Bentrokan di Mesir Berlanjut, 22 Tewas

Liputan6.com, Kairo: Sedikitnya 22 orang tewas dalam bentrokan antara para demonstran dan polisi dekat lapangan Tahrir Square, Kairo, pada Senin (21/11) dini hari. Demikian pernyataan resmi yang dikatakan Kementerian Kesehatan Mesir.
Ribuan demonstran dilaporkan berupaya untuk kembali menduduki lapangan Tahrir Square di Kairo, Mesir, sejak akhir pekan lalu. Kemudian bentrokan pun tak terhelakan setelah polisi dan militer berupaya menyingkirkan mereka dengan sejumlah aksi kekerasan.
Bentrokan antara militer dan demonstran terjadi sehari setelah ada demontrasi yang menuntut segera transfer awal kekuasaan ke pemerintahan sipil. Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan para demonstran dan menangkap 18 yang dianggap sebagai provokator.
Sebelumnya, Uni Eropa juga mengutuk aksi penanganan demonstrasi oleh pihak keamanan Mesir yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Selain di Kairo, aksi juga meluas ke sejumlah wilayah seperti Alexandria, Suez dan Aswan.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton meminta penguasa di Mesir menghentikan kekerasan dalam menghadapi pengunjuk rasa. "Saya mendesak pemerintah Mesir bisa bersikap tenang dan menahan diri dan mengutuk penggunaan kekuataan penuh dalam mengahadapi mereka. Memang tidak bisa disangkal bahwa proses transisi ini merupakan sesuatu yang sulit dan menantang," kata Ashton (baca: Korban Tewas Unjuk Rasa Mesir Bertambah).(Xinhua/ULF)
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- Wakil Bupati Bogor Telibat Skandal Seks
- Tebak Tatto Selebriti
- Belanda Pastikan Bawa Tim Inti ke Indonesia
- Disergap Kecantikan Tentara Perempuan Israel
- Penampilan Terbaik di Cannes Film Festival 2013
- BMW M135i Resmi Meluncur di Indonesia
- Gencatan Senjata Di Penjara Yang Liar
- 33 Hal Tentang Liga Primer Inggris 2012-13
- Tips Memotret dengan Smartphone
- Mengintip Isi Rumah Barbie di Berlin
- Busana Buruk Selebriti
- Manfaat Kolong Jembatan Di Southbank
- Mencari Garam di Ethiopia
- Perempuan ini Kecelakaan hingga lima kali
poling berita
Menurut Anda, pantaskah Presiden SBY mendapat penghargaan negarawan penjaga toleransi (World Statesman Award)?
- Lihat
- Bagikan
Berita Internasional

REPUBLIKA.CO.ID, Koran World Tribune dalam laporannya menulis, "Pentagon memberikan kesepakatan penj...

REPUBLIKA.CO.ID, OKLAHOMA---Satu keluarga warga Indonesia ikut menjadi korban tornado di Oklahoma. M...

REPUBLIKA.CO.ID, CHICAGO---Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh pada Ra...

REPUBLIKA.CO.ID, MIAMI---Seorang agen FBI menembak mati seorang pria di Negara Bagian Florida, AS, k...

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI---Bahrain menyatakan telah menemukan sebuah pesawat mata-mata Iran di wilayah...

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Perdana Menteri Suriah Wael al-Halqi, Selasa (21/5), memuji "prestasi b...

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad tak bisa menerima keputusan Dewan Gard...

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Jepang mempertimbangkan pembicaraan langsung dengan Korea Utara, kata peme...

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Turki menutup perbatasan dengan wilayah Suriah yang dikontrol Presiden Ba...

REPUBLIKA.CO.ID, Anggota biro politik Hamas, Dr. Musa Abu Marzuq mengatakan, media massa Mesir harus...








