Tribun News Regional News Feed
Updated: Sun, 04 Aug 2013 08:14:24 GMT | By Tribun News Regional News Feed

Dianiaya Majikan, TKI Tewas di Malaysia



agfeed

TRIBUNNEWS.COM, LANDAK - Setelah berjuang selama dua hari melawan rasa sakit dianiaya majikan di Malaysia, akhirnya Ester Ria (32), TKI asal Desa Selange Kecamatan Meranti Kabupaten Landak menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 13.20 WIB, Sabtu (3/8) di RSUD Landak.

Dr Leonardo, dokter jaga RSUD mengatakan dari diagnosa yang dilakukan, korban mengalami traumatic brain injury atau cedera pada otak permanen.

"Di tubuh korban sudah tak terhitung-hitung luka lebam-lebam dan bekas sundutan api rokok," kata Leonardo.

Tak hanya mengalami kekerasan fisik, janda satu anak ini juga mengalami depresi berat. Setelah dilakukan visum atas permintaan keluarga, menurut dr Leo tidak ditemukan adanya tindakan upaya pemaksaan pemerkosaan pada korban.

"Luka lebam-lebam yang ada di tubuh korban sangat banyak, tak terhitung. Selain itu juga ada bekas luka bakar kecil di tangan yang tidak diketahui penyebabnya," katanya

Menurutnya, korban saat diberikan tindakan awal di IGD RSUD tidak koperatif, lantaran mengalami depresi dan trauma berat. "Maka kita putuskan untuk dirawat," ujarnya.

Saat jasad Ester divisum, disaksikan juga pihak keluarga korban, kepolisian dari Polsek Ngabang, petugas Dinas Sosnakertrans Landak dan pengamat hukum Landak Henok Lafu.

Lusiana yang datang langsung menjenguk ke RSUD hanya bisa meratapi jasad adiknya saat divisum di RSUD Landak. Dirinya mengaku sangat sedih dan tak menyangka adiknya ditemui hanya jasadnya saja.

"Kami sangat sedih, ini rasanya tak mampu kenapa kenapa lagi, apalagi mau makan, karena siapa yang mau terima meninggal dengan keadaan seperti itu," katanya

"Ini anaknya belum tahu kalau mamanya sudah meninggal, karena anaknya tinggal di desa Anjongan tempat abang saya, kalau tahu pasti kasian lah," katanya.

Ia menuturkan adiknya janda satu anak bernama Olive (7) yang baru kelas 1 SD di Anjongan dan kepergiannya ke Malaysia sebagai TKI tanpa diketahui oleh anggota keluarga.

"Tahun lalu kita dapat informasi kalau dia ini kerja sebagai karyawan di Supermarket di Malaysia. Setiap dua bulan dia pulang ke Anjongan untuk ngasih nafkah pada anaknya," ujarnya.

"Adik saya ini orangnya pendiam dan sangat bertanggungjawab, karena selain menanggung nafkah anaknya, dia juga sempat biayai adiknya kuliah sampai wisuda di perguruan tinggi swasta yang ada di Anjongan," imbuh Lusiana.

Lusiana menuturkan dirinya sempat mendengar kabar, kalau adik kandungnya itu memiliki ibu angkat yang bertempat tinggal di Entikong.

Sementara abang iparnya, Rogerius Deni menambahkan sesaat sebelum meninggal, korban sempat beberapa kali menangis dan mengisyaratkan tanda salib. "Sesaat masih dirawat, dia ini ndak bisa bicara dan kenal sama orang, cuma bisa teriak bilang jangan, sakit, dan tidak," ungkapnya singkat.

Pengamat hukum Landak Henok Lafu yang juga tokoh pemuda Landak berharap, meski Ester telah meninggal, proses hukum tetap berjalan.

"Terus terang kita sangat prihatin atas peristiwa yang dialami oleh Ester. Kita berharap, aparat terkait tangani serius kasus ini. Kenapa kita harapkan proses hukum tetap dilanjutkan karena masih ada hak-haknya sebagai warga negara, selain itu mencegah terjadinya nasib yang sama pada TKI-TKI kita," katanya.

Henok menjelaskan harapannya ini sesuai yang diamanahkan dalam UU 39 Tahun 2004 tentang perlindungan TKI saat berada di luar negeri. Terutama di pasal 5, pasal 6 yang sudah sangat jelas dan tegas yang merupakan tanggung jawab pemerintah melalui instansi dan lembaga terkait.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    18 %
    Setuju
    822 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    3.539 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    185 respon

Total Respon: 4.546
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

more...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft