Updated: Sun, 26 Feb 2012 01:30:00 GMT

Rendahnya Kesejahteraan dan Pengangguran Penyebab Premanisme

Budayawan Mudji Sutrisno berpendapat rendahnya kesejahteraan masyarakat dan minimnya lapangan kerja dinilai menjadi pokok permasalahan maraknya aksi premanisme yang terjadi belakangan ini. Aparat keamanan juga diminta menuntaskan sejumlah kasus kekerasan.


Rendahnya Kesejahteraan dan Pengangguran Penyebab Premanisme

Liputan6.com, Jakarta: Rendahnya kesejahteraan masyarakat dan minimnya lapangan kerja dinilai menjadi pokok permasalahan maraknya aksi premanisme dan kekerasan yang terjadi belakangan ini. Demikian dikatakan budayawan Mudji Sutrisno di Jakarta, Ahad (25/2). Mudji menambahkan, pemerintah seharusnya segera turun tangan mengatasi masalah ini karena sangat meresahkan masyarakat. Selain itu, ia menilai ada kesalahan sistem dalam mengatasi aksi premanisme. Menurutnya, segelintir oknum aparat diduga kerap memanfaatkan preman demi keuntungan pribadi.Ironisnya, aksi premanisme yang kian mewabah ini terjadi di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPA) Gatot Subroto, Jakarta Pusat,  Kamis (23/2) lalu. Puluhan orang bersenjata api dan senjata tajam tiba tiba menyerang para pelayat keluarga Bob Stanley yang berada di rumah duka RSPAD. Para pelayat yang kalah jumlah pun kewalahan. Serangan ini mengakibatkan dua korban tewas dan empat lainnya mengalami luka sabetan senjata tajam.Aksi premanisme juga diduga menjadi penyebab tewasnya bos PT Sanex Steel, Tan Hari Tantono alias Ayung di Swiss Belhotel, Mangga Besar, Jakarta. Tersangka John Kei terlihat masuk ke kamar Ayung saat kejadian. John Kei ditangkap polisi dengan luka tembak di kaki.Aksi kekerasan, bahkan terjadi di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Bali, Selasa (21/2) lalu. Saat itu, aksi pembakaran lapas dilakukan para narapidana karena merasa mendapat perlakuan diskriminasi. Terlebih, jumlah penghuninya jauh melebihi kapasitas yang tersedia. Ratusan aparat gabungan TNI Polri baru bisa meredam gejolak dalam lapas beberapa hari kemudian.(ADI/YUS)

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.396 respon
  2. 66 %
    Tidak
    6.520 respon
  3.  
    10 %
    Tidak tahu
    937 respon

Total Respon: 9.853
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft