Updated: Wed, 02 Jan 2013 11:34:00 GMT

Perlakuan Beda Kecelakaan Anak Hatta dan Afriyani Susanti

Perlakuan berbeda terjadi dengan mobil BMW X5 anak Menko Perekonomian Hatta Rajasa, yang menabrak di Tol Jagorawi dan menewaskan 2 orang.


Perlakuan Beda Kecelakaan Anak Hatta dan Afriyani Susanti

Kondisi mobil Xenia maut Afriyani Susanti yang menewaskan 8 orang di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat awal 2012 lalu, langsung diperlihatkan oleh polisi usai kejadian. Namun, perlakuan berbeda terjadi dengan mobil BMW X5 anak Menko Perekonomian Hatta Rajasa, yang menabrak di Tol Jagorawi dan menewaskan 2 orang.

"Polisi harus menjelaskan kenapa (ada perlakuan) berbeda. Itu menyalahi undang-undang pidana," kata Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane kepada Liputan6.com, di Jakarta, Rabu (2/1/2012).

Keberadaan mobil BMW X5 bernomor polisi B 272 HR, yang dikendarai anak Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Muhammad Rasyid Amrullah Rajasa, sempat tidak diketahui. Mobil itu diungkapkan Neta, berpindah-pindah tempat. Usai insiden, mobil sempat berada di kantor Laka Jakarta Timur dan kini ada di Polda Metro Jaya.

Namun, anehnya, foto moncong BMW X5 itu tidak diperlihatkan oleh polisi. Sementara kondisi bokong mobil Luxio yang ringsek malah ditunjukkan.

Berbeda dengan saat Xenia maut Afriyani Susanti yang langsung diperlihatkan polisi. Begitu juga dengan kecelakaan Honda Jazz yang dikendarai model seksi Novi Amalia dan kecelakaan maut Grand Livina di jalan Ampera.

Sebelumnya, kecelakaan maut terjadi antara BMW bernopol B 272 HR menabrak Daihatsu Luxio F 1622 CY di Tol Jagorawi Senin 1 Januari di Tol Jagorawi Km 3,350. Saat itu, mobil Luxio dikemudikan Fran Sirait dengan lima penumpang berkecepatan 80 km/jam.

Pada pukul 05.45, mobil Luxio dari belakang ditabrak mobil BMW jenis jip B 272 HR yang dikemudikan M Rasyid Amrullah Rajasa. Saat itu, mobil sedang sama-sama melaju pada lajur paling kanan. Akibat benturan begitu kencang, mobil Luxio terbuka pintunya, penumpang di dalam terjatuh.

Dua penumpang tewas atas nama Harun dan seorang anak laki-laki, Muhammad Raihan (14 bulan). Sementara tiga penumpang lain, Enung (ibu Raihan), M Ripal (kakak Raihan), dan Supriyati luka-luka.(Mut)

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.985 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.316 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    744 respon

Total Respon: 8.045
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft