Yusril: Grasi Corby Bertentangan dengan Hukum

Reuters
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Grasi atau pengampunan dengan mengurangi hukuman pidana selama lima tahun yang diberikan untuk terpidana narkotika internasional, Schapelle Leigh Corby, menuai kecaman publik. Salah satunya pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra yang menganggap grasi tersebut melanggar hukum.
"Langkah Presiden memberikan grasi itu bertentangan dengan kebijakan pengetatan atau moratorium pemberian remisi kepada napi korupsi, narkotika, terorisme dan kejahatan transnasional sebagaimana diatur PP Nomor 28/2006," kata Yusril Ihza Mahendra dalam rilisnya kepada para wartawan, Rabu (23/5).
Yusril menambahkan grasi yang diberikan SBY kepada Corby bukanlah langkah yang bijak dalam pemberantasan narkotika di Indonesia. Bahkan dalam sejarah di Indonesia, ini merupakan kali pertama seorang presiden memberikan grasi untuk Corby, bahkan selama lima tahun. Selama ini, Corby hanya mendapatkan sejumlah remisi dari pemerintah Indonesia.
Remisi diberikan kepada napi karena kelakuan baiknya selama menjalani pidana. Jadi semacam imbalan atas perubahan sikap napi. Sementara grasi adalah pengampunan yang diberikan atas dasar belas kasihan oleh seorang Kepala Negara.
Ia pun mengisahkan saat dirinya menjabat sebagai Menteri Kehakiman, Presiden Prancis, Francois Mitterand meminta agar presiden memberikan grasi kepada napi narkotika asal negara itu. Namun ia dengan tegas menolaknya dan mengatakan Presiden RI belum pernah memberikan grasi dalam kasus narkotika.
"Saya heran, mengapa Presiden RI begitu lemah menghadapi permintaan Pemerintah Australia sehingga dengan mudahnya mengampuni napi narkotika yang dapat memberikan dampak buruk bagi harkat dan martabat bangsa," tegasnya.
Redaktur: Djibril Muhammad
Reporter: Bilal Ramadhan
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- Banjir Besar di India
- Kostum Tenis Seksi Pippa Middleton
- 10 Tanda Hubungan Anda Adalah "Pelarian"
- Sumber Energi Yang Eksotik
- Selebriti yang Meraih Gelar Pendidikan
- Mencintai Buah Hati dari Balik Jeruji
- Kemegahan Masjid Agung Sheikh Zayed
- Daging Babi Dapat Sebabkan Alzheimer
- Akhirnya Jupe Bebas
- 50 Pemain Terbaik di Eropa
- Kritik BLSM, Jokowi Ditegur Agung Laksono
- Radja Nainggolan Antusias Main di GBK
- Ricuh Penolakan BBM Dimana-mana
- Gadget Terbaru dari E3
- Ford Mustang Termahal di Dunia
poling berita
Setujukah Anda dengan rencana pemerintah DKI yang akan memindahkan lokasi PRJ ke Monas?
video berita
berita nasional

Liputan6.com, Malaga : Gelandang Malaga, Fransisco Roman Alarcon atau akrab disapa dengan nama Isco menyatakan tidak dipusingkan dengan rumor transfer yang menerpa dirinya. Kabarnya Real Madrid dan Manchester City adalah dua klub yang antusias mendat...

Liputan6.com, Sydney : Serangan bernada seksis, yang tak patut, bertubi-tubi dialamatkan pada Julia Gillard, perempuan pertama yang berhasil menduduki posisi puncak sebagai Perdana Menteri Australia. Setelah dadanya dijadikan nama menu pihak oposisi,...

Liputan6.com, Milan : Perubahan yang diusung Walter Mazzarri di tubuh Internazionale tampaknya bakal membawa korban. Fredy Guarin dikabarkan akan segera meninggalkan Giuseppe Meazza musim depan.Peremajaan skuad Inter benar-benar menjadi prioritas Maz...

Liputan6.com, Monaco : Klub kaya raya Prancis AS Monaco belum mau berhenti memburu pemain-pemain papan atas. Setelah sukses mendapatkan empat pemain top, Monaco kini ingin belanja di tanah Italia dengan AC Milan sebagai sasarannya.Mediaset melaporkan...

Liputan6.com, London : Akhirnya berakhir sudah masa kepemimpinan Stuart Pearce di Timnas Inggris U-21 setelah The Football Association (FA) secara resmi tidak memperpanjang kontraknya.Chairman FA, David Bernstein mengungkapkan kepada situs fa.com, Ra...







