okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Tue, 16 Jul 2013 04:44:57 GMT | By fetra, okezone.com

Alasan XL Kepincut "Caplok" Axis



Alasan XL Kepincut "Caplok" Axis

JAKARTA - PT. XL Axiata beberapa pekan lalu masih bungkam untuk mengungkap apakah pihaknya benar akan mengakuisisi Axis. Terkini, informasi kepastian merger tersebut beredar dari pihak Kominfo yang mengonfirmasi dan saat ini tengah dibahas melalui Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

Bagaimana XL melihat Axis? Menurut pengamat telekomunikasi, Teguh Prasetya yang dihubungi Okezone, Selasa (16/7/2013) mengatakan, Axis memiliki daya tarik dengan jumlah sekira 50 juta pelanggan. "Axis punya spektrum yang diinginkan XL untuk perluasan network dan pelanggan. Itu aset yang tidak kalah penting," ujar Teguh.

Yang ketiga, lanjut Teguh, brand name Axis ini sudah 3 tahun terakhir bisa bersinergi dengan XL. Sehingga, ini akan melahirkan value added yang bisa diperoleh oleh operator secara keseluruhan.

Keuntungan Axis sendiri, menurutnya, maka network-nya yang ter-coverage akan lebih baik dan bisa semakin luas. "Network-nya coverage (Axis) enggak lagi bolong-bolong. Yang kedua, Axis bisa diposisikan sebagai fighting brand, sementara XL valuable brand," terangnya. Dengan demikian, operator 'warna biru' ini bisa mendapatkan kekuatan atau ujung tombak untuk menggalang customer lebih banyak.

Lebih lanjut Teguh mengatakan, proses merger ini tentu harus didukung penuh oleh pemerintah, dalam hal ini Kominfo, BRTI dan badan yang terkait. "Menteri (tentunya) mendukung industri yang sehat, untuk bisa lebih besar, lebih kuat menjangkau masyarakat lebih banyak," tambahnya.

Teguh mengungkapkan, ada sekira 110 persen penetrasi mobile hingga akhir tahun. Sehingga, ini bisa sebagai tantangan atau challenge untuk bisa menemukan celah-celah baru. "Ada market yang bisa digarap. Kontribusi industri kepada negara tetap bisa dijaga dan tumbuh. Bisa diandalkan, kita enggak mau industri ini runtuh," jelasnya.

Ketika ditanya berapa jumlah operator ideal di Indonesia, ia mengungkap angka tiga sebagai jumlah ideal. Maksimum 3, namun seperti diketahui sudah ada operator yang berbasis grup misalnya Smartfren (Smart dengan Fren), begitu juga nantinya grouping antara XL-Axis. "Saya rasa kembali lagi, ini konsolidasi, gosipnya CDMA menjadi satu. Ini menumbuhkan satu titik kesetaraan baru, untuk para player (operator telekomunikasi)," jelasnya.

Sebagaimana dahulu IM3 dengan Satelindo, menurutnya, merger XL dan Axis bukan suatu hal yang baru. "Yang perlu dicermati, ini bisa meningkatkan value, strong company," tegasnya.

Nasib Pengguna

Mengenai pengguna XL maupun Axis nantinya, menurut Teguh akan kembali lagi ke hasil kebijakan masing-masing perusahaan yang merger. Diharapkan tentunya bisa dipertahankan, karena kedua perusahaan tidak ingin kehilangan pelanggan. "Diharapkan pelanggan semakin kuat dan bertambah, tanpa perlu mengorbankan brand dia yang ada," imbuhnya.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.863 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.945 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    691 respon

Total Respon: 7.499
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Gadget

lanjut...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft