Tribun News Sulawesi News Feed
Updated: Fri, 26 Jul 2013 03:24:07 GMT | By Tribun News Sulawesi News Feed

Propam Polda Sulsel Usut Penahanan Bocah di Makassar



agfeed

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) memerintahkan Kabid Propam Polda Sulsel mengusut kasus ditahannya tersangka di bawah umur oleh Polsek Panakkukang, Makassar.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny Franky Sompie mengatakan, Agung Triputra yang sebelumnya meringkuk di Ruang Tahanan Klas 1 Makassar, sudah ditangguhkan penahanannya.

"Penahanan tersangka sudah ditangguhkan, hanya mungkin ada miskomunikasi," kata Ronny di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (25/7/2013).

Meskipun sudah dilakukan penangguhan penahanan, lanjutnya, tapi bukan berarti menggugurkan perkara. Kasusnya terhadap anak berusia 14 tahun, tetap berproses.

"Bukan bebas, tapi ditangguhkan penahanannya. Pertanggungjawaban dia terhadap kasus itu tetap ada karena dia tersangka. Pada anak-anak ada perlakuan khusus," tuturnya.

Agung Triputra sempat meringkuk di Ruang Tahanan Klas 1 Makassar. Anak berusia 14 tahun ditahan berdasar perintah pihak Polsek Panakkukang, Makassar, sejak 2 Juni 2013.

Sikap pihak polsek yang ngotot memenjarakan anak di bawah umur, menuai protes. Namun, pihak Polsek Panakkukang tak bergeming.

Padahal, Agung ditahan lantaran hanya membela kakaknya, Awal Putra, yang dihajar anggota Sabhara Polda Sulselbar Kompol Jafar, 2 Juni 2013.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Makassar meminta Kapolrestabes Makassar Komisaris Besar Polisi Wisnu Sandjaja, mengevaluasi Kapolsek Panakkukang dan Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, yang tidak profesional menangani kasus tindakan kekerasan yang dilakukan Kompol Jafar terhadap anak di bawah umur.

Wakil Direktur LBH Kota Makassar Zulkifli Hasanuddin mengatakan, seharusnya anak di bawah umur tidak ditahan, apalagi menjadi tahanan titipan.

Ipar Agung, Dwi Wahyuni Mutmainna (24) menceritakan, kejadian berawal ketika Awal Putra mengendarai mobil Xenia di Jalan Boulevard, Panakkukang.

Ketika itu, Awal memutar ke kiri karena ada mobil dari arah belakang berkecepatan tinggi.

"Saat memutar ke kiri, dari arah belakang Kompol Jafar nyaris disenggol. Kompol Jafar marah dan menahan mobil kami. Kaca spion mobil kami dirusak," ungkap Dwi.

Setelah Awal menghentikan kendaraan, Jafar ke samping pintu mobil dan langsung memukul suami Dwi.

Melihat Awal dipukul, Nurbaini (35), ibu Awal dan Agung, turun dari mobil. Mereka menegur Kompol Jafar dan meminta jangan main hakim sendiri. Mereka juga meminta Kompol Jafar mengganti kaca spion yang dirusak.

Tapi, bukannya mengganti kaca spion mobil, Awal dan Agung malah dilaporkan melakukan penganiayaan dan langsung ditahan. (*)

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    4.915 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.176 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    433 respon

Total Respon: 6.524
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

more...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft