BeritaSatu Logo
Updated: Mon, 27 Aug 2012 17:08:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal digital-life

Video Parodi Pendukung Jokowi Cetak Hits di YouTube



Berita Satu

BERITASATU.COM - YouTube adalah platform bagi ekspresi dan pertukaran ide yang positif

Ada-ada saja cara para pendukung pasangan Joko Widodo dan Cahya "Ahok" Purnama untuk memenangkan pasangan itu di pemungutan suara putara kedua pemilihan gubernur DKI Jakarta, 20 September mendatang.

Setelah membuat game "Selamatkan Jakarta", kini sejumlah pendukung Jokowi dan Ahok menciptakan video parodi tentang kemacetan dan pungutan liar dalam proses pembuatan Kartu Tanda Penduduk di Jakarta.

Luar biasanya, sejak diunggah pada 25 Agustus kemarin video itu sudah diakses 211,658 kali, jumlah yang sangat jarang diraih oleh video lokal Indonesia dalam waktu sesingkat itu. Dari jumlah itu sebanyak 6.555 mengklik tanda "suka" dan hanya 56 yang tidak suka.

"Jakartaku kok bisa kejam begini, macet kumuh brantakan ga kenal hari, kiri kanan setoran ga berhenti-henti, Kubutuh Uh uh Kubutuh mas Jokowi," bunyi sepenggal lirik lagu yang merupakan parodi dari lagu "What Makes You Beautiful" dari band remaja Inggris One Direction.

Video itu diciptakan dan diunggah oleh cameoproject dan dalam keterangannya di YouTube mengaku bahwa video itu dibuat secara sukarela.

"Ini bukan kampanye, hanya curahan hati sekelompok simpatisan yang mewakili manusia yang rindu perubahan di Jakarta... enjoy!" bunyi tulisan di bawah video itu.

Cameoproject dalam channel YouTube mereka menyebut diri sebagai orang-orang yang "suka bercerita melalui film dan fotografi" dan kini sudah punya sembilan video di YouTube.

YouTube Medan Kampanye Baru

Penggunaan media baru seperti YouTube sendiri dalam kampanye pemilihan gubernur DKI Jakarta menunjukan tren meningkat. Mulai dari video Jakarta Baru hingga kampanye negatif "Koboi Cina" (yang akhirnya dihapus oleh YouTube) dan "parodi Hitler".

YouTube sendiri mengakui bahwa video internet sudah lama menjadi katalis bagi berbagai perubahan sosial di dunia dan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

"YouTube adalah platform bagi ekspresi dan pertukaran ide yang positif," kata Google Indonesia Country Head Rudy Ramawy dalam korespondensi email dengan Beritasatu.com.

"Di Indonesia, kita telah melihat banyak anggota masyarakat yang secara kreatif menggunakan YouTube untuk mengekspresikan pikiran dan pendapat mereka guna membantu memajukan topik-topik di daerahnya atau secara nasional," imbuh dia dalam emailnya.

Penggunaan media seperti YouTube dalam kampanye, menurut dia, sudah lazim dilakukan oleh pemimpin dunia seperti Presiden Barack Obama, Perdana Menteri Inggris David Cameron, dan Presiden Benigno Aquino III.

Rudy berharap YouTube akan terus menjadi arena pertukaran gagasan dan ide positif untuk membawa perubahan.

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    5.006 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.199 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    438 respon

Total Respon: 6.643
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Gadget

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft