Updated: Wed, 12 Jun 2013 07:37:00 GMT

Tokoh Pers Nasional Djafar Assegaf Meninggal Dunia

Pria bernama lengkap Sayyid Dja`far bin Husein bin Ahmad Assegaf wafat di RSCM Jakarta pada Rabu pukul 05.00 WIB.


Tokoh Pers Nasional Djafar Assegaf Meninggal Dunia

Liputan6.com, Jakarta : Tokoh pers nasional Djafar Assegaf meninggal dunia. Wartawan seniorbernama lengkap Sayyid Djafar bin Husein bin Ahmad Assegaf ini wafat di RSCM Jakarta pada Rabu pukul 05.00 WIB, setelah sekian lama dirawat di rumah sakit.

Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Munggang Condet Balekambang Nomor 58 Jakarta Timur dan akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional di Kalibata, Jakarta Selatan, hari ini, Rabu (12/6/2013).

Pemimpin Redaksi Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Akhmad Kusaeni menyatakan, Djafar Assegaf semasa hidupnya merupakan tokoh pers yang dikenal luas sebagai wartawan diplomat.

"Kantor Berita Antara sangat berduka atas wafatnya Pak Djafar yang pernah menjabat Wakil Pemimpin Umum Antara," kata Akhmad Kusaeni.

"Kami kehilangan tokoh pers yang selama hidupnya didedikasikan untuk memajukan pers dan etika jurnalis, baik dalam pendidikan maupun praktiknya," sambung dia.

Djafar, jelas dia, juga dengan konsisten menjalankan diplomasi pers sehingga dalam kariernya pernah menjabat sebagai Dubes RI di Vietnam.

"Ia adalah penerus wartawan diplomat dari Kantor Berita Antara. Sejumlah wartawan Antara yang pernah menjadi Dubes, antara lain, Adam Malik di Uni Soviet, August Marpaung di Australia, Makmur Widodo di Perwakilan Tetap RI di PBB," tuturnya.

Akhmad Kusaeni berharap akan lahir lagi wartawan diplomat penerus Assegaf, Adam Malik, Marpaung, dan Widodo. Bagi Kantor Berita Antara, katanya, Djafar adalah pimpinan yang pertama kali melakukan sistem komputerisasi di redaksi dan produk Antara pada akhir 1980-an.

"Dahulu wartawan Antara membuat berita pakai mesin ketik, lalu Pak Assegaf mendapatkan hibah komputer NEC dari Jepang. Maka, wartawan Antara termasuk media pertama yang memakai layanan komputer di Indonesia. Itu berkat Pak Assegaf," tutup Akhmad Kusaeni. (Ant/Riz)

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.916 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.095 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    712 respon

Total Respon: 7.723
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft