Bahaya Mengintai di Angkutan Kota

Liputan6.com, Jakarta: Pemandangan angkutan umum perkotaan alias angkot penuh sesak, saat ini sudah menjadi sangat biasa di jam-jam sibuk. Hampir di setiap wilayah, angkot di Jakarta, punya trayek masing-masing. Soal tak nyaman, mungkin sudah biasa dirasakan para penumpang angkot. Sekalipun kapasitas terbatas, segelintir sopir yang nakal suka memaksakan tetap mengangkut penumpang sehingga berdesakan.Belakangan, kondisi tak nyaman ini bukan membaik malah bertambah parah. Belum lama ini, Tim Sigi SCTV tergerak mencoba mengikuti perjalanan angkot beserta sopirnya di wilayah Jakarta. Ditelisik pula pola ataupun kebiasaan para sopir angkot ini dalam menjalankan tugasnya. Salah satunya menyambangi tempat mangkalnya.Segelintir sopir ternyata memanfaatkan waktu istirahat mereka dengan berbuat tak semestinya. Penelusuran Tim Sigi bukan tanpa alasan. Tindak kriminal mulai merajalela di angkutan kota. Dan, yang lebih memprihatinkan sasarannya kebanyakan wanita.Seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta, misalnya. Ia menjadi korban kejahatan perkosaan dan perampokan di dalam angkot yang dilakukan komplotan pengemudi angkot M-24 trayek Slipi-Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Wanita ini ditemukan tewas mengenaskan di Cisauk, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.Belum genap sebulan, kasus serupa kembali terjadi. Kali ini karyawati swasta diperkosa bergiliran di angkot D-02 jurusan Pondok Labu-Ciputat, Jakarta Selatan. Korban diperkosa saat kendaraan sedang beroperasi. Pascakejadian, korban dengan bantuan polisi lalu lintas atau polantas menangkap pelaku.Dari pelaku inilah, polisi lalu mengejar dan menangkap tiga pelaku lainnya yang sempat melarikan diri ke Bukittinggi, Sumatra Barat.Dinas Perhubungan DKI Jakarta gerah dengan kasus kejahatan di atas angkot yang beruntun terjadi. Penertiban angkot-angkot pun nakal digelar demi menekan aksi kejahatan di atas angkutan umum tersebut. Peraturan ketat pun diberlakukan. Pengemudi angkot harus memakai seragam, kaca film gelap juga tidak diperbolehkan. Sopir angkot yang membandel langsung ditindak.Saat razia angkot sedang gencar-gencarnya digelar, perkosaan di angkot kembali terjadi. Kali ini korbannya seorang ibu rumah tangga di sebuah kawasan di Depok, Jawa Barat.Korban diperkosa dan dirampok di angkot M-26 jurusan Kampung Melayu-Bekasi, saat ingin berbelanja di Pasar Kemiri, Depok. Belakangan diketahui pelaku adalah kawanan sopir angkot.Kisah-kisah memilukan ini mendorong Tim Sigi untuk menggali lebih dalam. Terutama, menguak alasan perkosaan dan tindak kriminal lainnya di angkot kerap terjadi dan dilakukan sang sopir.Tindak kejahatan perkosaan yang melibatkan sopir angkutan di beberapa wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya membuat Tim Sigi risau. Dan ingin sekali mengetahui pokok persoalan apa yang mendorong perilaku keji ini?Tim Sigi pun bergerak mencari tahu. Di pinggiran Kota Jakarta, Tim Sigi mendatangi seseorang yang mengerti benar seluk-beluk pekerjaan sopir angkot dan kebiasaannya. Sempat diperhatikan, di antara kelompok sopir itu, ternyata ada beberapa yang masih belia. Rupanya mereka adalah pengemudi pengganti alias sopir tembak.Cerita pun mengalir dari sopir angkot ini. Sebut saja namanya Syahrizal. Ia mengakui kerap berjudi. Tindakan-tindakan yang tak semestinya ini diakuinya dilakukan sejumlah sopir untuk menghilangkan rasa penat setelah 12 jam bekerja.Dan, tak jauh dari lokasi mereka berkumpul, sebagian sopir asyik bermain tebak angka dengan imbalan uang. Mungkin sama saja tujuannya mengusir rasa jenuh setelah seharian penuh mengejar setoran.Saat istirahat seperti inilah sopir batangan alias sopir yang diserahi tanggung jawab membawa angkot oleh pemiliknya, biasanya mengoper kendaraannya kepada sopir cadangan alias sopir tembak untuk dioperasikan. Sopir tembak biasa beroperasi tidak lama, dua hingga tiga jam. Langkah ini dilakukan untuk tambahan uang setoran.Namun pemberian mandat mencari setoran pada sopir tembak, cukup rawan persoalan. Sebab, tanggung jawab terhadap apa pun yang terjadi tetap ada pada sopir batangan.Perampokan disertai perkosaan di angkot sudah sangat memprihatinkan. Gawatnya lagi, kaum hawa yang kerap jadi korban.Pihak berwenang pun terus menelusuri kemungkinan apa dan siapa pelaku utama perampasan sekaligus perkosaan di atas angkot yang terjadi terakhir kali di kawasan Depok. Akhirnya, Kepolisian Resor Depok menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Dua di antaranya berprofesi sebagai sopir angkot jurusan Kampung Melayu-Bekasi.Pengakuan pun datang dari dua tersangka. Ternyata, satu tersangka lainnya adalah seorang residivis.Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya mengakui ada peningkatan pada kasus perkosaan dibanding tahun sebelumnya. Langkah antisipatif seperti razia sudah dilakukan untuk menekan tindak kriminalitas di atas angkutan kota. Namun tampaknya belum cukup karena kasus serupa masih terus terjadi.Pola operasi angkutan kota yang jam kerjanya tak terbatas bisa sampai 24 jam, salah satunya untuk memenuhi setoran harian, tak sepenuhnya salah. Tingkat kelelahan dan stres sopir angkutan kota yang mungkin berimbas pada tingkah laku kerap tak disadari.Sikap-sikap yang tak wajar berupaya merelaksasi tubuh dan pikiran, seperti mengonsumsi minuman keras, jadi pilihan segelintir sopir. Inilah yang disinyalir memicu kriminalitas seperti perkosaan ataupun perampasan di angkutan umum, selain memang dimungkinkan karena adanya kesempatan.Kontrol dari pemilik angkutan juga terbatas pada soal setoran dan kendaraan, soal masalah sikap sopir ataupun adanya sopir tembak biasanya luput dari pengawasan. Kepemilikan angkutan umum perkotaan ini juga banyak dimiliki secara individual dan dijalankan dengan manajemen seadanya. Ini yang juga sulit dikontrol.Terlepas dari karut-marut persoalan yang melibatkan angkutan kota dan personelnya, masih banyak yang peduli dengan keamanan dan keselamatan penumpang.Kasus kejahatan di dalam angkutan umum dimaknai oleh seorang pakar kriminolog kerap kali terjadi lantaran buruknya sistem manajemen transportasi angkutan umum sekarang ini.Kejadian kriminal di atas angkutan umum perkotaan tetap bisa dihindari, asalkan pengguna atau calon penumpang waspada dan berhati-hati. Terutama dalam memilih angkutan kota yang akan dinaiki.(ANS)