BeritaSatu Logo
Updated: Sat, 08 Sep 2012 18:09:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal digital-life

"Games Kekerasan" Perkuat Tubuh untuk Menahan Rasa Sakit Lebih Lama



Berita Satu

BERITASATU.COM - Mampu menahan sensasi rasa sakit lebih lama karena respon tubuh terhadap keadaan penuh tekanan.

Menembak, memukul, dan tindakan-tindakan menyakiti lawan di permainan elektronik (online games maupun video games) selama ini dinilai tak baik karena dianggap bisa memicu perilaku agresif. Namun, menurut peneliti, kekerasan pada games elektronik pun punya manfaat kesehatan, meski tak kentara jelas.

Sekelompok peneliti di Keele University, Inggris, mengatakan, 40 relawan mampu menahan rasa sakit sekitar 65 persen lebih lama dari umumnya setelah bermain games elektronik bernuansa kekerasan sebagai pemeran utama penembak. Hal ini dibanding dengan orang yang bermain games elektronik tanpa kekerasan, seperti bermain game golf.

Partisipan dari masing-masing jenis game, baik yang mengandung kekerasan maupun tanpa kekerasan, kemudian dites reaksinya dengan memasukkan salah satu tangan ke dalam seember air es setelah bermain games elektronik.

Secara rata-rata, partisipan yang baru selesai bermain game kekerasan mampu menahan sakit dan dinginnya air sekitar 65 persen lebih lama. Hal ini mengindikasikan, kekuatan dan toleransi terhadap rasa sakit pada orang yang bermain games bernuansa kekerasan mengalami peningkatan. Detak jantung pun terlihat meningkat.

Menurut para peneliti, toleransi rasa sakit dan peningkatan detak jantung ini terjadi karena adanya respon "lawan atau lari" dalam tubuh saat menghadapi kondisi penuh tekanan, dan ini bisa mengaktivasi penghalang rasa sakit di otak, ini juga menurunkan sensitivitas terhadap rasa sakit.

Studi ini dilakukan menyusul studi tentang peningkatan toleransi seseorang terhadap rasa sakit setelah mengucap kata-kata sumpah serapah.

Dosen senior di universitas tersebut, dr Richard Stephens mengatakan, asumsinya, menyumpah akan mengurangi perasaan sakit karena memicu reaksi emosional, cenderung agresi, yang pada akhirnya memicu respon "lawan atau lari" tadi.

Stephens mengakui, tes yang ia pimpin itu mengkonfirmasi bahwa games elektronik dengan kekerasan itu memang bisa menghalau rasa sakit, setidaknya untuk waktu singkat.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.980 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.299 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    743 respon

Total Respon: 8.022
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Gadget

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft