Updated: Wed, 02 May 2012 00:05:00 GMT

Buruh Tuntut Penghapusan Outsourcing

Peringatan Hari Buruh sedunia ditandai dengan unjuk rasa sekitar 5.000 buruh berbagai federasi buruh di Jakarta dan sekitarnya di depan Istana Negara Jakarta.


Buruh Tuntut Penghapusan Outsourcing

Liputan6.com, Jakarta: Peringatan Hari Buruh sedunia ditandai dengan unjuk rasa sekitar 5.000 buruh berbagai federasi buruh di Jakarta dan sekitarnya di depan Istana Negara Jakarta, Selasa (1/5). Mereka menuntut pembayaran upah yang layak dan penghapusan sistem kontrak (outsourcing).Sejumlah anggota Depan Perwakilan Rakyat (DPR) juga terlibat dalam aksi itu. Misalnya saja, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rieke Diah Pitaloka. Bahkan, ia juga ikut berorasi di hadapan para buruh."Sumber utama masalah outsourcing dan upah murah buruh adalah ketidakberpihakan kekuasaan pada rakyatnya, karena itu sistem outsourcing dan upah murah harus dihapuskan," ujar Rieke [baca: Rieke: Tolak Upah Murah dan Outsourcing]. Dibandingkan tahun lalu, unjuk rasa buruh kali ini berlangsung tertib. Tidak lebih dari satu jam, para buruh bergerak ke Gelora Bung Karno di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Tempat itu merupakan lokasi puncak peringatan Hari Buruh Internasional di Jakarta.Sementara itu, berdasarkan pantauan udara, sepanjang Selasa siang, sejumlah ruas jalan utama Jakarta terlihat lengang. Lalu lintas di Jalan Gatot Soebroto, Jalan Soedirman, hingga Jalan Thamrin, lancar.Titik-titik kepadatan kendaraan terjadi di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Istana Negara, gedung DPR RI di kawasan Senayan, kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) di Jalan Gatot Soebroto, juga kawasan Monas. Kepadatan kendaraan terjadi akibat adanya konvoi ribuan buruh yang hendak berunjuk rasa di sekitar Bundaran Hotel Indonesia hingga Jalan Thamrin. Kantor Kemenakertrans termasuk tempat yang menjadi lokasi unjuk rasa buruh. Sejumlah perwakilan buruh diterima langsung oleh Menakertrans Muhaimin Iskandar.  Dalam dialog, para buruh meminta pemerintah menghapus sistem buruh kontrak (outsourscing). Muhaimin sempat berorasi di depan ratusan buruh. Ia berjanji akan menuntaskan masalahan outsourscing.(SHA)

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.974 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.279 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    740 respon

Total Respon: 7.993
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft