Wed, 23 Nov 2011 10:57:57 GMT | By beritasatu.com

Gara-Gara Penari Telanjang, Hakim Dwi Dipecat

Majelis Kehormatan Hakim (MKH) memecat Hakim Pengadilan Negeri Yogyakarta Dwi Djanuwanto karena terbukti memeras pihak terdakwa kasus korupsi.


Ulah mesum hakim itu dilakukan saat menangani Moh Ali Arifin, terdakwa kasus korupsi pembangunan jalan dan infrastruktur jembatan di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

MKH yang terdiri dari Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) mendapatkan bukti Dwi mengirimkan SMS tidak senonoh kepada Petrus Balapattyona, kuasa hukum Ali.

Dalam SMS tidak senonoh tersebut, Dwi meminta agar Petrus menyediakannya kamar hotel lengkap dengan penari telanjang dan wanita penghibur bertarif Rp500 ribu per jam untuk bisa dinikmatinya.

"Atas perbuatan itulah maka Mahkamah menyatakan hakim terlapor terbukti melakukan perbuatan tercela dan melanggar kode etik dan menyatakan menolak pembelaan seluruhnya serta menghukum terlapor untuk diberhentikan dengan tidak hormat dari jabatannya sebagai hakim," kata Komisioner KY Abbas Said, selaku ketua majelis MKH, seperti ditulis beritasatu.com, Selasa (22/11).

MKH juga mendapatkan bukti Dwi telah meminta tiket penerbangan dari pihak keluarga Moh Ali Arifin. "Hal itu diperkuat bukti pendukung berupa keterangan saksi, foto kopi tiket pesawat, atas nama hakim terlapor dan beberapa kuitansi pembelian dan tanda terima penerimaan tiket yang ditandatangani hakim terlapor (Hakim Dwi)," tegas Abbas.

Dwi sendiri yang sejak awal persidangan selalu membantah atas pelanggaran kode etik yang dituduhkan kepadanya pun hanya bisa tertegun mendengarkan putusan MKH tersebut.
Dia hanya bisa memohon Majelis Hakim MKH untuk memikirkan statusnya sebagai PNS, mengingat dia akan pensiun sebagai PNS awal tahun 2012 nanti.

"Saya minta keputusan ini tidak memengaruhi hak- hak saya sebagai PNS ketika pensiun nanti," kata Dwi.

Penulis: Agus Triyono/INU

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.904 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.053 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    708 respon

Total Respon: 7.665
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft