Updated: Tue, 20 Dec 2011 22:52:57 GMT

Politik Uang Warnai Pelanggaran Pemilukada

Dari hasil catatan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan 1.718 kasus atau laporan pelanggaran. Dari angka tersebut, 998 di antaranya dikategorikan sebagai laporan tindak pidana, yang diwaranai oleh pelanggaran money politic (politik uang).


Politik Uang Warnai Pelanggaran Pemilukada

Liputan6.com, Jakarta: Dari hasil catatan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan 1.718 kasus atau laporan pelanggaran. Dari angka tersebut, 998 di antaranya dikategorikan sebagai laporan tindak pidana, yang diwaranai oleh pelanggaran money politic (politik uang).

Tindakan politik uang hampir di seluruh tahapan pemilukada dari mulai tahapan pemutakhiran DPT hingga tahapan pemungutan dan penghitungan suara. Menurut anggota Bawaslu, Wahidah Sueb, terjadinya tren politik uang disebabkan beberapa faktor diantaranya, tidak adanya kadar sanksi yang tegas.

"Selain itu juga dipengaruhi faktor regulasi, pengaruh incumben (penguasa), budaya masayarakat yang masih mengakar," ujar Wahidah dalam jumpa persnya di kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (20/12).

Wahidah menjelaskan, untuk sanksi, sampai saat ini belum ada sanksi yang tegas terhadap pelanggaran money politik ini. Selain itu, incumbent pada saat melakukan kampanye tidak mengundurkan diri dari jabatanya, mereka hanya melakukan cuti kampanye. "Ini celah bagi munculnya money politic."

Sementara budaya masyarakat sendiri, lanjut Wahidah, masih terus mengakar. Masyarakat semakin 'cerdas' terhadap pragmatisme. "Lihat saja rakyat sekarang lebih cerdas, mereka mengatakan boleh pilih uangnya, tapi tidak calonya," ujarnya mencontohkan.

Karena itu, sebagai solusi Bawaslu merekomendasikan agar devinisi money politik diperjelas dalam undan-undang pemilu, sangsi diperberat antara denda dengan penjara agara para pelaku money politik menjadi jera.

"Perlu juga kemitraan strategis dengan masyarakat, dan media massa. Atur di undang-undang supaya calon yang menjabat sebagai pejabat untuk mundur dari jabatanya saat dia mencalonkan diri," jelasnya.

Terkait tren modus dari money politik ini menurut Wahidah ada kecenderungan perubahan modus dari pemilukada sebelumnya, meskipun pemilukada tahun ini lebih sedikit dari sebelumnya.(MEL)

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    20 %
    Setuju
    288 respon
  2. 77 %
    Tidak setuju
    1.110 respon
  3.  
    3 %
    Tidak tahu
    43 respon

Total Respon: 1.441
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft