Updated: Fri, 11 May 2012 17:06:53 GMT

Kisah Pembuatan Sukhoi Superjet 100

Sukhoi Superjet 100 merupakan pesawat penumpang untuk jarak tempuh menengah yang dirancang sejak 2000. Pesawat itu menjadi pesawat penumpang pertama sejak keruntuhan Uni Soviet.


Kisah Pembuatan Sukhoi Superjet 100

Liputan6.com, Moskow: Sukhoi Superjet (SSJ) 100 merupakan pesawat penumpang untuk jarak tempuh menengah yang dirancang sejak 2000. SSJ 100 menjadi pesawat penumpang pertama sejak keruntuhan Uni Soviet dan juga merupakan pesawat sipil pertama buatan Sukhoi, yang terkenal dengan jet tempurnya.Menurut kantor berita RIA Novosti, biro rancang pesawat itu bermitra dengan berbagai pihak asing dalam pengembangan SSJ 100, termasuk Boeing, hingga sejumlah ahlinya turut serta dalam merancang pesawat tersebut. Sejumlah pihak asing yang juga mengerjakan SSJ 100 di antaranya adalah perusahaan asal Italia, Finnmeccanica, yang menjadi investor terbesar, perusahaan asal Prancis, Snecma, untuk mesin, dan perusahaan Thales untuk perangkat avionik.Selain itu firma asal Jerman, Liebherr, juga turut dalam pengerjaan sistem pengendalian dan sistem penunjang kehidupan pesawat Superjet 100. Program pesawat itu sempat tertinggal karena penundaan pengembangan mesin dan sertifikasi.SSJ 100 melakukan terbang perdananya pada 2008 dan mendapat sertifikasi untuk beroperasi di Rusia pada 2011 dan di Uni Eropa pada Februari 2012. Mesin ganda SSJ 100 yang bisa memuat 100 penumpang memiliki kecepatan jelajah 828 kilometer per jam, dengan jarak jelajah maksimum antara 3.000 hingga 4.500 kilometer.Pesawat tersebut dibuat dengan tujuan untuk menggantikan pesawat Tupolev Tu-134 dan Yakovlev Yak-42 dan bersaing dengan pesawat penumpang dari perusahaan asal Brazil, Embraer E-Jets, dan perusahaan asal Kanada, Bombardier CRJ. Karena harga yang ditawarkan reletif lebih murah dibanding keduanya, yakni USD 35 juta per unit.Pesawat tersebut terjual secara lambat ,namun berkesinambungan di pasar yang amat berkompetisi. Maskapai Aeroflot asal Rusia mengoperasikan sebanyak tujuh unit dan maskapai asal Armenia, Armavia, sebanyak satu unit.Sejauh ini, tidak ada satu pun maskapai yang menghentikan pengoperasian SSJ 100 setelah terjadinya kecelakaan pesawat sejenis di Indonesia pada Rabu lalu. Sebelum kecelakaan terjadi, Sukhoi mendapat pesanan SSJ 100 sebanyak 100 unit, termasuk dari maskapai Rusia, Transaero.(Ant/SHA)

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    757 respon
  2. 77 %
    Tidak setuju
    3.157 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    171 respon

Total Respon: 4.085
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft