Updated: Thu, 02 Aug 2012 20:22:21 GMT

Jumhur Kunjungi Pengungsi Rohingnya

Kepala BNP2TKI Mohammad Jumhur Hidayat menjadi pejabat negara pertama yang mengunjungi para pengungsi Muslim asal Rohingya, Myanmar di Rudenim Tanjungpinang, Kepulauan Riau.


Jumhur Kunjungi Pengungsi Rohingnya

Liputan6.com, Tanjungpinang: Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Mohammad Jumhur Hidayat menjadi pejabat negara pertama yang mengunjungi para pengungsi Muslim asal Rohingya, Myanmar di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis (2/8) di sela sela agenda Safari Ramadhan BNP2TKI hari ke-10.

Dalam kunjungan mendadak dalam rangkaian Safari Ramadhan itu, Jumhur menyampaikan keprihatinan dan solidaritas sesama umat Muslim. Penghuni Rudenim Tanjungpinang terdapat 82 pengungsi asal Rohingya dan dari Afghanistan.

Penduduk Muslim Rohingya saat ini mendapat perlakuan kekerasan dan pembantaian dari pemerintah junta militer Myanmar [baca: Tentara Myanmar Tembaki Etnis Rohingya]. "Sabar, ya, pemerintah Indonesia mendesak Myanmar memperlakukan penduduk Rohingya dengan baik," tutur Jumhur.

Dalam kunjungan itu, Jumhur mendapat gambaran dari para pengungsi yang seluruhnya pria itu. "Kami diteror habis-habisan, tempat ibadah dibakar penduduk dibunuh," ucap Muhammad Yunus, seorang pengungsi Rohingya yang sudah fasih berbahasa Indonesia.

Mereka pada umumnya tinggal di Rudenim telah berjalan sembilan bulan. Dari 82 pengungsi, sembilan di antaranya sedang dalam proses penempatan ke negara-negara yang menerima pengungsi sebagai penduduk. "Rakyat Indonesia sangat marah terhadap pemerintah Myanmar yang melakukan pembantaian dan kejahatan kemanusiaan terhadap penduduk Muslim Rohingya," tutur Jumhur.

Petugas imigrasi Ohan Suryana yang mendampingi dalam pertemuan itu menyatakan Indonesia bukan negara yang menerima pengungsi secara permanen sehingga penanganan mereka di tempat itu hanya sementara untuk dicarikan negara yang bisa menerima mereka sebagai penduduk.(AIS)

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.790 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.760 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    671 respon

Total Respon: 7.221
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft