Updated: Mon, 24 Jun 2013 14:25:00 GMT

Rupiah Masih Tertekan, Menkeu Salahkan Langkah The Fed

Menteri Keuangan Chatib Basri mengaku, pelemahan rupiah dalam beberapa bulan terakhir ini dipengaruhi oleh pernyataan The Fed.


Rupiah Masih Tertekan, Menkeu Salahkan Langkah The Fed

Liputan6.com, Jakarta : Menteri Keuangan Chatib Basri mengaku, pelemahan rupiah dalam beberapa bulan terakhir ini dipengaruhi oleh pernyataan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang akan mengurangi stimulus moneter atau quantitative easing (QE).

Jelang penantian kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada Jumat (21/6/2013), rupiah sempat tertekan ke level Rp 10.011 per dolar Amerika Serikat (AS)

"Kecenderungan tekanan rupiah dan pasar keuangan memang ada. Sebenarnya kalau tidak ada langkah QE, saya percaya beberapa bulan begitu BBM dinaikkan, rupiah akan membaik," tukas dia di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/6/2013).

Saat ini, kata Chatib, pemerintah tengah berupaya keras untuk mencegah agar nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak semakin memburuk karena masalah domestik (kenaikan harga BBM) sudah dilakukan.

Dengan penyesuaian harga, sambungnya, pemerintah mengklaim telah mengatasi persoalan defisit kembar sehingga menjadi fiskal menjadi lebih sehat.

"Implikasinya, beberapa bulan defisit transaksi berjalan sudah bisa diatasi. Tapi kami tidak bisa menghindari gejolak (QE dan ekonomi global) ini bahwa dampaknya akan terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia," paparnya.

Oleh sebab itu, pemerintah, Bank Indonesia dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah membahas permasalahan tersebut dalam Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK).

"Sekarang kami siapkan langkah-langkah koordinasi dengan BI. Karena ini sesuatu yang tidak akan terjadi hanya dalam 1-2 hari, mengingat dampak dari QE ini akan memakan waktu beberapa bulan ke depan," jelas Chatib.

Pada pagi ini (24/6/2013), nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 0,55% menjadi Rp 9.928 per dolar AS dibandingkan akhir pekan lalu sebesar Rp 10.011 per dolar AS. (Fik/Ndw)

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    18 %
    Setuju
    808 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    3.451 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    178 respon

Total Respon: 4.437
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft