Updated: Fri, 12 Oct 2012 21:23:00 GMT

Perihal Pembentukan UU DIY, Tak Ada Menang dan Kalah

Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan tak ada pihak yang dimenangkan atau dikalahkan dalam pembentukan UU DIY. Sebab seluruh prosesnya melalui dialog yang baik.


Perihal Pembentukan UU DIY, Tak Ada Menang dan Kalah

Liputan6.com, Yogyakarta: Dalam tasyakuran pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Jumat (12/10) malam, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan tak ada pihak yang dimenangkan atau dikalahkan dalam pembentukan UU DIY. Sebab seluruh proses melalui dialog yang baik. Sultan juga meminta UU DIY menjadi pondasi bagi pemerintah daerah untuk memberikan layanan yang baik kepada masyarakat agar tercapai masyarakat maju dan sejahtera.

"Tidak ada yang tertinggal atau tidak ada yang ditinggal. Masyarakat lah yang diuntungkan dengan undang-undang ini," jelas Sultan. Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY, Sultan mengatakan tugas yang diemban akan semakin besar. Sebab saat ini sudah ada UU DIY yang disahkan. Terdapat lima aspek keistimewaan yang harus segera ditindaklanjuti yaitu kebudayaan, pertanahan, kelembagaan, penetapan gubernur dan wakil gubernur serta tata ruang.

"Untuk penetapan gubernur dan wakil gubernur sudah ada aturannya secara jelas. Kini kami harus segera menikdaklanjuti empat aspek keistimewaan lainnya itu," ucap Sultan.

Pada Desember nanti sudah harus terbentuk sebuah "grand design" keistimewaan yang akan menjadi dasar pembentukan peraturan daerah istimewa untuk keempat faktor tersebut.

Sultan juga meminta agar pemerintah daerah dan masyarakat bisa bersama-sama mewujudkan DIY yang aman, nyaman, maju dan sejahtera. "Bagaimanapun juga, kebersamaan dan gotong royong adalah modal sosial warga Yogyakarta. Semangat tersebut sudah terbukti saat terjadi bencana gempa bumi 2006 dan erupsi Merapi 2010," ucap Sultan.

Pada malam tasyakuran ini Sultan tak lupa menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran seribuan warga DIY di Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sultan juga mempersilakan warga di wilayah untuk mengadakan syukuran atas pelantikan gubernur dan wakil gubernur asalkan tetap dilakukan secara sederhana dan sesuai kemampuan masyarakat.

Acara tasyakuran ditutup dengan "kembul bujana" atau acara makan bersama antara Sri Sultan HB X, Sri Paduka PA IX, kerabat keraton dengan masyarakat yang hadir. Seluruhnya makan bersama dengan cara lesehan di Pagelaran. Setelah itu, seluruh tamu yang datang bersalaman dengan Sri Sultan HB X, Sri Paduka PA IX dan kerabat keraton.(ANT/AIS)

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    17 %
    Setuju
    1.373 respon
  2. 79 %
    Tidak setuju
    6.227 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    322 respon

Total Respon: 7.922
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft