
BERITASATU.COM - YouTube adalah platform bagi ekspresi dan pertukaran ide yang positif
Ada-ada saja cara para pendukung pasangan Joko Widodo dan Cahya "Ahok" Purnama untuk memenangkan pasangan itu di pemungutan suara putara kedua pemilihan gubernur DKI Jakarta, 20 September mendatang.
Setelah membuat game "Selamatkan Jakarta", kini sejumlah pendukung Jokowi dan Ahok menciptakan video parodi tentang kemacetan dan pungutan liar dalam proses pembuatan Kartu Tanda Penduduk di Jakarta.
Luar biasanya, sejak diunggah pada 25 Agustus kemarin video itu sudah diakses 211,658 kali, jumlah yang sangat jarang diraih oleh video lokal Indonesia dalam waktu sesingkat itu. Dari jumlah itu sebanyak 6.555 mengklik tanda "suka" dan hanya 56 yang tidak suka.
"Jakartaku kok bisa kejam begini, macet kumuh brantakan ga kenal hari, kiri kanan setoran ga berhenti-henti, Kubutuh Uh uh Kubutuh mas Jokowi," bunyi sepenggal lirik lagu yang merupakan parodi dari lagu "What Makes You Beautiful" dari band remaja Inggris One Direction.
Video itu diciptakan dan diunggah oleh cameoproject dan dalam keterangannya di YouTube mengaku bahwa video itu dibuat secara sukarela.
"Ini bukan kampanye, hanya curahan hati sekelompok simpatisan yang mewakili manusia yang rindu perubahan di Jakarta... enjoy!" bunyi tulisan di bawah video itu.
Cameoproject dalam channel YouTube mereka menyebut diri sebagai orang-orang yang "suka bercerita melalui film dan fotografi" dan kini sudah punya sembilan video di YouTube.
YouTube Medan Kampanye Baru
Penggunaan media baru seperti YouTube sendiri dalam kampanye pemilihan gubernur DKI Jakarta menunjukan tren meningkat. Mulai dari video Jakarta Baru hingga kampanye negatif "Koboi Cina" (yang akhirnya dihapus oleh YouTube) dan "parodi Hitler".
YouTube sendiri mengakui bahwa video internet sudah lama menjadi katalis bagi berbagai perubahan sosial di dunia dan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
"YouTube adalah platform bagi ekspresi dan pertukaran ide yang positif," kata Google Indonesia Country Head Rudy Ramawy dalam korespondensi email dengan Beritasatu.com.
"Di Indonesia, kita telah melihat banyak anggota masyarakat yang secara kreatif menggunakan YouTube untuk mengekspresikan pikiran dan pendapat mereka guna membantu memajukan topik-topik di daerahnya atau secara nasional," imbuh dia dalam emailnya.
Penggunaan media seperti YouTube dalam kampanye, menurut dia, sudah lazim dilakukan oleh pemimpin dunia seperti Presiden Barack Obama, Perdana Menteri Inggris David Cameron, dan Presiden Benigno Aquino III.
Rudy berharap YouTube akan terus menjadi arena pertukaran gagasan dan ide positif untuk membawa perubahan.
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- Presiden Tunjuk Chatib Basri Jadi Menkeu
- Momen-momen Terbaik Musim Ini
- Perjalanan Xbox 2001-2013
- Selebriti yang Menerbitkan Buku Masak
- Sesi Foto ‘Great Gatsby’
- Supermodel yang Menjadi Ibu
- Negoisasi Politik dalam Segelas Bir
- Terrafugia TF-X, Mobil yang Bisa Terbang
- Manipulasi Foto Sejak Dulu Kala
- Kembang Kol dan Kentang, Sayuran Sehat Terlupakan
- Eksklusif: Sehari di Korea Utara
- Pengungsi Palestina Yang Terlupakan
- Berlomba Membangun Menara Manusia
- Pedrosa Akhirnya Taklukkan Le Mans
- 10 Hal yang Tidak Kamu Ketahui tentang Pokemon
poling berita
Yakinkah Anda, artis-artis yang menjadi calon anggota legislatif mampu memperbaiki citra DPR?
- Lihat
- Bagikan
Gadget

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah sukses meluncurkan Lumia 928 dan Lumia 925, kabar angin seputar ...

REPUBLIKA.CO.ID, Masih dari penyelenggaraan Google I/O di San Fransisco, Amerika Serikat (AS). Menur...

REPUBLIKA.CO.ID, Banyak kabar terbaru mengiringi penyelenggaraan Google I/O tahun ini, salah satunya...

REPUBLIKA.CO.ID, Rumor akan rilisnya generasi ketiga Galaxy Tab sepertinya benar akan kejadian. Sepe...

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ponsel-ponsel pintar bersistem operasi Windows Phone akhirnya mampu mela...








