Sun, 17 Jun 2012 19:40:43 GMT | By PlasaMSN | Republika
Persoalan Besar Jakarta Dalam Gambar

Kemacetan



Kemacetan (© TEMPO/Aditia Noviansyah)
Next
Previous
Previous
  • Peringatan 485 Tahun Jakarta (© Tempo)
  • Kemiskinan (© Tempo)
  • Kemacetan (© TEMPO/Aditia Noviansyah)
  • Polusi Udara (© ANTARA/Reno Esnir)
  • t (© TEMPO/STR/Wisnu Agung Prasetyo)
  • Lautan sampah (© TEMPO/Tony Hartawan)
Next
TEMPO/Aditia NoviansyahShow Thumbnails
Previous3 of 6Next
Bagikan galeri ini

Kemacetan adalah persoalan yang harus segera ditangani karena hampir dijumpai di seluruh penjuru jalan raya dan menjadi 'santapan' masyarakat Ibu Kota sehari-hari. Apalagi, bila melihat perbandingan penambahan ruas jalan dan jumlah kendaraan bermotor.

Mengutip data pada Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya pada 2011, penambahan kapasitas jalan raya hanya sekitar 0,01 persen per tahun. Adapun setiap harinya, tercatat 1.000 sepeda motor dan sekitar 300 mobil baru turun ke jalanan. Diprediksi total kendaraan, baik umum maupun pribadi, yang berseliweran di jalanan Ibu Kota sekarang ini mencapai 8 juta unit.

Tidak seimbangnya antara jumlah ruas jalan dan pertambahan kendaraan pribadi membuat kemacetan menimbulkan kerugian. Potensi kerugian akibat kemacetan di DKI sekitar Rp 45 triliun per tahun.

Angka itu dihitung dari kerugian terbesar karena kehilangan waktu yang diasumsikan Rp 14 triliun. Kerugian lainnya mencakup komponen biaya untuk bahan bakar kendaraan, hilangnya potensi ekonomi, dan pencemaran udara.

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    5.136 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.242 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    453 respon

Total Respon: 6.831
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft