Thu, 12 Apr 2012 15:52:25 GMT | By PlasaMSN | Beritasatu
FOTO: Aksi Dubes AS Bergelantungan di KRL

Di kereta ia berbaur dan berdialog dengan penumpang



Duta Besar Amerika Serikat, Scot Marciel, Bekasi, naik KRL, dialog, kerjasama AS-RI (© ANTARA/Zabur Karuru)
Next
Previous
Previous
  • Duta Besar Amerika Serikat, Scot Marciel, Bekasi, naik KRL, dialog, kerjasama AS-RI (© ANTARA/Zabur Karuru)
  • Duta Besar Amerika Serikat, Scot Marciel, Bekasi, naik KRL, dialog, kerjasama AS-RI (© ANTARA/Zabur Karuru)
  • Duta Besar Amerika Serikat, Scot Marciel, Bekasi, naik KRL, dialog, kerjasama AS-RI (© ANTARA/Zabur Karuru)
  • Duta Besar Amerika Serikat, Scot Marciel, Bekasi, naik KRL, dialog, kerjasama AS-RI (© ANTARA/Zabur Karuru)
  • Duta Besar Amerika Serikat, Scot Marciel, Bekasi, naik KRL, dialog, kerjasama AS-RI (© ANTARA/Zabur Karuru)
Next
ANTARA/Zabur KaruruShow Thumbnails
Previous1 of 5Next
Bagikan galeri ini

Dubes Amerika Serikat (AS) Scot Marciel mengunjungi Bekasi, Jawa Barat, menggunakan Kereta Rel Listrik Commuter Line (CL), Kamis (12/4). Bersamanya turut pula sejumlah staf Kedutaan Besar AS, pejabat PT Kereta Api Indonesia, seperti Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi I, Mateta Rijalulhaq dan Senior Manager Security PT KAI Daop I Jakarta Akhmad Sujadi serta sejumlah wartawan. Mereka berangkat dari stasiun Gambir, Jakarta.

"Saya suka naik kereta, karena lebih nyaman dan cepat dibandingkan harus mengendarai mobil," kata Scot Marciel di kereta CL.

Namun, Scot dan rombongan harus menunggu sekitar 40 menit. Itu dikarenakan kerusakan KRL ekonomi di stasiun Sawah besar.

"Memang tadi kami harus menunggu, tapi tidak apa-apa, masalah mungkin terjadi tapi kereta ini bagus, nyaman dan dingin," kata Scot, duduk di gerbong 2 yang sepi penumpang tersebut.

Menurut dia, keuntungan naik kereta antara lain cepat dan dapat melihat pemandangan di luar. Dia juga menilai bahwa kereta CL yang ditumpanginya punya fasilitas yang nyaman seperti kereta yang ia naiki di Washington DC.

"Tapi bila saya naik kereta di Washington, tidak ada yang menyadari kehadiran saya, bukan seperti sekarang, saya juga melihat PT KAI memang berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, semoga selanjutnya juga ada jalur kereta menuju bandara," tambah Scot yang membeli tiket seharga Rp6.500 itu.

Scot juga sempat berbincang dengan penumpang di dalam gerbong untuk menanyakan tujuan perjalanan. "Saya ingin bertemu dengan teman di Bekasi," kata Zora (20) mahasiswi yang naik kereta CL dari stasiun Cikini menuju Bekasi, menjawab pertanyaan Scot.

Baca berita lengkapnya
.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.792 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.762 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    671 respon

Total Respon: 7.225
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft