Tribun News Berita Nasional News Feed
Updated: Tue, 17 Sep 2013 04:38:55 GMT | By Tribun News Berita Nasional News Feed

Bupati SBD Menangis di Kantor Polisi



agfeed

Pilkada Terbukti Penggelembungan 13.712 Suara

Laporan Wartawan Pos Kupang, Alfons Nedabang

TRIBUNNEWS.COM, TAMBOLAKA--Bupati Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete, menangis di Kantor Polres Sumba Barat, Minggu (15/9/2013), tak kuasa menahan kesedihan ketika mengetahui terjadi penggelembungan 13.712 suara pada pilkada kabupaten setempat, Senin (5/8/2013) lalu.

Kepastian terjadinya penggelembungan suara ini setelah polisi membuka kotak suara dan melakukan penghitungan ulang untuk Kecamatan Wewewa Tengah dan Kecamatan Wewewa Barat. Jika tanpa terjadi penggelembungan suara, maka yang mendulang suara terbanyak adalah Paket KONco OLE ATE.

Saat ini, Kepolisian Resort (Polres) Sumba Barat selesai membuka 144 kotak suara dan menghitung ulang surat suara Pemilukada Sumba Barat Daya (SBD), khususnya dua kecamatan bermasalah, yakni Kecamatan Wewewa Tengah dan Kecamatan Wewewa Barat.

Dari hasil penghitungan yang dilakukan penyidik polisi mulai hari Kamis (12/9/2013), diketahui ada perbedaan data perolehan suara pasangan calon bupati dan wakil Bupati SBD.

Versi penghitungan ulang untuk Kecamatan Wewewa Tengah, pasangan Jacob Malo Bulu, BSc-John Mila Mesa Geli, SE, MM (Paket Manis) mendulang 1.068 suara, pasangan dr. Kornelius Kodi Mete-Drs. Daud Lende Umum Moto (KONco OLE ATE) meraih 3.856 suara, sedangkan pasangan Markus Dairo Talu, SH-Drs. Dara Tanggu Kaha (MDT-DT) 11.454 suara.

Sementara versi hasil rapat pleno KPUD SBD pada tanggal 10 Agustus lalu, Paket Manis 565 suara, KONco OLE ATE meraih 3.339 suara dan Paket MDT-DT mendulang 22.892 suara.

Terjadi perbedaan suara yang sangat menyolok pada Paket MDT-DT versi penghitungan ulang dengan versi rapat pleno KPUD SBD. Selisihnya 11.437 suara (diperoleh dari 22.454-11.454).

Sedangkan perolehan suara pasangan calon di Kecamatan Wewewa Barat, menurut versi penghitungan ulang, yakni Paket Manis meraih 640 suara, KONco OLE ATE 3.270 suara dan Paket MDT-DT 21.368 suara.

Data ini juga berbeda dengan hasil pleno KPUD SBD, dimana Paket Manis 563 suara, KONco OLE ATE 2.941 suara dan Paket MDT-DT mendulang 23.373 suara.

Suara Paket MDT-DT versi penghitungan ulang dan versi rapat pleno KPUD SBD selisiih 1.735 suara "Jadi, terjadi perbedaan data hasil pleno KPUD dengan data penghitungan ulang oleh penyidik di dua kecamatan (Wewewa Tengah dan Wewewa Barat). Setelah dijumlahkan, ada penambahan 13.172 suara (11.437 + 1.735, Red) untuk Paket MDT-DT," jelas Ketua KPUD SBD, Yohanes Bili Kii, pada sesi akhir acara penghitungan ulang surat suara di Aula Polres Sumba Barat, Minggu (15/9) pagi.

Jika tanpa terjadi penggelembungan suara maka yang mendulang suara terbanyak adalah Paket KONco OLE ATE.

Mengetahui data riil perolehan suara pasangan calon di dua kecamatan yang terekap dari formulir C1 KWK, C2 Plano dan penghitungan ulang surat suara oleh penyidik, ketegaran Kornelius Kodi Mete luluh. Bupati SBD saat ini yang juga hadir menyaksikan acara penghitungan ulang, menunduk. Airmatanya mengalir membasahi pipi. Kodi Mete menangis.

Seketika kesedihan pun menyelimuti ruangan aula Polres Sumba Barat. Sejumlah warga yang hadir tak kuasa menahan air mata. Mereka berpelukan sambil menangis.

Beberapa laki-laki melakukan payao, pekikan khas orang Sumba. Namun langsung ditegur Kapolres Sumba Barat, AKBP Lilik Apriyanto. Selesai penghitungan, dilanjutkan dengan penandatangan berita acara oleh saksi, termasuk Ketua KPUD SBD, Yohanes Bili Kii dan Ketua Panwaslu SBD, Moses Gedha Bokol.

Minta Maaf

Ketua KPUD SBD, Yohanes Bili Kii menyampaikan permohonan maaf kepada Paket KONco OLE ATE yang merasa dirugikan oleh keputusan KPUD SBD.

"Saya juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat SBD," ucap Bili Kii, usai penghitungan suara.

Ia mengharapkan agar kebenaran, keadilan, kejujuran harus ditegakan. Bukan sebaliknya. "Saya secara pribadi akan mengikuti proses hukum pidana. Semoga diselesaikan dengan baik," ujar Bili Kii.

Mengenai tersangka, Kapolres Sumba Barat, AKBP Lilik Apriyanto mengatakan, polisi telah menetapkan 18 orang tersangka.

Kepada wartawan usai acara penghitungan ulang, Lilik mejelaskan, yang menjadi tersangka lima anggota KPUD SBD, 10 panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan tiga panitia pemungutan suara (PPS).*

Kodi Mete: Rasanya Sakit Sekali

"SAYA sedih. Rasanya sakit sekali, sakit, sakit bukan main. Lebih sakit dari sakit fisik. Nyatanya masyarakat mendukung saya. Mereka memilih saya untuk membangun daerah karena program-program saya. Tapi hanya dalam sekejap saja data berubah. Saya sedih melihat apa yang terjadi."

Demikian pernyataan dr. Kornelius Kodi Mete saat ditemui wartawan seusai acara penghitungan ulang surat suara di Aula Polres Sumba Barat, Minggu pagi.

Kodi Mete mengharapkan seluruh komponen bangsa tetap menegakkan kebenaran. "Saya akan ajak masyarakat yang mengerti hukum untuk terus berdiskusi dan dialog untuk mencari jalan yang terbaik. Semoga mereka mampu melihat secara hukum. Saya harap pendukung tetap tenang," ujar Kodi Mete.

Kodi Mete juga mengharapkan agar Mahkamah Konstitusi (MK) melihat ulang keputusannya. "Karena sungguh-sungguh meyimpang dari barang bukti yang ada. Dengan kenyataan seperti ini, MK melihat kembali keputusannya," harapnya. *

Cari Aktor Intelektualnya

KEPALA Kejaksaan Negeri (Kajari) Waikabubak, Yulianto, S.H, M.H, mengatakan, dengan dilakukannya penghitungan ulang membuktikan bahwa benar terjadi penggelembungan suara.

"Masyarakat lihat sendiri. Ternyata terbukti (penggelembungan suara). Ini akan menjadi alat bukti," kata Yulianto menjelang berakhirnya acara penghitungan ulang surat suara di Aula Polres Sumba Barat, Minggu pagi.

Ia kembali menegaskan bahwa penghitungan ulang dilakukan atas petunjuk jaksa penuntut umum (JPU) untuk membuktikan apakah benar terjadi penggelembungan suara atau tidak.

"Supaya jelas. Hal ini penting untuk menilai apakah kinerja KPUD SBD profesional atau tidak, sehingga jadi fair (jujur) dan benar. Di sisi lain, kita lihat siapa tersangka yang paling bertanggujawab. Kalau ada pelaku, maka menjadi tugas penyidik untuk mencari aktor intelektualnya," tegas Yulianto.

"Kita akan kejar pelaku-pelaku sehingga persoalan tuntas. Karena sudah terbukti terjadi penggelembungan ,maka akan melanjutkan sampai ke pengadilan. Kebenaran akan dipertaruhkan. Kami tetap menegakkan kebenaran," katanya sembari menambahkan bahwa penyidik bekerja profesional dan tidak ada keberpihakan. Ia mengharapkan, masyarakat mendukung kerja aparat dengan menjaga situasi kondusif. Jangan buat anarkis. *

Baca Juga:

Politisi Australia Tolak Rencana Indonesia Beli Lahan Peternakan

Empat Peternakan Sapi di Australia Diincar RNI

Indonesia Beli Peternakan Sapi di Australia

PM Australia Anggap Indonesia Seperti Tentara Bayaran

Guru Besar UI: PM Australia yang Baru Lecehkan Indonesia

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.904 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.052 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    708 respon

Total Respon: 7.664
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

more...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft