Updated: Fri, 07 Dec 2012 08:30:00 GMT

Andi Mallarangeng, Dari Aktivis Hingga Menpora

Bila melihat sepak terjangnya ke belakang, mungkin banyak orang yang tidak menyangka dengan status Andi sekarang. Dahulu, pria bernama lengkap Andi Alifian Mallarangeng ini adalah seorang dosen dan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam


Andi Mallarangeng, Dari Aktivis Hingga Menpora

Sosok Andi Mallarangeng langsung hangat diperbincangkan ketika KPK mencegahnya bepergian ke luar negeri. Status Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat itu pun sudah menjadi tersangka korupsi proyek Hambalang.

Berdasarkan dokumen yang sempat diintip Liputan6.com, Andi dinyatakan sebagai tersangka dalam surat permohonan cegah KPK bernomor 4569/01-23/12/2012 Tanggal 3 Desember 2012. Surat ini diajukan KPK kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Menanggapi pencegahan tersebut, Andi menegaskan bahwa dia menghormati setiap keputusan KPK. "Saya menghormati keputusan KPK. Untuk bekerjasama dengan KPK untuk menuntaskan masalah ini, kasus Hambalang," kata Andi di kantornya, Kamis (6/12/2012).

Andi menambahkan, dia dan pihak Kemenpora siap dimintai keterangan di KPK. "Saya masih menunggu surat dari KPK secara resmi. Saya siap bekerja sama penuh dengan KPK," kata dia.

Bila melihat sepak terjangnya ke belakang, mungkin banyak orang yang tidak menyangka dengan status Andi sekarang. Dahulu, pria bernama lengkap Andi Alifian Mallarangeng ini adalah seorang dosen dan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam di era Orde Baru.

Andi meraih gelar Ph.D di bidang ilmu politik dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat pada tahun 1997. Di universitas yang sama, ia meraih gelar Master of Science di bidang sosiologi. Sedangkan gelar sarjana Sosiologi diraihnya dari Fisipol Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, pada 1986.

Sejak menjadi mahasiswa Fisipol UGM, ia bercita-cita menjadi dosen mengikuti jejak ayahnya. Cita-cita ini akhirnya tercapai dengan menjadi dosen di Universitas Hasanuddin (1988-1999) dan di Institut Ilmu Pemerintahan (1999-2002). Tetapi nasib berkata lain. Jatuhnya pemerintahan Orde Baru dan munculnya tuntutan reformasi, mengharuskan penataan ulang sistem politik dan sistem pemerintahan di Indonesia yang didasarkan pada prinsip-prinsip demokrasi dan desentralisasi.

Dengan kondisi tersebut, sebagai doktor Ilmu Politik dengan disertasi tentang Contextual Analysis on Indonesian Electoral Behavior, pria berkumis ini diminta menjadi anggota Tim Tujuh (1998-1999) yang dipimpin Prof. Dr. Ryaas Rasyid, untuk merumuskan paket Undang-undang Politik yang baru sebagai landasan bagi pemilu demokratis pertama di era reformasi.

Keikutsertaannya dalam gerakan reformasi membuat Andi terpilih menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebagai wakil pemerintah yang menyelenggarakan pemilu demokratis pertama pada 1999.

Dengan dibentuknya Kementerian Otonomi Daerah dalam pemerintah era reformasi, Andi kemudian mengundurkan diri dari KPU dan bergabung sebagai staf ahli Menteri Negara Otonomi Daerah (1999-2000). Namun tidak lama Kementerian itu dibubarkan.

Pria kelahiran Makassar ini kemudian bekerja mengembangkan ide tata pemerintahan yang baik sebagai Chair of Policy Committee pada Partnership for Governance Reform in Indonesia (2000-2002). Ia pun sempat mendirikan Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan bersama Ryaas Rasyid pada 2002. Namun, ia keluar dua tahun kemudian.

Sejak Oktober 2004, Andi Mallarangeng berhenti menjadi dosen karena ditunjuk sebagai Juru Bicara Kepresidenan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak itu, suami dari Vitri Cahyaningsih ini pun berhenti sementara menjadi pengamat dan komentator politik. Baginya, tugas sebagai Juru Bicara Kepresidenan merupakan suatu kehormatan yang menuntut seluruh waktu dan perhatiannya. Dia menjadi Juru Bicara Kepresidenan dari 21 Oktober 2004 hingga 22 Oktober 2009. Mulai saat itu, Andi menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia menggantikan Adhyaksa Dault.

Sebagai partai pemenang pemilu 2009, kongres ke-2 Partai Demokrat di Bandung pada 20-23 Mei 2010 menjadi peristiwa penting dalam politik Indonesia. Andi pun turut serta mencalonkan diri untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Namun, ia kalah bersaing dari Anas Urbaningrum dan Marzuki Alie.

Dalam pemungutan suara putaran pertama, Anas unggul (236 suara) dari Marzuki Alie (209 suara) dan Andi Mallarangeng (82 suara). Karena tidak ada kandidat yang memperoleh suara lebih dari 50 persen, pemungutan suara putara kedua dilakukan. Pada putaran kedua, Anas unggul dengan perolehan 280 suara. Marzuki Alie memperoleh 248 suara.

Kini, Andi berada di tangan KPK. Proses penetapan Andi sebagai tersangka ini seolah melalui jalan panjang. KPK memulai penyelidikan proyek Hambalang sejak Agustus 2011, atau pada masa pimpinan KPK Jilid II.

Nama Andi Mallarangeng ini disebut-sebut dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan. Dalam audit itu, Andi disebut telah melanggar peraturan perundang-undangan.

Andi diduga membiarkan Sekretaris Menpora ketika itu, Wafid Muharram, melaksanakan wewenang Menpora melaksanakan proyek senilai Rp 2,5 triliun itu. Wafid menandatangani surat permohonan persetujuan kontrak tahun jamak tanpa memperoleh pendelegasian dari Andi.

Kesalahan Andi lainnya, menurut BPK, membiarkan Wafid menetapkan pemenang lelang konstruksi dengan nilai kontrak di atas Rp 50 miliar tanpa ada pendelegasian dari Andi. Tindakan Wafid dinilai melanggar Keppres Nomor 80 Tahun 2003. Atas tindakan membiarkan itu, Andi kembali dianggap melanggar PP Nomor 60 Tahun 2008.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan satu tersangka. Dia adalah Deddy Kusdinar. Deddy merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek. Deddy diduga bersama-sama melakukan penyalahgunaan wewenang sehingga menimbulkan kerugian negara atau menguntungkan pihak lain. (Riz)

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    18 %
    Setuju
    798 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    3.404 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    176 respon

Total Respon: 4.378
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft