Tribun News Berita Nasional News Feed
Updated: Wed, 28 Aug 2013 10:08:31 GMT | By Tribun News Berita Nasional News Feed

Pilkada Bupati Subang Dibayangi Ancaman Golput



agfeed

TRIBUNNEWS.COM, SUBANG - Aliansi Buruh Subang (ABS) menyerukan seluruh buruh di Kabupaten Subang untuk golput dalam Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Subang.

"Kami dari Aliansi Buruh Subang, menentukan sikap untuk golput dalam Pilkada Subang. Kami juga menyerukan semua buruh di semua kalangan, untuk melakukan hal serupa, untuk tidak memilih satu pun. Jangan datang ke TPS pada 8 September nanti," kata koordinator ABS, Suwira, kepada Tribun, Selasa (27/8).

Suwira mengatakan seruan untuk golput dilatarbelakangi pengkhianatan Pemkab Subang yang tidak pro untuk mewujudkan upah buruh yang layak.

"Pemkab Subang tidak pernah mendukung terwujudnya upah buruh Subang yang layak. Tahun ini, berdasarkan KHL, upah buruh Subang Rp 1.5 juta sedangkan Bupati Subang saat itu menetapkan upah buruh Rp 1.050.000. Dan setiap kami audiensi, kami tidak pernah ditanggapi," kata Suwira.

Suwira juga mengatakan semua pasangan calon bupati dan wakil bupati Subang, tidak memiliki visi dan misi untuk perbaikan upah layak buruh Subang.

"Semua pasangan calon bupati dan wakil bupati sekarang, sama sekali tidak punya sikap atas perbaikan upah buruh yang layak. Maka kami memilih golput," ujar Suwira.

Menurut Suwira, sejak tiga tahun terakhir, upah buruh Subang tidak beranjak dari kata layak. "Setiap tahun, upah buruh hanya meningkat Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu dan setiap pergantian kepala daerah, tidak ada satupun yang pro terhadap upah buruh," ujarnya.

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Subang memprediksi dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 1. 149. 929 jiwa, persentase pemilih pemula mencapai 60 Persen.

"Mayoritas pemilih di Kabupaten Subang berasal dari kalangan usia muda dengan rentang umur 17 hingga 20 tahun, dengan persentase mencapai sekitar 60 persen," kata Ketua Pokja Sosialisasi Pilbup Subang KPUD Subang, Maman Suparman.

Dalam Pilkada Subang yang digelar 8 September, KPUD Subang memfasilitasi hak pilih dari kaum difabel.

"Kami telah mempersiapkan sejumlah fasilitas penunjang di setiap TPS yang disediakan. Nantinya para pemilih berkebutuhan khusus itu akan didampingi oleh pihak keluarga saat melakukan pencoblosan. Begitu juga kami akan memfasilitasi hak pilih bagi warga Lapas Subang yang jumlahnya mencapai 400 orang," ujarnya. (men)

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.838 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.879 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    685 respon

Total Respon: 7.402
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

more...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft