Updated: Tue, 03 Jul 2012 15:08:00 GMT

Anggota Komisi VIII DPR Mengaku Terima Alquran

Anggota Komisi VIII dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ali Maschan Moesa mengatakan, semua anggota di komisi tersebut menerima jatah Alquran yang dibagikan Kementerian Agama pada 2011.


Anggota Komisi VIII DPR Mengaku Terima Alquran

Liputan6.com, Jakarta: Anggota Komisi VIII dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ali Maschan Moesa mengatakan, semua anggota di komisi tersebut menerima jatah Alquran yang dibagikan Kementerian Agama pada 2011. Padahal tahun sebelumnya, antara 2009 dan 2010 tidak ada pembagian jatah Alquran tersebut. Sedangkan program pengadaan itu dilakukan setiap tahun.

Adapun jumlah Alquran yang diterima, lanjut Ali sebanyak 18 kotak. Dan satu kotak berisi 28 Alquran.

Ali mengatakan, sampai saat ini belum ada penjelasan dari kementerian mengapa Alquran itu dibagikan. Meski setiap tahun menjadi program, tapi anggota DPR baru dibagikan pada 011.

"Kita kan berpikir positif saja. Setiap tahun bisa membantu beberapa Mesjid yang bisa dibagi. Tapi kita memang tidak terima sama sekali, itu untuk pemilih kita," kata Ali di DPR, Jakarta, Selasa (3/7).

Menurut Ali, karena informasi yang diterima dari kementerian seperti itu, maka sebagian anggota Komisi VIII sudah membagi-bagikan Alquran kepada pemilihnya. Sedangkan dirinya termasuk yang belum sempat membagikan kitab suci itu. Apalagi Alquran itu baru dia ambil kemarin.

Lantas apakah karena ada dugaan korupsi dalam pengadaan Alquran tersebut, maka itu akan dikembalikan? Ali mengatakan, belum ada pembicaraan ke arah situ. Ali dan rekannya sepakat menunggu penyidikan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Bila itu diberikan kepada kita dan dianggap kita tidak bersih, kita akan tolak. Tapi, kalau itu memang membantu kementerian untuk memdistribusikan, saya kira tak ada persoalan," kata Ali.

Pada Jumat pekan lalu, KPK secara resmi mengumumkan keterlibatan Zulkarnaen dalam proyek pengadaan Alquran di Kementerian Agama. Zulkarnaen diduga menerima uang suap sekitar Rp 4 miliar dari nilai proyek Rp 22 miliar pada 2011.

KPK juga menetapkan seorang pihak swasta sebagai tersangka dalam kasus itu. Dia adalah Dendy Prasetia yang merupakan anak kandung Zulkarnaen. Dendy juga diduga terlibat dalam proyek pengadaan Alquran tersebut.(MEL)

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    2.019 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.420 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    756 respon

Total Respon: 8.195
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft