Thu, 19 Jan 2012 16:40:53 GMT | By Santirta Martendano
Susahnya Berangkat Ke Sekolah

Mereka harus melewati jembatan gantung yang sudah putus saat berangkat ke sekolah di Desa Sanghiang Tanjung, Lebak, Banten.



Sekolah, Lebak Banten, Jembatan Putus. (© reuters/beawiharta)
Next
Previous
Previous
  • Sekolah, Lebak Banten, Jembatan Putus. (© reuters/beawiharta)
  • Sekolah, Lebak Banten, Jembatan Putus. (© reuters/beawiharta)
  • Sekolah, Lebak Banten, Jembatan Putus. (© reuters/beawiharta)
  • Sekolah, Lebak Banten, Jembatan Putus. (© reuters/beawiharta)
  • lebak, anak sekolah, jembatan putus, banten (© reuters/beawiharta)
  • lebak, anak sekolah, jembatan putus, banten (© reuters/beawiharta)
  • lebak, anak sekolah, jembatan putus, banten (© reuters/beawiharta)
  • lebak, anak sekolah, jembatan putus, banten (© reuters/beawiharta)
Next
reuters/beawihartaShow Thumbnails
Previous1 of 8Next
Bagikan Galeri ini

Pelajar melewati jembatan gantung yang hampir putus di Desa Sanghiang Tanjung, Lebak , Banten. (19/1). Seorang pelajar bernama Sofiah mengatakan bahwa ia harus melewati jembatan yang sudah putus untuk menuju ke sekolah mereka, karena tidak ada jalan lain. Para pelajar ini terpaksa berjalan kaki selama 30 menit hingga sampai di sekolah

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    2.069 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.557 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    780 respon

Total Respon: 8.406
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft