Updated: Mon, 24 Jun 2013 09:39:00 GMT

Gawat! Ratusan Data Guru se-Indonesia Diumbar di Situs Kemdiknas

Seluruh data pribadi yang diinput guru dapat diakses siapa saja tanpa harus login lebih dulu, mulai dari KTP bahkan gaji dan data akun bank.


Gawat! Ratusan Data Guru se-Indonesia Diumbar di Situs Kemdiknas

Liputan6.com, Jakarta : Ribuan data-data guru yang bersifat pribadi dan rahasia diumbar di situs Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah (PTKDikmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang beralamat di http://ptkdikmen.kemdiknas.go.id. Seluruh data pribadi dapat diakses publik tanpa harus login lebih dulu.

Salah seorang guru bernama Ernawan dari SMK SAKTI Gemolong, Sragen mengaku kaget ketika menemukan keberadaan data-data tersebut. Ia mengetahuinya saat baru bergabung dengan grup Facebook Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (Dit. PSMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada halaman grup tersebut Ernawan melihat postingan berisi link situs input data guru di situs Kemdiknas. Namun setelah ia membuka link tersebut, pada salah satu halaman aplikasi terdapat menu untuk melihat detail data yang diinputkan guru tanpa adanya proteksi apapun.

Bahayanya, seluruh data yang diinputkan bisa diakses siapa saja karena tidak membutuhkan username dan password, mulai dari identitas KTP, kependidikan, data sertifikasi, bahkan gaji dan data akun bank dibeberkan secara kasat mata. Liputan6.com mencoba melakukan pencarian data berdasarkan propinsi dan kabupaten, dan semua data pribadi itu memang bisa diakses dengan sangat mudah.

"Yang ada dalam benak saya, bukankah sekarang Kemdiknas sudah diubah menjadi Kemdikbud? Tetapi kenapa web tersebut menggunakan domain kemdiknas.go.id?" ungkapnya saat dihubungi Liputan6.com melalui email, Senin (24/6/2013).

Ernawan mengklaim sudah mengirimkan pemberitahuan di grup Facebook terkait dan mengirimkan email kepada web admin minggu lalu, namun belum mendapat respons hingga sekarang.

"Saya juga sudah memberikan imbauan di grup FB Dikmenjur kepada yang belum mengisi agar tidak input data dulu. Sebagai sesama guru saya gak rela mereka menjadi korban nantinya," ucapnya lagi.

Dilihat dari nama domainnya, jelas ini merupakan web milik pemerintah karena mempunyai top level domain .go.id. yang notabene tidak bisa dimiliki sembarangan orang karena proses mendaftarkannya tidak semudah mendaftarkan domain dot com (.com).

Data-data pribadi tersebut seharusnya tidak boleh diperlihatkan tanpa adanya proteksi username dan password jika memang benar ini merupakan website resmi Kemdiknas.

(dew/*)

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.918 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.109 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    716 respon

Total Respon: 7.743
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft