Updated: Wed, 11 Jul 2012 03:05:00 GMT

Al Wasl Pecat Maradona

Menyusul terpuruknya prestasi klub di musim lalu, dewan direksi Al Wasl yang baru mendepak legenda sepakbola Argentina Diego Maradona dari jabatannya sebagai pelatih tim.


Liputan6.com, Dubai: Hanya berusia setahun perjalanan karier legenda sepakbola Argentina Diego Armando Maradona bersama Al Wasl, klub penghuni Liga Pro Uni Emirat Arab (UEA). Pada Selasa (10/7) malam waktu setempat, dewan direksi klub, seperti yang dilansir di akun resmi Twitter-nya memberi konfirmasi pendepakan Maradona dari jabatannya sebagai pelatih tim.

“Menindaklanjuti pertemuan dewan direktur Al Wasl yang ditujukan untuk mengevaluasi kinerja tim sepakbola di bawah arahan Diego Maradona dan setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap pelatih dan stafnya, dengan ini klub mengambil langkah memutuskan kontrak kerja Diego Maradona dan staf teknisnya,” demikian juru bicara klub seperti yang dilansir Sport 360.

Rumor pendepakan Maradona dari jabatan yang baru diembannya sejak 16 Mei 2011 lalu itu sejatinya telah terdengar bulan Juni lalu. Pasalnya, kiprah Maradona yang diikat kontrak kerja selama dua tahun di Zabeel Stadium, markas Al Wasl, jauh dari kata menggembirakan. Lagipula, sejumlah petinggi klub yang selama ini mendukung Maradona mundur dari jabatannya, termasuk Chairman Marwan bin Bayat.

Akan tetapi, saat isu itu mulai terdengar, dewan direksi klub yang baru bertugas memberi penegasan jika Maradona bakal tetap menunaikan tugasnya di musim depan (2012-2013). “Ia (Maradona) akan mempunyai kekuasaan penuh untuk menjalankan programnya di musim depan. Tidak ada pergantian dalam posisinya,” tegas Chairman Dr Mohammed Ahmad bin Fahad seperti yang dikutip harian The National, awal Juni. Namun, situasinya kini berubah. Maradona tak lagi mendapatkan dukungan.

Di sepanjang musim lalu, Maradona gagal mengantarkan Al Wasl menjadi tim elite di kancah Liga Pro UEA dengan hanya menempati peringkat kedelapan di klasemen akhir. Selain itu, Al Wasl pun tumbang di babak final GCC Champions League menyusul kekalahan 4-5 lewat adu penalti dari klub Bahrain, Al Muharraq. Padahal, di leg pertama, Al Wasl sempat unggul cukup telak 3-1.

Rapor anak-anak asuhan Maradona di dua turnamen lainnya, President Cup dan Etisalat Cup juga terbilang tak memadai. Di ajang President Cup, Al Wasl gugur di perempat final setelah bertekuk lutut 2-3 dari Al Wahda. Di Etisalat Cup, Al Wasl hanya mampu menembus babak semifinal sebelum dipukul Ah Ahli 0-1.

Di sela-sela kompetisi Liga Pro, Maradona sempat berurusan dengan Komisi Disiplin Asosiasi Sepakbola UEFA menyusul keributan yang dilakukannya dengan pelatih Al Ain Cosmin Olariu di Sheikh Khalifa International Stadium, 10 Desember 2011. Ketika itu, Maradona dijatuhi sanksi larangan mendampingi tim (touchline ban) dalam tiga pertandingan dan denda Rp 25 juta.

Sementara itu, juru bicara klub tak mau memberikan penjelasan terkait komentar Maradona menyusul keputusan pemecatan yang dilakukan manajemen klub. “Tidak ada keterangan yang bisa diberikan pada saat ini,” kilahnya. Saat ini, Maradona dikabarkan tengah menjalani liburan di kampung halamannya, Argentina.(MEG/Reuters)

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.358 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.411 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    918 respon

Total Respon: 9.687
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft