Updated: Mon, 02 Jul 2012 13:56:00 GMT

Mindo Rosalina Segera Bebas Bersyarat

Terpidana Mindo Rosalina Manullang berpeluang mendapat pembebasan bersyarat. LPSK dan KPK telah menyampaikan surat secara resmi mengenai pengajuan pembebasan bersyarat bagi Rosa pada 24 April 2012.


Mindo Rosalina Segera Bebas Bersyarat

Liputan6.com, Jakarta: Terpidana terpidana kasus suap wisma atlet SEA GamesMindo Rosalina Manulang berpeluang mendapat pembebasan bersyarat.

"LPSK dan KPK telah menyampaikan surat secara resmi mengenai pengajuan pembebasan bersyarat bagi Rosa pada 24 April 2012 lalu," kata Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Senin (2/7).

Hasil ini diperoleh saat Abdul Haris Semendawai, dua anggota LPSK, Lili Pintauli Siregar dan Tasman Gultom, menggelar rapat terbatas dengan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Kejaksaan Agung pada 19 Juni 2012. Agenda rapat tersebut membahas pemberian apresiasi bagi Rosa Saksi pelaku yang bekerjasama (Justice Collaborator) kasus korupsi dan Tony Wong, Justice Collaborator kasus kejahatan kehutanan.
Terkait surat rekomendasi tersebut, Lili mengatakan, pihaknya telah menerima balasan surat dari Kementerian Hukum dan HAM pada sekitar Mei 2012. Namunmenurutnya perlu ada koordinasi lebih lanjut mengenai langkah konkretnya. "Surat tersebut belum menjelaskan secara konkret pemberian pembebasan bersyaratterhadap Rosa sebagai Justice Collaborator sesuai ketentuan Peraturan Bersama," kata Lili.
Untuk itu, Lili mengatakan, rapat terbatas ini membahas kejelasan pemberian Remisi tersebut. "Hasil dari rapat tersebut menyetujui pemberian pembebasanbersyarat bagi Rosa pada Juli ini berikut syarat asimilasinya," kata Lili.
Seperti diketahui, LPSK telah menyatakan menerima permohonan perlindungan Rosa dan Tony Wong. Dalam menentukan status Justice Colaborator kepada keduanya, LPSK menyatakan keduanya telah memenuhi syarat sebagaimana ditentukan dalam Peraturan Bersama Menteri Hukum dan HAM RI, Jaksa Agung RI, Kapolri, KPK dan LPSK. Syarat tersebut adalah keduanya sangat berperan penting dalam pengungkapan kasus yang lebih besar serta mau bekerjasama dengan aparat penegak hukum dengan memberikan keterangan yang signifikan dan relevan dalam pengungkapan kasus tersebut.
"Penghargaan khusus ini merupakan penghargaan yang layak diberikan negara terhadap saksi yang mau bekerjasama dengan aparat penegak hukum, meski kekuatan hukumnya masih sebatas peraturan bersama, namun tidak menghalangi hak seorang saksi yang juga pelaku untuk memperoleh penghargaan atas kontribusinya menyelamatkan uang negara," ungkap Abdul Haris.
Terkait Tony Wong, LPSK juga telah mengajukan permohonan ke Kejaksaan Agung dan Kementerian Hukum dan HAM mengenai rekomendasi pemberian pembebasan bersyarat bagi Tony Wong. Rekomendasi tersebut juga dilengkapi dengan peran serta kontribusi Tony Wong dalam mengungkap jaringan kejahatan kehutanan di Ketapang. "Hasilnya, Tony Wong disetujui mendapatkan pembebasan bersyarat pada 25 Juni 2012," kata Tasman. (YUS)

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.881 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.990 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    698 respon

Total Respon: 7.569
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft