Updated: Fri, 06 Jan 2012 01:17:45 GMT

Diguyur Hujan Deras, Pohon di Jakarta Tumbang

Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Jakarta menyebabkan sejumlah pohon di wilayah Ibu Kota tumbang.


Diguyur Hujan Deras, Pohon di Jakarta Tumbang

Liputan6.com, Jakarta: Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Jakarta, Kamis (5/1) petang, menyebabkan sejumlah pohon di Kantor Dinas Pemakaman Umum DKI Jakarta tumbang. Kaca di kantor tersebut juga pecah akibat kencangnya angin.

Dua mobil yang terparkir di halaman kantor tertimpa pohon yang roboh. Sejumlah sepeda motor yang parkir juga roboh diterjang angin kencang.

Di Jalan Aipda KS Tubun, sejumlah pohon tumbang menutup jalan. Warung yang ada di sepanjang jalan itu hancur akibat tersapu angin kencang yang disertai hujan deras. Sebuah pohon besar tumbang dan menimpa dua mobil di berbagai ruas jalan raya di Jalan Jati Baru Palmerah, Jakarta Barat.

Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi sekitar setengah jam juga melanda tenda-tenda pedagang kaki lima di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Para pedagang yang ketakutan pun meninggalkan barang dagangannya.

Di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang, termasuk pohon trembesi milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang ditanam di halaman dalam Istana pertengahan tahun lalu. Sejumlah pekerja rumah tangga Istana mendirikan kembali pohon trembesi itu.

Dua pohon akasia di tempat parkir kantor Sekretariat Negara ikut tumbang diterjang angin. Lima unit sepeda motor yang diparkir di tempat itu tertimpa pohon yang ambruk.

Hujan deras dan angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon di sekitar rel kereta api tumbang, hingga menyebabkan kabel listrik KRL terputus. Akibatnya, jalur kereta listrik dari Tanah Abang ke Serpong, Manggarai, Sudirman, dan sebaliknya menjadi terganggu.

Petugas PT Kereta Api Indonesia masih terus membersihkan pohon dan menarik kabel-kabel listrik yang putus. Hingga kini, belum dapat dipastikan jalur rel kereta listrik dapat pulih, terutama untuk jalur Manggarai, Sudirman, Tanah Abang, dan Duri.(APY/SHA)

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.389 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.497 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    931 respon

Total Respon: 9.817
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft