Mon, 16 Apr 2012 03:03:56 GMT

Pisang Ternyata Bisa Menyebabkan Fobia

Salah satu pengobatan fobia pada pisang menggunakan teknik psikoterapi neuro-linguistik.


Pisang bisa menyebabkan fobia

Kandungan potasium yang tinggi pada pisang bisa memberi manfaat yang baik bagi tubuh. Namun bagi beberapa orang, menyantap pisang, atau bahkan berada di dekatnya, bisa memberi pengalaman traumatis. Pasalnya, seperti dikutip dari Beritasatu, mereka yang takut pada pisang ini mengalami penyakit yang disebut bananaphobia.

Menurut majalah Vice, fobia pada pisang memiliki reaksi kuat ketika melihat buah berwarna kuning sehingga mereka bahkan tak bisa berjalan di bagian buah-buahan di supermarket saat melihat ada pisang atau buah berwarna kuning lainnya.

Bagaimana orang bisa menjadi takut pada beberapa jenis makanan? Menurut Vice, ketakutan ini biasanya dipicu oleh pengalaman buruk, seperti misalnya dipaksa makan buah tersebut saat masih kecil. Kemudian bau, kulit, dan bahkan melihat orang lain menyantap pisang, bisa menyebabkan sakit perut dan muntah, yang untuk sebagian lainnya bahkan berupa serangan kepanikan.

Salah satu penderita fobia pada pisang ini adalah Paula Ross yang sering digoda oleh teman-temannya sewaktu kecil, karena ia takut pada pisang. Kepada Daily Mail, Ross menceritakan bahwa ia sering dikejar teman-temannya sambil membawa pisang.

Sejak itu, ia coba diobati oleh seorang spesialis yang menggunakan teknik psikoterapi yang disebut program neuro-linguistik.

Pisang bukanlah satu-satunya makanan yang menjadi faktor ketakutan manusia (fobia). Beberapa anak memiliki tingkat ketakutan pada makanan dengan reaksi yang sering kali terasa berlibihan bagi orang lain. Seperti kecemasan, menangis, hingga muntah.

Sebuah penelitian di Journal of Behavior Therapy and Experimental Psychiatry yang dipublikasikan pada 2002 mengonfirmasi bahwa fobia pada makanan adalah hal serius.

"Meskipun kebanyakan fobia yang spesifik telah dideskripsikan dalam sejumlah literatur psychopathology dan pengobatan, kemungkinan tidak ada yang memiliki implikasi kesehatan serius," tulis jurnal tersebut.

Namun beberapa ketakutan ini bisa mengarah pada masalah yang lebih serius. Salah satu penelitian menemukan bahwa gangguan makan pediatrik pada umumnya terjadi pada 25 persen anak-anak dan sering dihubungkan dengan hilangnya berat badan, masalah medis, dan berkembangnya gangguan perilaku seperti bulimia dan anoreksia nervosa.

Penelitian tersebut mengevaluasi keefektivan penggunaan pengobatan perilaku oada seorang bocah lelaki berusia empat tahun dengan mencoba mengenalkan kembali makanan-makanan yang ditakuti itu dengan penguatan yang lebih positif. Pada umumnya, mereka yang fobia ini takut tersedak yang mengakibatkan mereka takut pada makanan. Pengobatan semacam ini biasanya berhasil seiring waktu.

Penulis: Delish/ Dewi Ria Utari

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    18 %
    Setuju
    771 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    3.282 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    175 respon

Total Respon: 4.228
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

gadget

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft