Updated: Mon, 12 Mar 2012 15:03:11 GMT

Telepon Presiden Afghanistan, Obama Berbelasungkawa

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama terguncang menelepon Presiden Afghanistan Hamid Karzai, untuk mengungkapkan rasa sedih dan terguncangnya.


Telepon Presiden Afghanistan, Obama Berbelasungkawa

Liputan6.com, Washington: Berita tentang penembakan prajurit AS hingga menewaskan 16 warga sipil Afghanistan membuat Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama terguncang. Obama langsung menelepon Presiden Afghanistan Hamid Karzai, untuk mengungkapkan rasa sedih dan terguncangnya.Demikian diumumkan Gedung Putih sebagaimana dilansir AFP, Senin (12/3).Dalam pembicaraan telepon itu, Obama menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Afghanistan, dan memperjelas komitmen pemerintahnya untuk menetapkan fakta secepat mungkin dan mengadili pelakunya, katanya.Obama sebelumnya mengeluarkan sebuah pernyataan yaag mengatakan, "insiden ini tragis serta mengejutkan, dan tidak mewakili karakter istimewa militer kami".Penembakan membabi-buta itu terjadi pada Ahad (11/3) pagi ketika seorang prajurit AS berjalan keluar dari markasnya di provinsi Kandahar, Afghanistan selatan, dan memberondongkan tembakan ke arah pria, wanita dan anak-anak.Menteri Pertahanan AS Leon Panetta memberikan jaminan kepada Karzai dalam pembicaraan telepon Ahad bahwa penyelidikan penuh sedang dilakukan.Penembakan itu terjadi ketika hubungan Washington dengan mitra-mitranya di Afghanistan mencapai tingkat terendah setelah pembakaran Al-Quran di sebuah pangkalan AS bulan lalu yang mengakibatkan kerusuhan-kerusuhan mematikan selama beberapa hari.Peristiwa itu juga akan memperumit upaya Washington untuk merundingkan kemitraan srategis jangka panjang dengan Kabul yang akan menetapkan landasan bagi kerja sama keamanan yang akan berlanjut.Karzai dan negara-negara Barat pendukungnya telah sepakat bahwa semua pasukan tempur asing akan kembali ke negara mereka pada akhir 2014, namun Barat berjanji memberikan dukungan yang berlanjut setelah masa itu dalam bentuk dana dan pelatihan bagi pasukan keamanan Afghanistan.Pada Oktober, Taliban berjanji akan terus berperang sampai semua pasukan asing meninggalkan Afghanistan.Gerilyawan meningkatkan serangan terhadap aparat keamanan dan juga pembunuhan terhadap politikus, termasuk yang menewaskan Ahmed Wali Karzai, adik Presiden Hamid Karzai, di Kandahar pada Juli dan utusan perdamaian Burhanuddin Rabbani di Kabul bulan September.Konflik meningkat di Afghanistan dengan jumlah kematian sipil dan militer mencapai tingkat tertinggi tahun lalu ketika kekerasan yang dikobarkan Taliban meluas dari wilayah tradisional di selatan dan timur ke daerah-daerah barat dan utara yang dulu stabil.Sebanyak 711 prajurit asing tewas dalam perang di Afghanistan sepanjang pada 2010, yang menjadikan 2010 sebagai tahun paling mematikan bagi pasukan asing, menurut hitungan AFP yang berdasarkan atas situs independen icasualties.org.Jumlah kematian sipil juga meningkat, dan Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengumumkan bahwa 2.043 warga sipil tewas pada 2010 akibat serangan Taliban dan operasi militer yang ditujukan pada gerilyawan.Taliban, yang memerintah Afghanistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaida Osama bin Laden, yang dituduh bertanggung jawab atas serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.Sekitar 130.000 personel Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO yang berasal dari puluhan negara berada di Afghanistan untuk membantu pemerintah kabul memerangi pemberontakan Taliban dan sekutunya.Sekitar 521 prajurit asing tewas sepanjang 2009, yang menjadikan tahun itu sebagai tahun mematikan bagi pasukan internasional sejak invasi pimpinan AS pada 2001 dan membuat dukungan publik Barat terhadap perang itu merosot.Gerilyawan Taliban sangat bergantung pada penggunaan bom pinggir jalan dan serangan bunuh diri untuk melawan pemerintah Afghanistan dan pasukan asing yang ditempatkan di negara tersebut.Bom rakitan yang dikenal sebagai IED (peledak improvisasi) engakibatkan 70-80 persen korban di pihak pasukan asing di Afghanistan, menurut militer.(ANT/MEL)

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.895 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.031 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    703 respon

Total Respon: 7.629
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft