Updated: Wed, 23 Jan 2013 13:33:33 GMT

Menelan Telur Cacing Pita Bisa Obati Autisme

Dr Eric Hollander mengobati pasiennya dengan kapsul kecil berisi 2.500 telur cacing setiap dua minggu. Pasien melanjutkan dosis ini selama 15 bulan dan tidak memiliki kekambuhan autisme lagi.


Menelan Telur Cacing Pita Bisa Obati Autisme

Teknik pengobatan ini dilakukan tidak lepas dari hipotesis kebersihan. Dr Eric Hollander mengatakan kalau autisme dikaitkan dengan sistem kekebalan tubuh pada telur cacing pita, yang bisa mengobati anak autisme.

Dr Eric Hollander mendapatkan ide untuk mempelajari penggunaan hipotesis kebersihan untuk mengobati autisme ini ketika ia melihat salah satu perilaku pasiennya yang mengobati diri sendiri dengan menelan ovum suis Trichuris (TSO) atau telur cacing.

Seperti dilansir Foxnews, Rabu (23/1/2013), ini adalah teknik pengobatan yang mungkin enggan diikuti namun perlahan-lahan menjadi alat yang berharga dalam mengobati gangguan autoimun (gangguan sistem kekebalan tubuh) dengan menelan telur cacing parasit.

Selama 20 tahun terakhir, dokter melihat manfaat cacing parasit dalam membantu meringankan gejala untuk pasien dengan penyakit Crohn (penyakit inflamasi usus yang dapat mempengaruhi setiap bagian dari saluran pencernaan dari anus ke mulut). Untuk gangguan lain seperti multiple sclerosis dan diabetes tipe 1 juga sedang dipelajari.

Saat ini, Hollander, seorang profesor dari clinical of psychiatry at Albert Einstein College of Medicine and director of Autism and Obsessive Compulsive Spectrum Program at Montefiore Medical Center, memimpin penelitian yang dapat mengobati gejala autisme.

"Ada beberapa bukti dari autisme bahwa beberapa orang mungkin memiliki aktivasi sistem kekebalan tubuh yang diaktifkan oleh ibu selama masa kehamilan," kata Hollander.

Keluarga melihat perilaku autisme anak mereka membaik ketika ia mengalami reaksi alergi atau demam, dan ini didukung oleh respons kekebalan tubuhnya sehingga didapatkan ide untuk membuat kekebalan tubuh dengan menelan cacing pita.

Hollander tidak merekomendasikan pasien membeli produk tanpa pengawasan dokter, cara paling aman untuk mencoba terapi ini adalah dengan mendaftar di rumah sakit.

Hollander mengatakan pasiennya mengambil kapsul kecil berisi 2.500 telur cacing setiap dua minggu. Pada minggu ke-8 pengobatan, perilaku pasien menjadi relatif baik. Dan pada minggu ke-10, semua gejalanya telah menghilang. Pasien melanjutkan dosis ini selama 15 bulan dan tidak memiliki kekambuhan lagi.

"Jadi berdasarkan kenyataan kalau anak ini mengalami perbaikan substansial dengan tidak menyembuhkan autisme, namun memiliki dampak besar pada perilaku aktif yang mengganggu," kata Hollander.

Hollander mengatakan akan fokus pada 10 orang dewasa yang berusia antara 18 dan 35 tahun yang punya kecerdasan normal dengan kemampuan verbal yang baik agar pasien bisa menggambarkan efeknya. Peserta yang mengkuti penelitian ini juga rata-rata memiliki alergi atau riwayat penyakit autoimun.

"Selama pengobatan, kita juga ingin mengetahui hasilnya. Kami sedang melihat apakah ada perubahan dalam perilaku yang mengganggu, seperti marah dan sebagainya.," kata Hollander.

"Studi ini relatif aman, karena telur tidak akan mereproduksi dalam usus atau menyebabkan penyakit".

Penelitian ini didanai oleh Yayasan Simons dan Coronado Biosciences yang merupakan produsen produk manufaktur. Masih ada ruang untuk pendaftaran mendapatkan obat ini. Kunjungi website penelitian Albert Einstein untuk informasi lebih lanjut. (Fit/Igw)

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    17 %
    Setuju
    1.392 respon
  2. 79 %
    Tidak setuju
    6.309 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    331 respon

Total Respon: 8.032
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft