Updated: Wed, 07 Dec 2011 06:40:17 GMT

"Pendidikan Tidak Boleh Diskriminatif"

Mengomentari kasus penolakan siswa karena sang ayah mengidap AIDS, pengamat Arief Rahman menilai pendidikan bersifat inklusif dan tidak boleh diskriminatif.


"Pendidikan Tidak Boleh Diskriminatif"

Liputan6.com, Jakarta: Pengamat pendidikan Arief Rahman mengomentari kasus ditolaknya calon siswa di sebuah sekolah karena sang ayah positif terjangkit virus HIV alias mengidap penyakit AIDS. Menurutnya, pendidikan itu bersifat inklusif dan tidak boleh diskriminatif.

Arief mengatakan, seluruh sekolah harus menerima calon siswa, tak peduli latar belakang atau hal lainnya. Ini dikarenakan pendidikan adalah hak semua anak Indonesia. Diharapkan di masa mendatang tidak ada lagi anak-anak yang hak pendidikannya terampas hanya karena masalah virus HIV.

Terkait kasus ini, Menko Kesra Agung Laksono dan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nafsiah Mboi telah memediasi pihak orangtua siswa dengan SD Don Bosco Jakarta Utara. Atas tindakan kurang menyenangkan ini, pihak sekolah secara resmi meminta maaf dan segera mensosialisasikan mengenai HIV AIDS.(WIL)

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.920 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.112 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    717 respon

Total Respon: 7.749
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft