tidak bisa menunggu sampai harganya jadi lebih terjangkau," terang Ilac Diaz dari My Shelter Foundation sekaligus seorang social enterpreuner.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.895 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.032 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    703 respon

Total Respon: 7.630
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Gadget

lanjut...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft