Fri, 11 Apr 2014 05:00:00 GMT | By Merdeka

4 Ramalan Peta Koalisi Pilpres 2014

Diprediksi hanya ada 3 Capres.


Prediksi peta Capres (© Merdeka)

Merdeka.com - Hasil quick count Pemilu 2014 menghasilkan peta persaingan pemilihan presiden yang sulit ditebak. Sejauh ini, tidak ada partai yang bisa langsung mencalonkan presiden tanpa berkoalisi.

Partai-partai menengah mendapatkan suara merata. Mereka semua akan menjadi barang seksi yang diperebutkan. Berikut ini peta ramalan koalisi pilpres 2014 dari para pengamat dan praktisi lembaga survei:

1. Hanya ada 3 capres

Merdeka.com - Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, memprediksi akan ada tiga calon pasangan presiden pada 9 Juli 2014 mendatang. Menurut Denny, calon presiden dari PDIP, dan Partai Golkar akan maju pada Pilpres nanti. Sedangkan sisanya akan diperebutkan antara Prabowo, Wiranto, dan peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat nantinya.

"Capres nanti dari 2009, hanya ada tiga pasangan. Yang pertama dapat tiket pasti Jokowi dengan PDIP dan partai koalisinya, ARB dan Golkar dengan koalisinya, sisanya Prabowo, Wiranto, peserta konvensi Partai Demokrat, dan koalisi Partai Islam. Itu yang belum bisa dipastikan, siapa calon ketiga ini nantinya," kata Denny, kepada wartawan, Rabu (9/4).

Menurut Denny, peluang terbesar capres ketiga nantinya adalah akan diisi oleh Prabowo Subianto sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Namun demikian, mantan danjen Kopassus tersebut memerlukan koalisi dengan partai lain untuk tembus 20 persen suara.

"Kans terbesar, saya rasa Prabowo yang akan maju di Pilpres nanti. Tetapi perlu dukungan minimal 20 persen suara, dia pasti berkoalisi dengan partai lain," jelasnya.

Denny melanjutkan, tidak menutup kemungkinan jika kekuatan tiap calon presiden nantinya akan diusung oleh empat partai koalisi. Hal itu terlihat dari hasil prediksi perolehan suara di mana PDIP dan Golkar akan memimpin koalisi.


2. Ketat seperti Liga Inggris

Merdeka.com - Melihat perolehan suara quick count, PDIP menduduki posisi teratas diikuti Golkar serta Gerindra. Sementara Demokrat dan PKB saling bersusulan. Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi melihat tiga partai besar masing-masing PDIP, Golkar dan Gerindra pasti akan mengamankan raihan suara untuk mendapatkan tiket pencapresan. Masing-masing parpol belum di posisi aman karena raihan suaranya yang kurang dari batas suara pencapresan.

"Ini yang membuat peta persaingan capres-cawapres di 2014 serumit peta pertarungan sepakbola di klasemen Liga Primer Inggris," ujar Ari Junaedi kepada merdeka.com, Jakarta, Rabu (9/4).

Pengajar Program Pascasarjana di Universitas Indonesia (UI) itu yakin bila PDIP akan tetap fight mencapreskan Jokowi karena sedikit banyak raihan suara PDIP di Pemilu 2014 melejit ketimbang 2009 karena faktor Jokowi.

Sementara Golkar harus berkoalisi dengan parpol lain namun sosok ARB yang 'kurang laku' membuat parpol lain memilih aman dengan berkoalisi dengan PDIP atau Gerindra.

"Khusus untuk Gerindra, faktor Prabowo yang laris manis, membuat parpol lain juga tertarik merapat," kata Ari.

Lebih jauh, Ari berpendapat, secara chemistry PDIP baiknya berkoalisi dengan partai papan tengah seperti PKB, Nasdem, dan PAN. Sedangkan Golkar mau tidak mau harus merevisi pencapresan Ical dan harus realistis berkoalisi dengan parpol lain yang tentu keberatan dengan sosok ARB.

Teman Golkar yang pas untuk diajak koalisi, kata dia, tentu saja seperti Partai Demokrat. Sedangkan Partai Gerindra, harus merangkul partai-partai lainnya seperti PPP, PKS, Hanura, PBB dan PKPI.

"Saya justru melihat peran partai papan tengah akan sangat menentukan peta koalisi nanti. Raihan suara mereka yang cukup untuk menggenapi kekurangan raihan suara PDIP, Golkar dan Gerindra menjadi sangat seksi untuk diperebutkan," jelas Ari.

"Tetapi jangan dilupakan, walau tergolong mini dalam raihan suara namun dalam realitas politik permintaan mereka sangat "maksi". Posisi tawar mereka sangat sombong bahkan tergolong arogan. Sebaiknya partai besar macam PDIP belajar dari pengalaman pemilu lalu yang berkoalisi dengan Gerindra," tandasnya.


3. Peta koalisi rumit

Merdeka.com - Central Strategic and International Studies yang bekerjasama dengan Cyrus Network merilis hasil jajak pendapat exit poll pemilihan umum legislatif 2014. Dari hasil itu, mereka menyatakan dari hasil itu, didapat pertarungan partai politik ketat, dilihat dari selisih suara.

Menurut peneliti CSIS, Philip J. Vermonte, tiga partai masih menguasai posisi tiga besar dalam exit poll. Mereka adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, dan Partai Gerindra.

"Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mendapat 19,26 persen, Partai Golkar 12,86, dan Partai Gerindra 10,26 persen," kata Philip dalam jumpa pers di Pakarti Centre, Jakarta, Rabu (9/4).

Sementara itu, lanjut Philip, di lapis kedua ada enam partai bersaing ketat. Antara lain Partai Nasdem (4,64 persen), Partai Kebangkitan Bangsa (6,44 persen), Partai Keadilan Sejahtera (4,82 persen), Partai Demokrat (7,70 persen), Partai Amanat Nasional (4,43 persen), Partai Persatuan Pembangunan (4,28 persen), dan Partai Hanura (4,72 persen). Sementara di urutan buncit persaingan hanya diramaikan oleh Partai Bulan Bintang (0,77 persen) dan Partai Keadilan Persatuan Indonesia (0,44 persen).

Philip mengatakan, jika kondisi itu terus terjadi, maka bisa dipastikan peta koalisi bakal lebih rumit dari perkiraan sebelumnya. Sebab, selisih suara di lapis pertama dan kedua sangat tipis.

"Selisih suara tiga partai teratas relatif tidak terlalu jauh. Maka dari itu, perolehan kursi di DPR akan menentukan arah baru koalisi berbeda dari yang selama ini diperkirakan," ujar Philips.


4. Ditentukan 4 Parpol

Merdeka.com - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan bila beberapa hasil penghitungan cepat atau 'quick count' tepat, maka di tangan empat parpol yakni PDIP, Golkar, Gerindra dan Demokrat, nasib Indonesia lima tahun ke depan ditentukan.

"Empat partai tersebut akan menjadi partai dengan perolehan di atas 10 persen," kata Hendri di Jakarta, Rabu.

Dikatakannya, baik PDIP maupun Golkar sebagai calon kuat pemenang pemilu legislatif sudah seharusnya merapatkan barisan menyambut Pilpres Juli 2014 mendatang.

Ia mengatakan, walaupun Gerindra berada di peringkat tiga atau empat, namun Prabowo sudah punya 'boarding pass' menuju kompetisi capres.

"Sebagai salah satu kandidat terkuat penantang Jokowi, koalisi Partai Gerindra pasti akan mengusung dirinya," katanya.

Menurut Hendri, Demokrat bila ingin menjagokan capres konvensi pasti akan mengumumkan jagonya, namun posisi cawapres yang paling memungkinkan.

"Posisi Cawapres adalah paling realistis. Kemungkinan Demokrat akan memilih di antara Dahlan Iskan, Anies Baswedan, Gita Wirjawan atau Pramono Edhie Wibowo," kata Hendri.


[gib]

7Komentar
11 Apr, 2014 11:26
avatar

Pileg 2014 tidak memberikan harapan yang lebih baik dari sebelumnya. Tragedi masih terus berlangsung bila para peserta pemilu lebih mementingkan kelompoknya dari pada kepentingan bangsa. Tawar menawar kepentingan pasti didahulukan untuk mengembalikan dana pileg yang telah berhamburan. Saling berebutan memilih jatah di kementerian dari yang 'basah' sampai yang "meluber'. Dan republik pun terseok seok untuk mendanai Pendidikan, Kesehatan, Swasembada Pangan, Perumahan, Pembukaan Lapangan Kerja, Pembangunan Infrastruktur dan Pertahanan. Apakah partai memikirkan itu?


11 Apr, 2014 14:42
avatar
sebaiknya PDI Perjuangan berkoalisi dengan partai GERINDRA dan Partai NASDEM dalam rangka menuntaskan kasus - kasus di Rezim SBY Misalnya Kasus Century dan Kasus Hambalang . Yang Merombak Undang - Undang Terbitan Rezim SBY yang Liberalis Kapitalis Misal Undang - undang RSBI, Undang - Undang Koperasi dan Undang - undang BPJS yang sangat menyakiti hati Rakyat kecil .  
12 Apr, 2014 03:31
avatar
Tdk boleh spekulasi, demi nasib bangsa 5 tahun ke depan. Solusi realnya: Dream Team Jokowi-JK. Baik Jokowi maupun JK dua-duanya netral, dua-duanya berani, dua-duanya niat kerja dan hobby turun ke lapangan, dekat rakyat dan terutama keduanya disayang semua golongan. Ini solusi terbaik dan bisa diterima mayoritas/semua pihak termasuk PDIP, Nasdem, Golkar, PKB, partai lain yang mikirin rakyat, para pelaku ekonomi dan semua lapisan rakyat. Insya Allah pemilu presiden hemat biaya dan selesai 1 putaran demi kemenangan bangsa Indonesia
11 Apr, 2014 15:07
avatar

PRESIDEN.....2014..-..2019.......WAJIB....PRO...KORUPTOR.......KALAU....TIDAK..? ? ?

 

JANGAN..NAIK.....PESAWAT...KEPRESIDENAN....YANG....DI.BELI..OLEH.....DEMOKRAT

 

BISA....HILANG.....KAYAK.....MH..370....! ! !

12 Apr, 2014 03:32
avatar
Jokowi + JK = YESSS!!!!! didukung multi partai termasuk PDIP, Golkar, Nasdem, PKB dll. Kemenangan 1 putaran pilpres nanti sudah di tangan. Ini Kemenangan bangsa Indonesia.






De el el
Laporkan
Bantu kami untuk menjaga lingkungan yang stabil dan sehat dengan melaporkan segala jenis kegiatan ilegal dan tidak sesuai. Jika Anda merasa ada pesan yang melanggarAturan dasarharap isi formulir ini untuk memberitahu moderator. Moderator akan memeriksa laporan Anda dan mengambil tindakan yang dianggap perlu. Jika diperlukan, segala tindakan ilegal akan dilaporkan kepada pihak berwajib.
Kategori
Batas karakter 100
Anda yakin hendak menghapus komentar ini?

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    178 respon
  2. 77 %
    Tidak setuju
    722 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    36 respon

Total Respon: 936
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft