Updated: Wed, 23 Jan 2013 12:03:00 GMT

Djoko Susilo Minta KPK Periksa Semua Kekayaan Pejabat

Kuasa hukum Djoko Susilo, yaitu Hotma Sitompul kecewa terhadap KPK yang menetapkan kliennya, Djoko sebagai tersangka kasus Tindak Pidana Pencucian Uang.


Djoko Susilo Minta KPK Periksa Semua Kekayaan Pejabat

Kuasa hukum Djoko Susilo, Hotma Sitompul kecewa terhadap tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kekecewaan itu terkait ditetapkannya Djoko sebagai tersangka pada kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di proyek pengadaan alat Simulator SIM Mabes Polri tahun 2011.

Menurut Hotma, kliennya tak pernah melakukan TPPU seperti yang disangkakan KPK. Seharusnya, KPK fokus pada perkara pokok kliennya, bukan menelusuri kekayaan yang dimiliki Djoko sebelum adanya proyek yang diduga merugikan negara hingga miliaran rupiah tersebut.

"Semua secara umum kalau ada tindak kejahatan yang disangkakan tahun 2011 dan 2012, jangan tanya yang tahun 2005, 2000 atau sejak nenek moyang. Mesti ada aturannya, ada predikat crime yang pertama siapa saja. Kalau Simulator tahun 2011 dan 2012 ya di kurun waktu itulah," kata Hotma Sitompul di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (23/1/2013).

Jika KPK memaksa tetap menjerat kliennya dengan pasal pencucian uang, kata Hotma, KPK juga seharusnya memeriksa kekayaan yang dimiliki semua pejabat yang ada. "Periksalah seluruh pejabat itu kalau begitu. Suruh buktikan kekayaannya," ungkap Hotma yang datang ke KPK untuk mendampingi kliennya, Djoko Susilo yang tengah diperiksa.

Saat ditanya apakah Djoko Susilo siap jika melakukan pembuktian terbalik atas seluruh kekayaannya? Hotma menjawab, "bukan masalah siap atau tidak siap. Undang-undang yang bilang begitu."

Sebelumnya, KPK menetapkan Inspektur Jenderal (Pol) Djoko Susilo, sebagai tersangka kasus dugaan TPPU. Kasus ini merupakan yang kedua bagi Djoko setelah menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek simulator ujian surat izin mengemudi (SIM) di Korlantas Mabes Polri.

KPK menjerat Djoko dengan pasal TPPU, yakni Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Kemudian Pasal 3 Ayat 1 dan atau Pasal 6 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang tindak pidana yang sama.

Djoko diduga menyamarkan, mengubah bentuk, atau menyembunyikan harta kekayaannya yang diduga berasal dari hasil korupsi proyek simulator SIM. KPK juga sudah memblokir rekening bersangkutan setelah ditetapkan tersangka.

Berkas perkara TPPU Djoko ini juga akan dibuat terpisah dengan berkas perkara kasus simulator SIM. Dalam persidangan nantinya, Djoko akan diminta melakukan pembuktian terbalik atas kepemilikan harta yang diduga disamarkan oleh dirinya itu.

KPK menduga, kerugian negara yang muncul dalam proyek ini mencapai Rp 100 miliar. Selain itu, Djoko diduga menerima pemberian atau janji dari pihak rekanan proyek simulator SIM.(Ais)

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    5.142 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.242 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    453 respon

Total Respon: 6.837
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft