Tribun News Polhukam News Feed
Updated: Sat, 01 Mar 2014 04:01:49 GMT | By Tribun News Polhukam News Feed

Anas Tunjukkan Bukti Dugaan Keterlibatan SBY ke Penyidik KPK



agfeed

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Tersangka dugaan gratifikasi Hambalang Anas Urbaningrum merampungkan pemeriksaan KPK, Jakarta, Jumat (27/2/2014) petang.

Menurut Penasihat Hukum Anas, Carrel Ticualu, kliennya dalam pemeriksaan tadi telah menunjukkan salah satu bukti penting kepada penyidik. Bukti itu, kata Carrel, mungkin akan dapat membuat Indonesia terguncang. Sebab melibatkan orang terpenting di negeri ini.

"Ada satu bukti yang sudah disiapkan Anas yang sudah ditunjukkan ke penyidik. Ini mungkin akan membuat Indonesia guncang, karena menyangkut orang terpenting di Indonesia. Kalau ter- itu biasanya cuma satu orang," kata Carrel di kantor KPK, Jakarta, Jumat (28/2/2014).

Meski begitu, Carrel mengaku, penyidik belum mau menelaah lebih jauh bukti yang ditunjukkan itu. Diungkapkan Carrel, penyidik meminta agar Anas menahan dulu bukti itu sampai tiba waktunya.

"Penyidik bilang itu nanti ada waktunya. Belum sekarang, belum waktunya," kata Carrel.

Carrel menjelaskan, bukti yang disiapkan Anas itu berupak dokumen. Seperti tanda terima atau kwitansi. Karena itu, pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik KPK terkait bukti yang disiapkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.

"Jadi nanti tergantung penyidik kapan dia mau masuk ke situ. Dan ini adalah kebenaran bukan fitnah," kata Carrel.

Anas sendiri mengaku dicecar soal Mobil Harrier, yang diduga KPK merupakan gratifikasi yang diterima Anas dari perusahaan pemenang tender Hambalang, PT Adhi Karya. Usai diperiksa Anas juga menyebut nama Presiden SBY selaku Ketua Majelis Tinggi PD, yang bertanggungjawan atas hasil konres PD tahun 2010 d Bandung.

"Yang pasti dalam struktur organisasi Partai Demokrat hasil kongres di bandung kewenangan atau kekuasaan tertinggi itu ada pada majelis tinggi. Ketua Majelis Tinggi adalah bapak SBY," kata Anas di halaman kantor KPK.

Informasi diterima Tribun, kwitansi atau alat bukti yang diserahkan ke penyidik KPK yakni kwitansi menyangkut panjer pembelian mobil Harrier kepada M. Nazaruddin. Sementara uang panjer yang didapat Anas untuk membeli itu ternyata berasal dari tim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai imbalan Anas masuk ke Partai Demokrat.

Sementara, KPK sendiri belum memberikan jawaban resmi mengenai hal tersebut. apakah benar Anas ditanyai mengenai Harrier pada peeriksaan tadi. Dan apakah benar, Anas sudah menunjukan bukti dugaan keterlibatan SBY kepada penyidik KPK.

Tribun pun belum mendapat konfirmasi dari pihak Istana Negara mengenai informasi yang diterima tadi.

Baca Juga:

Persib Minta Laga Lawan Barito Putera Ditunda

Barcelona Kini Mengincar Thomas Mueller

Pelaku Pembakaran Lahan Penyebab Kabut Asap di Riau Diringkus Polisi

Petani Bantul Ini Jalan Kaki ke Jakarta Demi Bertemu Jokowi

Barcelona Bermain Tanpa Gerardo Martino

13Komentar
1 Mar, 2014 09:15
avatar

REVISI...KUHAP...DAN...KUHP.............UNTUK...BENTENGI...CIKEAS...DAN...DEMOKRAT

 

REVISI...KUHAP...DAN...KUHP.............UNTUK...BENTENGI..CIKEAS...DAN...DEMOKRAT

 

REVISI...KUHAP...DAN...KUHP.............UNTUK...BENTENGI...CIKEAS...DAN...DEMOKRAT

 

REVISI...KUHAP...DAN...KUHP.............UNTUK...BENTENGI...CIKEAS...DAN...DEMOKRAT

1 Mar, 2014 11:06
avatar

RAKYAT...GAK..BUTUH........................PEMIMPIN...DARI....KADER...PARTAI...A​PA PUN

 

PURA..PURA..PRO..RAKYAT...............TERNYATA...PRO..PARTAI...MALING..ANGGARAN

1 Mar, 2014 11:03
avatar

RAKYAT...GAK..BUTUH........................PEMIMPIN...DARI....KADER...PARTAI...A​PA PUN

 

PURA..PURA..PRO..RAKYAT...............TERNYATA...PRO..PARTAI...MALING..ANGGARAN

1 Mar, 2014 19:40
avatar

RAKYAT....BERONTAK....KALO.......KETUA...K.P.K....DI GANTI....IBAS +..ANI.Y.


RAKYAT....BERONTAK....KALO........KUHAP.....DAN......KUHP.....DI REVISI

1 Mar, 2014 09:13
avatar

REVISI...KUHAP...DAN...KUHP.............UNTUK...MELINDUNGI...CIKEAS...DAN...DEMOKRAT

 

REVISI...KUHAP...DAN...KUHP.............UNTUK...MELINDUNGI...CIKEAS...DAN...DEMOKRAT

 

REVISI...KUHAP...DAN...KUHP.............UNTUK...MELINDUNGI...CIKEAS...DAN...DEMOKRAT

 

REVISI...KUHAP...DAN...KUHP.............UNTUK...MELINDUNGI...CIKEAS...DAN...DEMOKRAT

1 Mar, 2014 09:28
avatar

pasti lah mana mungkin atasan tidak dapat komisi...didunia ini siapapun tidak akan melakukan apa aja kalo tidak ada keuntungan buat dirinya...spt org dagang mana mau jual kalo rugi,,,,anas tu bawahan sby ...atasan pasti tau segala tindakan...komisi...atau pun apa aja

1 Mar, 2014 10:35
avatar

RAKYAT...GAK..BUTUH........................PEMIMPIN...DARI....KADER...PARTAI...APA PUN

 

TERNYATA...HEBAT...TERBUKTI..........NGEMIS..NGEMIS...THR...RAMPOK..ANGGARAN

1 Mar, 2014 10:32
avatar

RAKYAT...GAK..BUTUH........................PEMIMPIN...DARI....KADER...PARTAI...APA PUN

 

TERNYATA...HEBAT...TERBUKTI..........RAMPOK..ANGGARAN....DAN....NGEMIS...THR

1 Mar, 2014 10:35
avatar

RAKYAT...GAK..BUTUH........................PEMIMPIN...DARI....KADER...PARTAI...APA PUN

 

TERNYATA...HEBAT...TERBUKTI..........NGEMIS..NGEMIS...THR...MALING..ANGGARAN

1 Mar, 2014 10:33
avatar

RAKYAT...GAK..BUTUH........................PEMIMPIN...DARI....KADER...PARTAI...APA PUN

 

TERNYATA...HEBAT...TERBUKTI..........BAJINGAN..ANGGARAN....DAN....NGEMIS...THR

4 Mar, 2014 21:22
avatar
waduuuuhhhhhhh ...... rakyat nanti bakal tahu kalo orang yang terlibat adalah orang terpenting di indonesia ahahahaha :D
1 Mar, 2014 10:31
avatar

RAKYAT...GAK..BUTUH........................PEMIMPIN...DARI....KADER...PARTAI...APA PUN

 

TERNYATA...HEBAT...TERBUKTI..........MALING..ANGGARAN....DAN....NGEMIS...THR

Laporkan
Bantu kami untuk menjaga lingkungan yang stabil dan sehat dengan melaporkan segala jenis kegiatan ilegal dan tidak sesuai. Jika Anda merasa ada pesan yang melanggarAturan dasarharap isi formulir ini untuk memberitahu moderator. Moderator akan memeriksa laporan Anda dan mengambil tindakan yang dianggap perlu. Jika diperlukan, segala tindakan ilegal akan dilaporkan kepada pihak berwajib.
Kategori
Batas karakter 100
Anda yakin hendak menghapus komentar ini?

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    5.351 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.297 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    472 respon

Total Respon: 7.120
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

more...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft